
Sore harinya, Silla sudah siap menunggu Renata menjemputnya.
"Hati-hati ya sayang, jangan pulang larut malam." ucap Mama Karen menasehati.
"Oke maa." jawab Silla.
"Mau ke mana dek?" tanya Levi yang baru pulang dari kampus.
"Diajak jalan sama Bu Renata, Kak." jawab Silla.
"Oooh," jawab Levi singkat dan langsung menuju ke kamarnya.
Bu Renata sampai ke rumah Levi dan langsung mengajak Silla pergi. Di sepanjang jalan, Silla den Renata terus bertukar cerita. Silla memang mudah cepat akrab dengan orang yang baru dikenalnya.
Pulang dari Mall, Renata menyempatkan mampir sebentar di rumah Levi. Tapi sedikit pun Levi tidak menampakkan dirinya di hadapan Renata. Meskipun begitu, Renata tidak merasa rugi sebab ia sudah mengakrabkan diri dengan Silla dan kini dengan mama Karen.
***
Sebulan sudah berlalu, Mama Karen sudah berangkat ke Austrália bersama dengan Dosen lainnya. Hubungan Levi dan Zella semakin dekat. Ia sudah merencanakan akan melamar Zella setelah mamanya pulang dari Austrália.
Renata makin dekat dengan Silla. Karena kedekatannya dengan Silla, membawa dirinya juga dekat dengan Zella dan Nay. Tapi Renata sama sekali tidak bisa mengambil perhatian Levi sedikitpun.
Nay sekarang menjadi sekretaris BEM menggantikan Carina membuatnya makin sibuk mengatur waktunya untuk organisasi kampus dan ruko Zella. Meskipun begitu, Zella selalu meminta Nay untuk tidak memforsir tubuhnya.
Weekend ini, Renata mengajak Silla, Zella, dan Nay berlibur di sebuah villa di Bandung. Levi sebenarnya tidak setuju, Zella ikut serta dengan ajakan Renata. Sebab, hanya saat Weekend lah ia dapat menghabiskan waktunya bersama Zella.
Tapi Zella meminta Levi mengalah kali ini, akhirnya Levi bertekad mengikuti kemana pun Zella pergi tanpa Zella tahu. Sesampainya di villa yang dipesan Renata, mereka melakukan kegiatan yang sudah direncanakan bersama.
Renata sengaja mencampurkan sesuatu di minuman Zella saat makan siang. Sore harinya, mereka sudah bersiap-siap pergi ke taman bunga. Tapi tiba-tiba perut Zella sangat sakit dan menyebabkan ia harus bolak balik ke kamar mandi.
Akhirnya Zella memutuskan untuk tidak ikut ke taman bunga dan beristirahat di kamar. Hal ini memang sudah Renata rencanakan untuk menghancurkan Zella. Ia langsung memberi kode 2 pemuda penjaga Villa untuk melecehkan Zella.
Levi tidak tahu jika Zella tidak ikut serta di mobil Renata. Ia terus mengikuti mobil Renata yang melaju tidak terlalu kencang. Kini Zella sedang memejamkan matanya di kamar villa.
Dua orang pemuda mengendap endap masuk ke dalam villa. Keduanya membuka salah satu pintu kamar, tetapi kosong. Zella yang mendengar suara pintu pun langsung membuka matanya.
"Ada orang masuk," gumam Zella yang langsung bangun dari tidurnya dan bersembunyi di belakang pintu. Benar saja, pintu kamarnya terbuka dan membuat jantung Zella berdebar karena sedikit ketakutan.
__ADS_1
"Siapa yang sebenarnya masuk ke villa?" tanya Zella dalam hati.
"Kosong." ucap pelan salah satu pemuda. Namun pemuda satunya lagi melihat helai rambut Zella di sela pintu.
"Jangan bersembunyi nona, kami bukanlah orang jahat." ucap pemuda yang melihat helai rambut Zella.
Zella terkejut dan keluar dari balik pintu. "Apá mau kalian masuk ke villa ini?" tanya Zella sambil menahan sakit perut.
"Kami hanya ingin mengenalmu lebih dekat nona. Ternyata anda sangat cantik."
"Keluar sekarang atau kalian akan menyesal!" teriak Zella tak gentar.
"Jangan terlalu galak nona cantik. Kita kan mau bersenang-senang."
Kedua pemuda mendekat ke arah Zella yang masih menahan sakit perutnya. Pemuda yang satu hendak memang tangan Zella, tapi dengan cepat Zella menangkisnya.
"Jangan macam-macam!" pekik Zella.
"Ternyata anda sangat menantang nona." seringai pemuda yang satu lagi yang sudah siap menangkap Zella.
Dengan sigap Zella mengadakan perlawanan. Dengan tenaga yang dimilikinya, Zella menendang kakí satu pemuda dan melayangkan bogemnya mengenai dada pemuda yang satunya hingga tersungkur.
Zella langsung berlari Ke toilet karena sudah tidak dapat menahan sakit perutnya dan mengunci pintunya rapat. Zella langsung menghubungi Levi dan mengatakan dirinya sedang sakit dan butuh bantuan. Levi langsung memutar setirnya kembali ke villa.
"Kau harus memuaskan kami nona atas apá yang sudah kau lakukan." ucap pemuda menggedor pintu kamar Mandi.
"Nona ini ternyata memilih tempat kecil untuk memuaskan Kita."
Dua orang pemuda itu pun mendobrak pintu kamar mandi langsung terbuka. Zella langsung melayangkan shower dan mengenai kepala pemuda itu sampai berdarah.
"Kurang ajar," gertak pemuda yang satu lagi mendekat ke arah Zella. Dengan cepat Zella memukul kepala pemuda itu dengan cobek baru kecil yang sengaja ia bawa saat ke kamar mandi.
Pukulan Zella sangat kencang dan menyebabkan kepala pemuda itu berdarah. Kini Zella sudah mulai melemas dan matanya berkunang-kunang. Ia berusaha keluar dari kamar mandi, Namun langsung terjatuh tak sadarkan diri.
"Aawwhh." pekik Zella memegang kepalanya yag masih terasa pusing.
"Kau sudah sadar, sayang?" tanya Levi yang sangat khawatir dengan keadaan Zella.
__ADS_1
"Kak Levi." ucap Zella yang sudah membuka matanya. "Ta tadi ada pemuda yang..."
"Jangan fikirkan itu dulu. Istirahatlah. Kau banyak kekurangan cairan." ucap Levi menenangkan Zella.
"Aku di mana?" tanya Zella.
"Di rumah sakit. Kau akan baik-baik saja." jawab Levi
Flash back ON
Zella terjatuh pingsan membuat Kedua pemuda itu terbahak-bahak atas kemenangan mereka. Saking kencangnya mereka tertawa sampai tidak terdengar suara mobil Levi yang sudah berhenti di depan Villa.
"Kita beruntung dapat menikmati nona muda yang sangat cantik ini. Jangan lewatkan kesempatan ini."
"Tentu saja, aku sudah tidak sabar menikmatinya bos." ucap pemuda yang satunya.
Levi yang mendengar itu dari pintu luar Villa bergegas masuk dan mencari keberadaan Zella.
"Zellaaa." teriak Levi membuat Kedua pemuda mengurungkan untuk mengangkat Zella.
"Siapa kalian?" bentak Levi yang melihat Dua orang pemuda sudah berlumuran darah.
Kedua pemuda itu langsung lari lewat pintu belakang dan Levi langsung mengejarnya. Tapi saat melewati kamar mandi, ia langsung mengangkat Zella yang sudah tergeletak di kamar mandi.
Levi langsung membawa Zella ke rumah sakit terdekat. Setelah Zella mendapatkan penanganan, Levi langsung menghubungi Silla agar segera menyusulnya ke rumah sakit.
Silla yang mendengar kabar dari Levi langsung menuju ke rumah sakit bersama Nay dan Renata.
Sesampainya di rumah sakit, Levi menceritakan tentang apá yang ia lihat di villa dan Renata langsung meminta maaf atas kejadian yang menimpa Zella.
"Saya akan melaporkan pada pemilik villa dan menangkap pemuda yang hampir melecehkan Zella, Pak Levi." ucap Renata undur diri dari hadapan Levi.
"Terima kasih Bu Renata." jawab Levi singkat.
"Bu Renata, biar Saya temani," tawar Nay.
"Tidak perlu, Nay. Saya akan meminta tolong dengan polisi kenalan saya." ucap Renata berbohong.
__ADS_1
Flash back OFF