Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 56


__ADS_3

Zella tertidur di depan televisi dan Granny memanggil Levi untuk membawa istrinya ke kamar.


"Levi, bawa istrimu ke kamar ya." perintah Granny. "Ia tertidur di depan televisi." jelasnya lagi.


"Baik Granny." jawab Levi.


"Papa istirahat dulu ya," pamit papa Green. "Terima kasih sudah menemani papa malam ini."


"Oke pa, sama-sama." jawab Levi membereskan papan catur.


Levi masuk ke mansion dan langsung menggendong istrinya ke kamar. Dibaringkannya istrinya di atas tempat tidur dan diselimutinya.


"Aku tidak akan mengganggumu malam ini, sayang." ucap Levi sambil mengecup kening istrinya.


"Karena aku tidak ingin menyengsarakan diriku sendiri. Deep sleep, honey." Levi berjalan ke arah sofa.


Ia mulai membuka laptopnya untuk menyelesaikan kerjaannya yang beberapa hari ini tertunda.


Levi mulai mengecek tugas mahasiswa yang masuk dalam emailnya. Terlihat deretan nama mahasiswa yang sudah mengirim tugasnya.


"Zella," ucap Levi mendapati nama Zella yang masuk dalam urutan pertama pengumpulan tugas.


"Kapan dia mengerjakan tugasnya?" gumam Levi sambil mengecek hasil tugas istrinya.


Levi mengecek tugas Zella secara detail. "Sepertinya kau akan bisa cepat lulus jika seperti ini." puji Levi sambil memberikan nilai pada tugas Zella.


Tepat pukul dua dini hari, Zella mengerjapkan matanya. Dilihatnya suaminya masih berkutat di depan laptop. Zella pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke tempat dimana suaminya duduk.


"Tidak tidur, kak?" tanya Zella melihat ke layar laptop suaminya.


"Belum mengantuk, sayang. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan malam ini." jawab Levi.


"Aku akan buatkan minuman untukmu," ucap Zella meninggalkan Levi yang masih fokus.


"Makasih banyak ya sayang." balas Levi yang tidak mengalihkan pandangannya.


Sampai di pantry, Zella menemukan kakaknya yang membuka pintu kulkas dan mencari makanan.

__ADS_1


"Kak Azel cari apa?" tanya Zella membuat Azel terkejut.


"Cari makanan dek, gak tau nieh laper banget." jawab Azel.


"Mau aku bikinin spagetti?" tawar Zella.


"Mau banget laah." jawab Azel yang langsung menutup pintu kulkas dan duduk di kursi makan.


"I'll waiting you." ucap Azel.


Zella segera membuatkan spagetti untuk kakaknya dan juga suaminya. Sambil merebus spagetti, Zella meracik minuman. Kali ini Zella membuat Lemon Madu.


Kini spagetti dan lemon madu sudah siap. Zella langsung menyajikan untuk kakaknya.


"Makasih ya dek." ucap Azel yang langsung menyantap spagetti buatan Zella.


"Sama-sama. Aku langsung ke kamar ya kak." pamit Zella dan Azel hanya mengangguk dengan mulut yang penuh spagetti.


Zella langsung masuk ke kamarnya dan menyajikan spagetti untuk suaminya.


Levi menutup laptopnya dan berganti menatap istrinya.


"Makasih ya sayang." ucap Levi tulus. "Kau benar-benar perhatian sekali."


"Tunggu sebentar." Levi beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sesuatu dari tasnya.


"Ini nafkah dariku." Levi menyerahkan kartu ATM Platinum pada istrinya. "PINnya adalah tanggal pernikahan kita." jelas Levi.


"Dan ini adalah titipan dari mama untukmu." ucap Levi memberikan kotak perhiasan ke tangan Zella.


"Kak, apa ini tidak berlebihan?" tanya Zella.


"Mama sudah mempersiapkannya untukmu." jawab Levi mengambil spagetti dan mulai menikmatinya.


"Masakanku sangat lezat, sayang." puji Levi dan dengan lahap memakannya.


Zella menyimpan pemberian Levi dan mamanya. Kemudian ia kembali mendekat pada suaminya.

__ADS_1


"Sampaikan pada mama, terima kasih banyak." ucap Zella dan Levi mengangguk.


Tanpa menunggu lama, spagetti untuk Levi sudah habis gak bersisa. Kini Levi menikmati minuman buatan istrinya.


Zella terlihat mulai menguap. "Tidurlah istriku sayang." ucap Levi sambil membereskan pekerjaannya.


Zella mengangguk dan langsung naik ke atas tempat tidurnya. Levi menyusul istrinya merebahkan dirinya ke atas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.


***


Pagi ini Zella dan Levi mulai disibukkan serangkaian kegiatan persiapan pesta pernikahan mereka.


Dari mulai undangan, kostum, foto wedding, sampai gedung dan lain sebagainya.


Tiga hari ini membuat Zella dan Levi sangat kelelahan. Terlebih Levi masih harus mengecek perkembangan kampus dan usahanya sendiri.


Satu hari menjelang pesta, akhirnya Levi dan Zella mulai bisa bernafas lega dapat mengistirahatkan tubuhnya.


Zella dan Levi tampak masih bermalas-malasan di atas tempat tidur.


"Setelah hari esok, kau tidak akan tinggal di ruko lagi sayang." ucap Levi sambil memainkan rambut panjang Zella.


"Lalu?" tanya Zella.


"Kita akan mencari rumah sendiri sesuai dengan keinginanmu." jelas Levi.


"Bagaimana jika tinggal bersama mama dan Silla?" tanya Zella. "Bukankah lebih mengasyikkan?"


"Aku tidak mau kau banyak menghabiskan waktumu bersama Silla." ucap Levi jujur.


"Ayolah kaaaaak. Kita tinggal di mansion mama saja dulu." rengek Zella.


Mau tidak mau Levi pun mengiyakan permintaan istrinya.


Tak lama kemudian pintu kamar Zella diketuk oleh salah satu asisten rumah tangganya. Ia mengantarkan terapist spa untuk melakukan perawatan untuk Zella.


Akhirnya Levi keluar dari kamar dan menuju ke taman.

__ADS_1


__ADS_2