Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 80


__ADS_3

Levi yang kini sudah berada di dalam kamarnya mulai uring uringan. Semalam ia sudah kebut kebutan menyelesaikan pekerjaannya agar dapat bersua dengan Zella. Tak dapat dipungkiri bahwa ia sangat membutuhkan istrinya sebagai penawar lelahnya malam ini.


Urusan Bayu sudah selesai dan membuatnya sangat lega. Sayangnya ia kini harus berjuang untuk menutup matanya tanpa Zella di sampingnya. Ia terus berbolak balik mengubah posisi tidurnya.


"Zellaa, aku benar-benar tidak bisa tidur malam ini." gerutu Levi kesal.


Ia sudah menduga bahwa ini adalah permainan Silla yang membalas keisengan Levi tadi sore. Tapi Silla benar-benar keterlaluan menyekap istrinya dalam kurun waktu satu minggu ke depan.


***


Sedangkan Bayu kini menjalankan mobilnya pulang ke rumah dengan rasa kecewa yang mendalam. Betapa ia sudah memimpikan pertempuran nya malam ini dengan Nay. Sayangnya mimpi indahnya harus buyar karena ulah keponakannya.


Akhirnya ia menjalankan mobilnya ke arah mansion Levi. Setelah memarkirkan mobilnya, ia segera masuk ke dalam mansion dan menempati kamar yang biasa ia gunakan. Setelah membersihkan diri, ia mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap ke langit langit kamar.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Bayu pada dirinya sendiri.


Malam makin larut, dan Bayu makin tak bisa memejamkan matanya karena terus membayangkan Nay. Akhirnya Bayu memutuskan mencari sesuatu di pantry.


Sesampainya di pantry, ia melihat Levi yang sedang membuat minuman.


"Kamu belum tidur?" tanya Bayu sambil mengambil gelas dan mulai membuat minuman.


"Sejak kapan om Bayu ada disini?" tanya Levi sambil mengaduk minumannya.


"Aku pulang kesini aja, besok ngajarnya berangkat dari sini." jawab Bayu.


"Silla nih bener-bener resek tau gak. Tega bener nyekap istri istri kita." gerutu Bayu dan Levi hanya diam tidak menanggapi.


"Sabar ya Om," Levi menepuk bahu Bayu. "Om Bayu pasti udah gak sabar ya pingin nubruk istri Om." ledek Levi.


"Ya iyalah. Kalo ditunda tunda terus begini, gimana om bisa kasih kamu adik sepupu coba?" ucap Bayu kesal.


"Emang mau bikin anaknya pake gaya apa om?" tanya Levi sambil memainkan alis matanya.


"Yang paling enak pakai gaya apaan Lev? Coba kasih tau Om, gaya mana yang paling wanita suka?" Bayu malah bertanya balik dan membuat Levi terkekeh.

__ADS_1


"Rahasia dooong," jawab Levi yang mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Bayu. "Nanti Om Bayu pasti cepet pinter deh meskipun otodidak." ucap Levi membuat Bayu mendengus kesal.


"Dasar ya, punya keponakan gak ada yang bener." gerutu Bayu dan meninggalkan pantry.


***


Pagi harinya, Zella dan Nay sudah siap memasak sarapan untuk mereka dan Zella menata bekal untuk sarapan Levi di kantor. Setelah membersihkan diri, mereka segera mempersiapkan dirinya untuk kuliah.


"Om Bayu siapin bekal juga, Nay." ucap Zella saat sarapan bersama Silla dan yang lainnya.


Nay langsung mengambil kotak makan dan menata bekal untuk Bayu. Setelah sarapan, Leon sudah datang menjemput Silla dan sahabatnya pergi ke kampus.


Baru mau masuk ke mobil Leon, Zella dan Nay ditarik tangannya oleh suami mereka secara bersamaan.


"Zella, biar aku antar ke kampus." ucap Levi pada Leon dan Silla.


"Nay, juga biar aku aja yang antar ke kampus." ucap Bayu tidak mau kalah.


"Ehm, Kak Bayu. Minggu ini kita udah janji sama Silla untuk fokus tes semester dulu." tolak Nay sambil menyerahkan kotak bekal untuk Bayu.


Zella pun sama, mengambil kotak makannya dan diberikan pada Levi. "Sayang, aku tau kamu sibuk. Aku juga ingin fokus dulu satu minggu ini. Akhir pekan, kami juga ada acara untuk para cewek." ucap Zella membuat Levi menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku ke kampus bateng Silla aja ya. Cuma seminggu kok." ucap Zella sambil masuk ke dalam mobil.


"Tunggu, Zella." cegah Levi menarik tangan istrinya dan mencegahnya masuk mobil Leon.


"Jam kosong temui aku di ruangan. I do miss you, my wife." bisik Levi tepat di telinga Zella.


"Aku usahakan ya sayang." jawab Zella dan langsung masuk ke dalam mobil.


Levi mengusap wajahnya kasar saat mobil Leon berjalan meninggalkan ruko Zella.


"Aku tidak bisa tinggal diam, Levi." ucap Bayu kesal.


"Tenang aja Om, kita ikuti saja alut permainan mereka." jawab Levi.

__ADS_1


Baru masuk ke dalam mobil, ponsel Levi berdering dan terlihat mamanya memanggil. Mama Karen memberi kabar bahwa ia dan Dion akan pulang akhir pekan ini. Setelah panggilan dari mamanya terputus, Levi segera menjalankan mobilnya ke kampus.


***


Satu minggu sudah berlalu. Levi dan Bayu benar-benar mengalah dari permainan Silla. Keduanya benar-benar merelakan istrinya dikuasai oleh Silla sementara waktu ini. Malam ini adalah girl's time mereka sebagai pengganti bridal shower Zella dan Nay.


Mereka benar-benar menghabiskan malam akhir pekan mereka dengan sangat bahagia. Terlebih Silla yang sangat puas selama satu minggu ini berhasil membuat om dan kakak laki-lakinya bertekuk lutut.


Tepat pukul 00.00 dini hari, pesta para cewek pun usai. Levi langsung membawa Zella dan Silla pulang ke mansionnya, begitu pula dengan Bayu yang langsung membawa Nay dan Niza ke rumahnya. Malam ini, ruko Zella yang dalam seminggu ini ramai dengan aktifitas Zella dan sahabatnya kini mulai sunyi.


"Sudah puas Prisilla Ainsley sudah menyekap istriku selama satu minggu?" tanya Levi yang memandang Silla dari kaca spion tengah.


"Hei, aku tidak menyekap kakak iparku. Tanyakan saja pada dia." sanggah Silla.


"Benarkah begitu, sayang?" tanya Levi sedikit sinis pada istrinya.


"Tentu saja, kami semua benar-benar menghabiskan waktu dengan sebaik mungkin selama satu minggu ini. Bahkan menurutku, kami melakukan bangak hal yang bermanfaat, sayang." jawab Zella.


"Baiklah, kau harus membayarnya nanti di mansion sayang. Kau harus membayarku karena sudah satu minggu mengacuhkan diriku." ucap Levi.


"Ayolaaaah sayaaang. Masa gituh aja ngambek." bujuk Zella dan Levi hanya diam saja. Tapi di relung hatinya yang paling dalam, ia sangat bahagia dapat bersama dengan Zella lagi.


Sesampainya di mansion, Silla langsung berlari ke kamarnya karena sudah tak sanggup menahan rasa kantuknya. Sedangkan Zella terus bergelayut manja di lengan suaminya.


Tak dapat dipungkiri bahwa Zella sangat merindukan Levi. Hanya saja kali ini Levi sedikit jual mahal dengan Zella dengan merajuk. Zella terus menerus merayu suaminya sampai mereka tiba di kamar.


"Jangan marah dong sayang," bujuk Zella dan Levi masih diam menunggu Zella menawarkan tubuhnya sebagai permintaan maafnya.


"Oke, I will pay it all." ucap Zella berjanji akan membayar waktunya tidak bersama Levi seminggu ini.


"Aku tahu, kau pasti merindukan permainan kita disini kan, sayang?" tanya Zella sambil mengelus tempat tidurnya.


Seketika senyum Levi merekah saat Zella benar-benar mengetahui apa yang diinginkan nya.


"Tapi nanti yaa setelah tamu bulananku usai. Karena aku baru dapet tadi sore." ucap Zella yang membuat kepala Levi pusing seketika.

__ADS_1


"Oh My God, Zellaaaaaaa. Bunuh saja diriku kalau begituu." pekik Levi kesal dan langsung pergi ke kamar mandi untuk melepaskan hasrat nya.


__ADS_2