
Silla yang sudah hafal dengan situasi malam di Bandung langsung menjalankan mobilnya menuju mansionnya. Sedangkan, Zella memboncengkan Nay dengan sepeda motornya. Saat hampir sampai di ruko Zella, keduanya dihadang tiga orang pria dan memaksa Zella untuk turun dari motornya.
Nay langsung ketakutan dan teriak minta tolong. Tapi salah satu pria langsung membekap mulut Nay agar tidak berteriak.
"Cepat turun dari motormu!" hardik salah satu pria yang paling kekar. Zella pun tampak menurut, hingga membuat pria tersebut merasa senang. Tapi Zella justru menghidupkan motornya dan sengaja menabrak orang yang menghardiknya sampai jatuh tersungkur dan kepalanya terbentur trotoar.
Sedangkan pria yang satunya lagi langsung menyerang ke arah Zella dan tanpa rasa takut Zella kembali menabraknya kencang hingga jatuh tepat di depan Nay.
Melihat hal tersebut, Nay langsung memiliki keberanian menggigit tangan pria yang membekapnya dan menendang selangkangannya. Nay langsung berlari naik ke motor Zella dan duduk di belakang.
Dengan cepat Zella memacu sepeda motornya dan melaporkan kejadian barusan pada Satpam penjaga di rukonya. Mendengar laporan Zella, satpam ruko langsung mengejar pelaku kejahatan tapi sayangnya satu orang pria yang membekap Nay berhasil kabur.
Satpam ruko yang sudah menangkap 2 orang pria pelaku kejahatan tersebut langsung membawanya ke kantor polisi. Zella dan Nay pun ikut untuk dimintai keterangan.
Pihak kepolisian langsung menghubungi Levi selaku pemilik kampus dan memberi kabar tentang tindak kejahatan yang telah terjadi di sekitar kampusnya. Levi langsung menuju ke kantor polisi.
"Zella," panggil Levi terkejut melihat Zella ada di kantor polisi. "Ngapain kamu disini?" tanya Levi mulai cemas.
Belum sempat menjawab, Zella dan Nay sudah di panggil ke ruang untuk dimintai keterangan. Levi langsung diberi informasi oleh polisi tentang laporan kejadian di dekat kampus miliknya dan korban yang ternyata juga mahasiswinya.
"Mahasiswi anda luar biasa, Pak Levi. Mereka mampu melumpuhkan 3 pria sekaligus." puji Komandan Polisi. "Sayangnya satu orang berhasil kabur. Tapi tenang saja, kami kan segera meringkusnya."
Levi sangat terkejut mendengar penuturan polisi tersebut sekaligus bangga dengan apa yang Zella upayakan untuk menjaga dirinya sendiri.
"Saya akan perketat keamanan sekitar kampus mulai besok. Tolong korek informasi dengan detail apa motif mereka melakukan semua ini." pinta Levi.
"Baik, Pak Levi." jawab polisi tersebut. "Kami akan beri laporan secepatnya."
Baru saja Levi hendak menemui Zella, dari luar tampak polisi menggiring satu orang pelaku yang berhasil melarikan diri. "Ini pelaku yang sempat melarikan diri, komandan."
"Gabungkan dengan yang lainnya!" perintah komandan polisi. "Pak Levi, tunggulah sebentar jika anda ingin mengetahui motif kejahatan mereka."
__ADS_1
"Baik," ucap Levi singkat dan kembali duduk menunggu Zella keluar dari ruangan.
***
Di lain sisi Carina, Laluna, dan Winda sedang ketakutan karena misinya untuk mencelakai Zella gagal.
"Winda, ini adalah salahmu memberi ide gila sama kita." gerutu Carina.
"Hei, ini juga kemauanmu kan untuk membuat adik tiriku celaka." sanggah Winda.
"Sudahlah Carina, Winda. jangan saling menyalahkan. Kita harus berfikir cepat untuk cari jalan keluarnya." ucap Laluna.
"Begini saja, Bang Osep pasti akan tertangkap polisi karena kedua pelaku sudah tertangkap. Jadi suruh Bang Osep bilang kalau dalangnya adalah Winda." ucap Carina.
"Hei, bukan cuma aku yang punya ide gila ini. Kalau aku tertangkap, aku pastikan kalian juga harus tertangkap." ancam Winda.
"Begini, Winda. Kalau kau tertangkap, maka kami akan berusaha mengeluarkanmu dari penjara. Kalau semuanya tertangkap, lalu siapa yang akan membebaskan kita?" tanya Laluna.
"Kalau begitu kenapa tidak kau saja, Luna?" tanya Winda geram.
Setelah itu Carina dan Laluna langsung meninggalkan Winda sendirian di kosnya.
Zella dan Nay sudah selesai dimintai keterangan, dan kini keduanya akan pulang bersama satpam ruko.
"Zella, kau tidak apa-apa kan?" tanya Levi menghampiri Zella.
"Kami baik, Pak Levi. Seperti apa yang bapak lihat sekarang." jawab Zella.
"Aku mencemaskanmu," ucap Levi memegang bahu Zella. "Biar aku antar pulang, tunggulah sebentar." ucap Levi.
Levi berbicara sebentar pada polisi bahwa ia akan kembali lagi setelah mengantar mahasiswinya pulang.
__ADS_1
"Winda!" pekik Zella terkejut melihat Winda diringkus polisi.
"Zella, tolong aku. Bukan aku dalang kejahatan ini, Zella." ucap Winda meronta-ronta.
Zella sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Winda. Polisi pun mengabarkan bahwa hasil penyelidikan pertama, dalang dari kejahatan ini adalah Arawinda Mey yang juga mahasiswi di kampus milik Levi.
Levi langsung meminta tolong agar berita ini tidak dipublikasikan sebab akan berpengaruh pada kampusnya. Pihak polisi pun setuju dan siap membantu mengerahkan anak buahnya untuk menjaga keamanan di sekitar kampus.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Setelah dirasa cukup, Levi undur diri dan mengantar Zella pulang ke rukonya.
"Malam ini saya akan tidur di rukomu." ucap Levi mulai menjalankan mobilnya.
"Baiklah, nanti saya akan tidur di kamar Nay." jawab Zella yang sudah sangat lelah.
Nay yang masih shock dengan kejadian tadi hanya terdiam. Dilihatnya Zella sudah mulai memejamkan matanya.
"Besok kamu dan Zella bisa libur untuk beristirahat" ucap Levi pada Nay saat melihat Zella sudah terlelap kelelahan.
"Terima kasih, Pak Levi." ucap Nay. Tanpa menunggu lama mereka sampai di ruko Zella. Nay langsung masuk ke dalam ruko dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia melupakan Zella karena sudah tidak kuat menahan kantuk.
Levi mengangkat tubuh Zella ke kamarnya dan merebahkan di atas kasur. Ia langsung ke bawah untuk mengunci pintu ruko dan kembali naik ke kamar Zella.
"Aku sangat mencemaskanmu," ucap Levi sambil memeluk Zella dengan erat. "Kali ini akan kupastikan kau baik-baik saja," ucap Levi mengecup kening Zella dan kembali memeluknya.
Zella menggeliat dalam pelukan Levi dan berbalik memunggungi Levi hinga tanpa sengaja tangan Levi menyentuh dada Zella.
"Awh, ****. Kau membangunkan senjataku, Zella." pekik Levi menarik tangannya pelan. Setelah tangan Levi berhasil ditarik dari tubuh Zella, kini Zella malah merubah posisinya dalam keadaan terlentang.
Rasa kantuk Levi hilang seketika saat memandang wajah cantik Zella. "Apa kau sungguh telah mencintaiku, Zella?" bisik Levi di telinga Zella.
"Hu'um." jawab Zella dibawah alam sadarnya dan terdengar sangat seksi di telinga Levi.
__ADS_1
"Oh My God, kalau begini caranya mana mungkin aku bisa tidur." gerutu Levi yang hanya mendengar suara Zella saja membuat senjatanya kembali berdiri.
Akhirnya Levi merebahkan tubuhnya di sofa kamar Zella karena takut jika nantinya ia tidak dapat mengontrol dirinya.