
Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, Pesta pernikahan Levi dan Zella. Seluruh keluarga Zella sudah datang berkumpul di tempat acara.
Tamu undangan juga satu per satu nampak hadir memenuhi Hall tempat diselenggarakannya pesta. Zella yang sudah sangat cantik dengan riasan wajahnya, kini duduk menunggu Levi menjemputnya.
Levi masuk ke ruangan Zella dan terpana melihat kecantikan istrinya. Tak hanya itu, Zella juga tersipu melihat Levi yang sangat tampan itu memandangnya tanpa berkedip.
"Kau sungguh bagai bidadari istriku, sayang." puji Levi meraih tangan Zella dan mengecup punggung tangan istrinya.
Zella mencoba menarik nafasnya pelan dan menetralkan detak jantungnya.
"Kau juga sangat tampan." puji Zella dengan suara yang sangat pelan tapi masih terdengar oleh telinga Levi.
"Dies ist das erste Mal, dass ich es lieb gehört habe. (Baru kali ini aku mendengar kau memujiku, sayang)." ucap Levi.
"Du kannst deutsch? (Kau bisa berbahasa Jerman?)," tanya Zella terkejut mendengar suaminya berbicara dengan bahasa negara kelahirannya.
"Natürlich Schatz (tentu saja)." jawab Levi. "Kapan kau akan menyicil pembayaran hutangmu, sayang?" tanya Levi.
Zella langsung mencubit pinggang suaminya, "jangan macam-macam!" hardik Zella.
"Ya Ampuuuun, ini anak malah masih mesra-mesraan disini." ucap sepupu Myna yang tadi meminta Levi untuk menjemput Zella.
Zella langsung melepaskan tangannya dari pinggang Levi.
Tapi Sepupu Myna justru menyatukan tangan Zella lagi di lengan Levi, "Pengantin baru itu jangan ada jarak." ucap Myna mendekatkan keduanya hingga kini tak berjarak.
"Okey, sekarang kalian harus segera berjalan ke pelaminan." ucap Myna. "Keluarga besar akan mengiringi kalian dari sana." tunjuk Myna ke arah rombongan dua keluarga besar.
Zella tersenyum melihat Nay dan Silla. Betapa ia sangat merindukan kedua sahabatnya itu. Terlihat Leon, Pak Bayu dan satu lagi gadis remaja diantara Bayu dan Nay.
"Itu pasti Niza, sepupu Nay." batin Zella.
Nay dan Silla terlihat ingin menghampiri Zella, tapi dicegah oleh Mama Karen.
"Kalian mau kemana sih?" tanya Mama Karen.
"Aku kangen banget ama Zella mah." jawab Silla.
"Nanti dulu atuh dek, jangan merusak suasana." ucap Mama Karen. Silla dan Nay pun menurut.
Zella dan Levi sudah melangkahkan kakinya menuju pelaminan. Boby dan teman-teman SMA Zella yang melihat dari kejauhan tampak mengagumi kecantikan Zella dan ketampanan Levi.
"Akhirnya, Boby harus menyerah untuk mendapatkan seorang Grizelle Alexandria." celetuk salah satu temannya.
Boby menghela nafasnya kasar. "Aku masih akan menerima jandanya." ucap Boby.
Teman-teman Boby hanya menggelengkan kepalanya melihat Boby yang masih bersikukuh bisa mendapatkan Zella.
Boby yang melihat Leon dari kejauhan pun melangkahkan kakinya untuk menemui Leon.
__ADS_1
"Yang udah pacaran aja gagal untuk jadi suami Zella." sindir Boby dan Leon langsung menoleh ke arahnya.
"Yaaaah, setidaknya aku sudah pernah mengisi hatinya." jawab Leon asal.
"Aku patah hati," ucap Boby. "Tapi aku siap menunggu jandanya Zella."
"Terserah dah." balas Leon beranjak pergi karena enggan menanggapi Boby.
Setelah rangkaian acara, kini para tamu mulai memberikan selamat pada Zella. Giliran Boby dan teman-teman SMAnya yang naik ke atas pelaminan untuk memberikan selamat pada kedua mempelai.
Boby melewati Levi begitu saja tanpa memberi selamat.
"Zella, aku tidak akan memberimu selamat." ucap Boby membuat Zella dan Levi sama-sama terkejut.
"Karena aku akan tetap menunggu jandamu, Zella." jelas Boby membuat Levi dan Zella hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah turun dari pelaminan, Boby menuju ke pembawa acara dan meminta kesempatan untuk menyanyikan lagu untuk Zella.
"Mau nyanyi apa emangnya?" tanya MC. "Suaranya bagus gak nieh? Ntar malah bikin tamu undangan pada lari lagi." ledek MC yang dulunya adalah kakak kelas Zella.
"Yaelah Bang. Suara aku pasti cakep lah." ucap Boby penuh percaya diri. "Siapin lagunya Armada ya." pinta Boby.
"Patah hati nieh ceritanya?" ledek MC lagi sambil meminta bagian operator untuk menyiapkan musiknya.
"Baiklah, para tamu undangan yang terhormat." ucap MC memberi pengantar sebelum Boby menyanyi.
"Perkenanlah pemuda patah hati ini menyanyikan lagu untuk mempelai wanita yang terlihat sangat cantik hari ini." ucap MC berseloroh membuat para tamu undangan fokus padanya dan menunggu siapa gerangan yang patah hati.
Boby pun mulai bernyanyi dengan alunan suara yang indah. Tentu saja karena dia sebenarnya memang sering manggung di cafe-cafe.
Ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka melihat kau bermesraan dengannya
Ku tak bahagia melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Riuh tepuk tangan para tamu undangan selesai BoBy menyanyi untuk Zella.
"Aku akan menyanyikan lagu yang jauh lebih indah untukmu." bisik Levi yang terdengar sangat cemburu.
__ADS_1
"Apa suamiku ini sedang cemburu?" tanya Zella pelan.
"Tentu saja aku cemburu, melihat kau terpesona dengan suara Boby." jelas Levi.
Zella hanya tersenyum mendengarkan ucapan suaminya.
Zella dan Levi pun duduk setelah menyalami tamu undangan.
"Bagaimana jika aku katakan, kalau aku lebih terpesona pada suamiku." bisik Zella dan membuat Levi meremang.
"Siapkan dirimu untuk membayar cicilan sayang." ucap Levi.
Belum sempat Zella menjawab, fotografer sudah memberi aba-aba untuk foto bersama dengan keluarga.
Satu per satu keluarga besar Zella foto dengan pengantin. Lalu bergantian dengan keluarga besar Levi dan kini foto dengan teman-teman Zella.
Dengan pedenya Boby berdiri di samping Zella membuat Levi sangat posesif terhadap istrinya.
Dipeluknya pinggang istrinya, dan Zella pun sadar akan kecemburuan suaminya. Akhirnya Zella menarik Tyna, teman SMAnya untuk berdiri tepat di sampingnya.
Setelah acara pemotretan, kini Zella dan Levi turun dari pelaminan untuk berbaur dengan tamu yang ingin mereka temui.
"Jangan sampai kau menemui, orang gila itu." pesan Levi dan Zella mengangguk setuju.
Zella langsung menghambur ke pelukan Nay dan Silla.
"Aku sangat merindukan kalian." ucap Zella.
"Aku juga sangat merindukanmu, Zella. Kau makin cantiiikk." puji Nay.
"Benar, kau sangat cantik Zella. Apakah sudah ada keponakanku disini?" bisik Silla membuat Zella menggelengkan kepalanya.
"Kau ini." ucap Zella mencubit sahabatnya pelan.
"Apa kau tidak merindukanku, Zella?" tanya Leon.
"Tentu saja aku sangaaat merindukanmu." jawab Zella.
"Oh iya, bagaimana kabarmu Niza?" tanya Zella dan Niza langsung memeluk Zella.
"Aku baik kaak, terima kasih sudah menerima ku tinggal di ruko." ucap Niza sendu.
"Aku juga sangat berterima kasih padamu sudah membantuku mengurus ruko." ucap Zella.
Pesta pun hampir berakhir, beberapa tamu sudah terlihat pamit undur diri. Levi sudah mengamit tangan Zella untuk meninggalkan pesta.
"Sayang," panggil Levi. "Aku rasa datang bulanmu sudah usai sejak tadi malam bukan?"
"Emmmh, May be yes may be no." jawab Zella.
__ADS_1
Mendengar jawaban Zella, Levi langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar pengantin yang sudah disiapkan putra pemilik hotel yang juga sahabat kecil Levi.