Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 73


__ADS_3

Lima hari setelah kejadian di depan mansion Silla, Leon tidak lagi menghubungi Silla sama sekali. Berbeda dengan Levi yang terus memberi kabar pada Zella secara intens.


Hari ini adalah pengumuman seleksi pertukaran mahasiswa ke Jerman. Zella sudah bangun lebih pagi dan mempersiapkan dirinya ke kampus lebih awal, begitu pula dengan Silla. Keduanya turun bersama untuk sarapan dan langsung pergi ke kampus.


Tepat pukul tujuh, Zella dan Silla sampai di gerbang kampus. Mobil mereka langsung mengarah ke gedung sekretariat, tempat di tempelnya hasil seleksi pertukaran mahasiswa.


Sampai di depan gedung sekretariat, para mahasiswa sudah berjubel memenuhi papan informasi yang masih kosong. Sistem pengumuman online di papan informasi akan dibuka tiga puluh menit lagi dari sekarang.


Zella dan Silla ikut berdiri di barisan paling belakang. Tiba-tiba Zella ditarik oleh seseorang dan dibawanya pergi dari kerumunan mahasiswa. Karena suasana begitu hectic, Silla tidak menyadari saat Zella sudah tidak ada di sampingnya.


"Sayaaang." pekik Zella dengan mata berbinar. "Kapan pulang?" tanya Zella.


"Ikutlah denganku, akan kuberi tahu pengumumannya secara online disini." Levi memperlihatkan ponselnya pada Zella dan menarik tangan istrinya masuk ke dalam mobil.


Zella terus memandangi suaminya, ketika Levi mengarahkan mobilnya menuju arah gedung dimana ruangan Levi berada. Ada rasa rindu yang mendalam yang Zella rasakan saat jauh dengan Levi.


Levi langsung menggendong istrinya masuk ke dalam ruangannya. Kampus masih sangat sepi karena para mahasiswa sedang menantikan penguman seleksi pertukaran mahasiswa ke luar negeri di depan gedung sekretariat. Tentunya tidak hanya ke Jerman, melainkan ke lima belas negara yang sudah bekerja sama dengan kampus Levi.


"Sayaaang, jangan gendong ih, maluuu." ucap Zella.


"Sepi gini emang mau malu sama siapa?" tanya Levi sambil membuka pintu ruangannya.


Kini keduanya terduduk di atas sofa dengan Zella menyandarkan tubuhnya di tubuh Levi. Menunggu pengumuman yang masih tersisa lima belas menit lagi.


Sebenarnya Levi bisa saja memperlihatkan hasil seleksinya sesegera mungkin. Tapi ia tidak ingin Zella kehilangan euforia detik detik menjelang pengumuman seleksi.


"Kira-kira lulus gak ya, sayang?" tanya Zella harap harap cemas.


"Aku juga tidak tahu, keputusan ada pada pihak kampus luar negeri sayang." jawab Levi sambil bermain di ceruk leher Zella.


"Aku akan mentraktir suamiku jika aku lulus seleksi." ucap Zella.


"Hanya mentraktir?" tanya Levi dan Zella pun mengangguk. "Bagaimana jika lima ronde untuk malam ini?" tawar Levi.


"Aku sangat merindukanmu, sayang," bisik Levi membuat Zella meremang.


"Tiga ronde untukmu, bagaimana?" tawar Zella memainkan tangannya di dada Levi.


"Baiklah, sekarang kita tunggu hasilnya. Tinggal sebentar lagi, sayang." ucap Levi menatap ke layar ponselnya yang terhubung dengan beberapa kampus di lima belas negara.


Lima

__ADS_1


Empat


Tiga


Dua


Satu


Muncullah pengumuman yang Zella dan seluruh mahasiswa tunggu. Nama Zella tertulis di nomor satu dari ribuan nama mahasiswa lainnya.


1. Grizelle Alexandria | Manajemen Bisnis | Grade 1 | Ludwig Maximilian University | Munich Jerman


"Oh My God, sayaaaang. Kau lihaaat, aku lulus. Aku lulus dalam tes ini." teriak Zella sangat girang. Ia langsung memeluk Levi dengan sangat erat.


"Congrats sayang. Kau sungguh sangat genius." puji Levi yang sebenarnya sudah tahu dari dua jam yang lalu saat rapat global.


"Aku harus mencari nama Silla." ucap Zella menscroll ponsel Levi mencari nama sahabatnya.


Nama Silla berada tepat di bawah nama Leon dalam tumpukan nama mahasiswa yang lainnya.


27. Leon Ozora | Manajemen Bisnis | Grade 3 | Ludwig Maximilian University | Munich Jerman


28. Prisilla Ainsley | Manajemen Bisnis | Grade 1 | Ludwig Maximilian University | Munich Jerman


"Siapa?" tanya Levi penasaran.


"Ini nih adik adik ipar aku. Lucu deh mereka berdua." jawab Zella menunjuk ke arah nama Leon dan Silla.


"Adik adik ipar?" tanya Levi sambil mengernyitkan dahinya dan Zella mengangguk


"Hemmm, sepertinya aku banyak tertinggal berita penting disini." ucap Levi lagi


Hanya 60 mahasiswa dan dosen yang lolos pertukaran mahasiswa ke lima belas negara. Sedangkan yang ke Jerman hanya ada 4 orang yang terpilih.


Sayangnya Zella tidak mencari tahu siapa orang ke empat yang terpilih untuk terbang bersama ke Jerman, karena tangan Levi sudah mulai bergerilya di dada Zella.


Keduanya kini sudah saling memagut melepaskan kerinduan mereka. Levi langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Aku akan menagih tiga ronde hadiah kelulusanmu, sayang." bisik Levi.


Kini Zella yang sudah terbuai dengan pagutan Levi hanya mengangguk dan mengikuti permainan dari Levi.

__ADS_1


***


Sedangkan Silla baru saja menemukan namanya yang lolos seleksi setelah bertempur dalam lautan mahasiswa.


"Oh My God, aku loloooos." teriak Silla kegirangan.


"Congrats Silla," ucap Leon menjabat tangan Silla.


Silla tertegun melihat Leon memegang tangannya. Sedangkan mahasiswa yang lain masih terus berdesakan mencari nama mereka di papan informasi online.


Karena mahasiswa saling mendorong, Leon dan Silla pun ikut terdorong hingga Silla hampir terjatuh. Untungnya Leon langsung menarik Silla dan memeluknya. Mereka akhirnya keluar dari lautan mahasiswa yang masih saja berdesakan.


"Thanks, kak." ucap Silla.


"Yap, sekali lagi. Selamat yaaa." ucap Leon dan Silla hanya mengangguk.


"Bagaimana dengan Kak Leon, apa kau lulus juga?" tanya Silla.


"Emmmh, a aku baru mau cari nama aku. Belum ketemu tadi." jawab Leon berbohong. Dia tidak mau Silla mengetahui Jika Leon juga lulus dalam seleksi.


"Oh gituuu." jawab Silla sedikit kikuk berdekatan dengan Leon.


"Zella manaa yaaa. Kok gak kelihatan." ucap Silla sambil mengedarkan pandangannya mencari Zella.


Silla menekan nomor ponsel Zella dan menanyakan keberadaanya.


Zella yang tengah dicumbu oleh Levi terpaksa harus mengangkat panggilan dari Silla.


"Tunggu sayang, Silla pasti sedang mencariku." ucap Zella sambil mengangkat panggilan Silla.


"Halo, La. Selamat yaaaa kamu lulus." ucap Zella.


"Congratz juga buat kamu Zell. Keren ih nilainya paling tinggi." puji Silla.


"La, kamu pulang sendiri ya. Aku nanti pulang sama Kak Levi." ucap Zella sambil menahan desahannya saat Levi memainkan nippl* Zella dengan lidahnya.


"Pantesaaaaan dicariin gak ada. Oke deh." jawab Silla yang langsung menutup ponselnya


Silla melihat mahasiswa sudah mulai berkurang dari pada yang tadi. Dan Leon masih duduk di sampingnya.


"Gak mau cari nama kak Leon tuh disitu. Mumpung udah berkurang loh gak berjubel kayak tadi." ucap Silla sambil menunjuk ke arah papan informasi.

__ADS_1


"Iya, nanti aku lihat sendiri. Kamu pulangnya hati hati ya." ucap Leon sambil meninggalkan Silla.


Silla menghela nafasnya kasar dan mencari mobilnya di parkiran.


__ADS_2