Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 58


__ADS_3

Zella terus memandangi wajah Levi yang sedang menggendongnya.


"Apakah malam ini aku akan seutuhnya menjadi istrimu?" tanya Zella dalam hati.


"Disisi lain, aku sangat ingin. Tapi disisi lain aku sangat takut." batin Zella.


"Aku sudah tidak punya alasan lagi untuk menghindarimu." Zella terus menggumam dalam hatinya sambil memandangi wajah suaminya.


"Aku tau aku sangat tampan bukan?" tanya Levi sambil membuka pintu kamar.


"He hemm." jawab Zella singkat.


Levi menurunkan istrinya dan Zella melihat sekeliling kamarnya dipenuhi dekoran bunga yang sangat indah.


Zella berjalan ke arah meja rias dan membuka kotak yang ada di atas meja.


"Apa apaan ini?!" teriak Zella saat mengetahui isi kotak.


Levi langsung mendekat ke arah Zella. "Ada apa sayang?" tanya Levi.


Zella tidak menjawab dan hanya memperlihatkan lingerie dan jamu penamb*h gair*h di dalam kotak.


Kini keduanya saling menatap dalam diam. Sama-sama merasa canggung dan tidak tahu harus dimulai dari mana.


Padahal beberapa waktu kemarin Levi sangat menggebu-gebu menantikan malam ini.


"Aku mandi dulu kak," ucap Zella memecah keheningan.


"Emmmh, Zella." panggil Levi membuat Zella menghentikan langkahnya.


"Perlu aku bantu untuk membuka gaunmu?" tanya Levi.


"Tolong turunkan resleting belakangnya aja kak." pinta Zella dan Levi langsung melepaskan kaitan ujung gaun Zella.


Ia mulai membuka resleting gaun Zella membuatnya menelan ludahnya kasar melihat punggung mulus Zella yang mulai terekspos karenanya.


Zella yang merasa sedikit berdesir karena sentuhan Levi di punggungnya pun segera berlari ke kamar mandi.


"Thanks ya kak." ucap Zella sambil menutup pintu kamar mandi.


Levi kini duduk termenung menunggu istrinya selesai mandi.


"Kak, aku sudah selesai." ucap Zella keluar dari kamar mandi menggunakan baju handuk.


"Oh iya." jawab Levi bergantian masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Kini Zella membuka kopernya dan ia hanya menemukan pakaian yang sama dengan yang ada di dalam kotak.


"Apa-apaan sih ini?" gumam Zella dalam hati. Ia segera menelfon kakaknya untuk mengirimnya baju.


"Aku sangat lelah dek, pakailah baju yang ada dulu. Besok pagi akan aku antarkan bajumu." ucap Azel di ujung panggilan.


Zella pun mulai kesal. Ia segera menelfon papanya, dan ucapan papa Green hampir sama dengan kakaknya.


Mau tidak mau ia menelfon Granny. Dan panggilan Zella sengaja tidak diangkat oleh Granny.


"Belum ganti baju sayang?" tanya Levi yang sudah selesai mandi dan memakai kaos dan celana pendeknya.


"Kak, apa lau lelah?" tanya Zella. "Aku ibgin minta tolong padamu."


"Ada apa sayang?" tanya Levi.


"Bajuku tidak ada satu pun. Di koperku hanya ada singlet yang sangat banyak dan bermacam-macam warnanya." gerutu Zella membuat Levi kurang paham apa yang dimaksud.


"Coba sini aku lihat," ucap Levi membuka koper Zella.


Levi menahan senyumnya melihat isi koper milik Zella.


"Pakai saja yang warna hitam, sepertinya tidak terlalu buruk. Besok akan aku pesankan baju untukmu." ucap Levi memberikan lingerie warna hitam pada istrinya.


"Baiklah," ucap Zella mengambil lingerie tersebut dari tangan Levi.


Levi menatap istrinya yang terlihat sangat seksi menggunakan yang warna hitam.


"Apa ini terlalu terbuka?" tanya Zella dan Levi hanya menggelengkan kepalanya.


Levi mendekat ke arah Zella membuat Zella sedikit merinding.


"Kak Levi mau aku pesankan makanan atau minuman?" tanya Zella mencoba untuk berkelit.


"Aku tidak butuh sayang," jawab Levi yang kemudian menggendong istrinya dan direbahkan di atas ranjang.


"Aku butuh kau mencicil hutangmu." bisik Levi membuat Zella meremang.


Cup.


Levi mengecup bibir Zella sekilas. Zella mencoba menarik nafasnya pelan untuk menetralkan detak jantungnya.


Kini Levi mulai mencium bibir istrinya dan menyesapnya dalam dalam. Zella mulai larut dalam permainan Levi, dan keduanya saling memagut menuntaskan keinginan yang tertunda dari beberapa waktu yang lalu.


Levi mulai menyingkap tubuh istrinya dan mengeksplornya satu persatu membuat Zella menahan suaranya saat suaminya mulai meraba tubuhnya.

__ADS_1


"Jangan tahan suaramu, sayang." bisik Levi dan Zella mulai melenguh.


Tubuhnya menggelinjang saat Levi mer*b* dadanya dan mulai memainkan ujungnya.


"Emmmmh, kaaaak." desah Zella membuat suaminya makin menggebu.


Levi mulai menelusuri leher jenjang Zella dengan bibirnya dan turun ke dada Zella dan membuat tanda kepemilikan mengitari ni**le istrinya yang sudah meneg*ng.


******* Zella makin kencang ketika suaminya mulai menyes*p ni**le miliknya sepert bayi. Zella mengusap kepala suaminya dan sedikit menarik rambut Levi ketika tubuhnya menggelinj*ng hebat menerima permainan Levi.


"Aku takut kak," ucap Zella ketika Levi mulai bermain pada intinya.


"Aku akan lakukan dengan pelan, aku pastikan kau akan menikmatinya sayang." jelas Levi melanjutkan permainannya.


Benar saja, Zella merintih kesakitan saat Levi berhasil merobek selaput daranya. Namun rasa kesakitan itu cepat berganti dengan kenikmatan tiada tara yang baru Zella rasakan.


Levi dan Zella sama sama menikmati penyatuan pertamanya. Kini Zella berasa di pelukan Levi dan keduanya menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Terima kasih istriku sayang," ucap Levi mengusap kepala Zella dan mengecupnya.


"He hemm." jawab Zella mengeratkan pelukannya membuat Levi kembali turn on.


"Again, baby." pinta Levi memulai permainannya lagi.


"Kaaaak, tapiiii . . . " penolakan Zella tidak digubris oleh Levi.


Levi sudah memulai permainannya dan mau tidak mau Zella pun hanyut salam setiap sentuhan yang Levi berikan.


Zella kembali menikmati penyatuan keduanya dengan suaminya. Kini ia tidak lagi merasakan sakit, melainkan merasakan nikmat tiada tara.


"Enough kaaak." pinta Zella saat Levi mulai mengger*y*nginya untuk melanjutkan permainannya yang ketiga kalinya.


"Baiklah, kau istirahat dulu sayang. Nanti kita akan lanjut lagi." jawab Levi.


"Nanti? Kenapa tidak besok saja?" tanya Zella pelan.


"Hutangmu sangat banyak istriku. Malam ini kau belum menyicil hutangmu. Melainkan baru membayar down payment nya." jelas Levi dengan tatapan nakal.


"Iiiiiih, Kak Levi jahat banget siiih." gerutu Zella memukul mukul dada suaminya.


"Bukan jahat sayang. Tapi inilah kebaikan tiada tara." ucap Levi memeluk tubuh polos istrinya.


"Istirahatlah, atau ingin mencicil hutangmu?" tanya Levi dan Zella langsung menggeleng dan memejamkan matanya.


Belum lama Zella tertidur, milik Levi sudah kembali mode ON. Levi mulai merab* tubuh istrinya dan membuat melenguh di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


Levi memulai lagi permainannya membuat istrinya kembali membuka matanya. Akhirnya penyatuan mereka yang ketiga benar-benar membuat Zella sangat lemas.


Levi kembali menyelimuti tubuh istrinya. Keduanya kini akhirnya benar-benar memejamkan matanya dan terlelap dalam mimpi mereka.


__ADS_2