Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 15


__ADS_3

Hari ini, Nay bangun lebih awal dan membuat sarapan untuk dia dan Zella. Ruko buka agak siang di hari libur membuat Zella sedikit santai untuk bangun. Tak lama terdengar pintu ruko digedor kencang.


Zella terbangun mendengar suara bising di bawah. Sedangkan Nay langsung bergegas ke arah pintu. "Siapa yaaa?" tanya Nay saat pintu terbuka.


"Kamu siapa?" Winda bertanya balik. "Kamu? pasti karyawannya Zella kan. Kamu minggir deh." ucap Winda angkuh dan langsung nyelonong masuk ke ruko Zella.


"Ngapain sih pagi-pagi udah bikin ribut." Zella terlihat kesal melihat Winda datang.


"Aku laper banget. Mau makan aja sama kamu." jawab Winda yang langsung ke pantry.


"Balik aja ke rumah sono. Ngapain pindah kesini kalo cuma nyusahin aja bisanya." ucap Zella ketus.


Nay terkejut melihat sahabatnya yang biasanya lembut berubah jadi ketus.


Winda tidak mempedulikan ucapan Zella dan langsung menyantap makanan yang disajikan di meja makan oleh Nay.


"Siapa sih, Zell." bisik Nay. Zella langsung menarik tangan Nay menjauh dari pantry.


"Dia Winda, anak mama tiri aku." jawab Zella. "Gak usah dibaik-baikin orang kayak gituh. Penjilat." jelas Zella yang langsung kembali ke kamarnya kesal.


Winda yang merasa sudah kenyang langsung meninggalkan ruko Zella begitu saja. Nay melihatnya jadi menggerutu kesal. "Pantes aja Zella uring-uringan begitu." gumam Nay sambil membereskan bekas makan Winda.


Zella membuka laptopnya dan mulai mengerjakan tugas dari Levi. Baru saja ia mulai mengetik, ponselnya pun berdering.


"Iya kak, ada apa?" tanya Zella.


"Jalan yuk, Zell. Aku ajak ke tempat paling asyik di Bandung." ajak Leon.


"Aku lagi banyak tugas dari Pak Levi kak. Resek banget tuh dosen."


"Yaudah aku bantuin, habis itu kita jalan ya."


Setelah panggilan terputus, Zella turun untuk sarapan. "Masak apa sih, Nay pagi-pagi udah repot banget." tanya Zella.


"Bikin nasi goreng aja buat sarapan. Makan yuk." ajak Nay.


"Semalem pulang jam berapa? Sorry ya udah tidur duluan. Ngantuk banget"


"Jam 8 sampe ruko. Kak Leon juga langsung pulang. Carina emang resek banget tuh orang. Aku kerjain aja sama Silla."


Mereka berdua pun saling bertukar cerita sampai Leon datang. Zella mengajak Leon ke ruang kerjanya dan Nay membereskan kamarnya.


Tepat jam 10 saat ruko mulai dibuka, Zella sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Levi.


"Akhirnya selesai juga. Makasih ya Kak." ucap Zella.

__ADS_1


"You're wellcome.." jawab Leon. "Begini ternyata cara Pak Levi ngajarin Zella buat pegang perusahaan." batin Leon.


"Yuk langsung pergi aja." Zella menarik tangan Leon. "Naik mobil kak?" tanya Zella tidak melihat motor Leon.


"Iya, biar gak capek kamunya." jawab Leon. Baru saja Zella mau memasuki mobil Leon, tangannya langsung ditarik oleh seseorang.


"Tugas dari saya sudah selesai?" tanya Levi yang tidak senang melihat Zella akan pergi dengan Leon.


"Sudah." jawab Zella singkat sambil mengibaskan tangan Levi. Leon langsung sigap mendekat ke Zella.


"Maaf pak, kami harus segera pergi." ucap Leon mempersilahkan Zella masuk dalam mobilnya.


"Kali ini saya lebih unggul dari anda Pak Levi." ucap Leon.


"Terserah!" Levi pun meninggalkan ruko Zella dengan wajah masamnya.


Setelah menempuh dua jam perjalanan, sampailah mereka di villa milik keluarga Levi. Zella langsung turun dari mobil dan Leon mengajak Zella ke taman bunga anggrek.


***


Disisi lain, Levi terus menggerutu kesal melihat Zella pergi dengan Leon. Hingga sampai di rumah, ia masih dengan wajah masamnya.


"Kenapa Levi, mukanya ditekuk gituh?" tanya mama.


"Gak papa ma." jawab Levi datar dan duduk di samping mamanya.


"Udah ada ma." jawab Levi. "Nanti kalo udah pas waktunya Levi kenalin ke mama."


Mama Karen sedikit kecewa dengan jawaban Levi. "Kalau belum ada, pingin mama comblangin rencananya."


"Gak usah lah ma, selera Levi dan mama juga belum tentu sama." jawab Levi yang langsung meninggalkan mamanya.


Levi merebahkan tubuhnya di atas kasur. "Zella lagi ngapain ya sama Leon?" batin Levi menahan cemburu. Ia terus memikirkan Zella hingga tertidur.


Sedangkan Zella dan Leon menikmati makan siang di taman bunga anggrek. Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore tiba hingga Zella merasa sangat lelah.


"Zella," panggil Leon. "Aku mau kita terus sedekat ini."


"Tapi, kak. Aku gak mau nanti kakak sakit hati karena berharap lebih dari aku." jawab Zella yang tidak mau dianggap PHP.


"Aku akan tetap menunggu kau membalas perasaanku. Tapi aku tidak akan memaksa." ucap Leon.


"Oke deh." jawab Zella menyerah. Leon mengajak Zella pulang dan dalam perjalanan mereka menceritakan keluarga mereka masing-masing.


Sampai di ruko, nampak Silla, Reza, dan Nay duduk-duduk santai menunggu Zella.

__ADS_1


"Ehhmmm. Kayaknya baru ada yang jadian nih." ledek Reza.


"Pinginnya sih gitu." jawab Leon turun dari mobil. Zella hanya tersenyum kecil menanggapi ledekan Reza.


"Yaaaah, penonton kecewa deh." ucap Nay dan Silla bersamaan.


Malam ini, Silla menginap di ruko Zella dan mereka menonton sampai larut malam. Leon dan Reza sudah pulang sebelum jam 9 malam.


Pagi harinya, Zella terbangun lebih dulu dari teman-temannya. Ia menggeliat dan melihat jam dinding di kamarnya.


"Jam 8 kurang 15 menit, guys. Ayo pada bangun. Kita terlambat masuk kuliah." Zella langsung ngacir ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Nay dan Silla langsung loncat dari tempat tidur dan langsung berebut kamar mandi. Nay harus mengalah dan mandi di kamar mandi paling bawah. Zella langsung memakai bajunya dan memoles tipis wajahnya.


Nay dan Silla pun buru-buru menyisir rambutnya dan memasukkan buku ke dalam tasnya. Mereka langsung mengikuti langkah Zella.


"Yuk buruan," Zella memboncengkan Silla dan Nay naik motornya sendiri.


Tepat jam 8 mereka tiba di depan kelas.


"Kita gak terlambat, guys." ucap Silla lega dan masuk ke dalam kelas diikuti Zella dan Nay.


Ketiganya duduk tepat di depan dosen. Levi langsung masuk ke kelas dan mulai mengajar.


Setelah menjelaskan, Levi membagi tugas pembuatan makalah untuk masing-masing siswa.


"Minggu depan, kumpulkan makalahnya dan saya tidak mentolerir keterlambatan." ucap Levi tegas dan langsung meninggalkan kelas.


Zella dan temannya langsung menuju kantin untuk sarapan. Belum lagi sampai di kantin, ponsel Zella berdering dan langsung dijawab panggilan dari Levi.


"Mana tugas kamu?" suara ketus Levi memekakkan telinga.


Zella langsung mematikan telfon dari Levi. "Guys, aku lupa bawa tugas dari Pak Levi. Aku mau ambil ke ruko. Kalian duluan aja ya." ucap Zella buru-buru ke parkiran motor.


Sayangnya sampai di parkiran, 2 ban motor Zella kempes.


"Siapa sih yang sengaja ngempesin ban motor?" gerutu Zella kesal. Ia pun mencoba menelfon salah satu karyawannya untuk menjemputnya di kampus.


"Kempes ya ban motornya." Ledek Carina. "Jauhi Leon atau aku buat kamu lebih payah daripada ini." ancam Carina.


"Aku juga gak pernah pingin dekat sama Kak Leon." sarkas Zella kesal. "Kalau gak suka bilang sendiri sama Kak Leon untuk jangan dekati aku lagi." gertak Zella.


"Berani banget yaa kamu." Carina menarik rambut Zella dan langsung ditangkis oleh Zella.


Carina yang makin geram langsung menyerang Zella. Tetapi dengan mudahnya Zella bergeser dan berputar menghindari serangan dari Carina hingga membuat Carina jatuh terjerembap.

__ADS_1


Zella pun tertawa mengejek. "Lain kali jangan cari masalah sama aku kak." Zella langsung pergi dengan karyawan yang sudah menjemputnya.


__ADS_2