Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 44


__ADS_3

Acara pertunangan Azel hari ini digelar sangat meriah di hotel bintang lima. Zella dan semua teman perempuannya sudah dirias oleh MUA. Azel tampak sangat memukau mengenakan setelah jas warna birel yang senada dengan warna gaun Lily. Sedangkan papa Green, Levi dan Leon mengenakan jas warna hitam.


Azel dan Papa Green sudah lebih dulu berangkat ke hotel, sedangkan Levi dan Leon masih menunggu para gadis turun ke loby. Zella dan yang lainnya akhirnya turun ke bawah membuat Levi dan Leon tak berkedip melihat kecantikan Zella.


"Jaga pandanganmu, Leon!" perintah Levi sambil menyikut lengan Leon.


"Emmm, aku hanya memandangnya bukan memilikinya. Apá itu juga masih dilarang?" tanya Leon yang masih memandang Zella.


Renata makin kesal mendapati Levi dan Leon sama-sama terpukau melihat kecantikan Zella.


"Ayo Leon, kita langsung berangkat." ucap Renata menarik lengan sepupunya.


"Kita akan berangkat satu mobil dengan mereka." jawab Leon.


Di luar memang sudah disiapkan mobil yang biasa digunakan keluarga Alexio saat pergi bersama.


"Kenapa kau menggulung rambutmu, Zella?" tanya Levi kesal.


"Semuanya juga begitu," jawab Zella menunjuk ke yang lain.


"Sudahlah kak, simpan rasa cemburu mu, sekarang kita harus cepat pergi sebelum terlambat." ucap Silla menepuk bahu kakaknya.


"Kau terlihat sangat cantik, Zella." puji Leon dengan sengaja mengatakannya di depan Levi.


"Terima kasih kak Leon." ucap Zella membuat Levi menggeram kesal dan langsung menarik tangan Zella pelan untuk segera masuk ke mobil.


Kini mereka sudah siap untuk pergi menuju hotel.


"Hari ini kau seperti anak kecil, Kak Levi," bisik Zella di telinga Levi.


Levi membuang mukanya ke luar jendela dan mobil pun segera melaju meninggalkan mansion Zella.


"Ehmm," Leon berdehem kencang. "Kalo Pak Levi buang muka, biar aku aja yang menikmati kecantikan kamu Zella." goda Leon membuat yang ada di mobil tertawa kecuali Renata.


"Leoooon," pekik Levi kesal. "Jangan hiraukan dia, Zella." ucap Levi memegang tangan Zella erat membuat Zella terkekeh.

__ADS_1


Baru kali ini, Zella melihat Levi sangat cemburu. Kini mereka sudah tiba di hotel dan langsung menuju ke hall yang sudah dipesan untuk acara pertunangan Azel dan Lily.


Tangan Zella langsung ditarik oleh Renata, "Kini kau harus bersama kami, Zella. Biarkan Levi bersama Leon dulu untuk mendamaikan mereka." ucap Renata membuat semua tertawa kecuali Leon.


Dia mulai mencemaskan keberadaan Zella disamping Renata. Belum sempat Leon menahan Renata, para gadis sudah meninggalkan Leon dan Levi di Loby. Akhirnya Leon dan Levi pun bergegas menyusul masuk menuju hall.


Sampai di Hall, Zella bergabung dengan papanya dan Azel. Sedangkan yang lain berbaur dengan para tamu undangan. Carina dan orang tuanya sudah hadir, begitu pula Laluna. Tapi kali ini Laluna datang hanya dengan papanya karena mamanyá sedang ada acara.


Acara pertunangan Azel pun di mulai. Beberapa rekan kerja Azel dan papanya yang hadir memandang takjub pada putri Green Alexio yang memang tidak pernah diekspos. Hampir semua tamu yang hadir justru membicarakan adik perempuan Azel dan membuat Levi makin mendidih.


Setelah acara inti selesai, kini waktunya para tamu mulai menikmati hidangan yang disajikan. Zella yang masih dengan Papa Green pun dikenalkan dengan para koleganya.


"Putri anda sangat cantik dan menawan Tuan Green. Bagaimana jika kita jodohkan dengan putraku, Rio?" tawar Tuan Andreas pemilik Hotel tempat acara ini berlangsung.


"Putriku sepertinya sudah memiliki tambatan hatinya, Tuan Andreas." jawab Papa Green bijak.


"Wah, sayang sekali ya." ucap Tuan Andreas dan Zella pun mulai beranjak meninggalkan papanya.


"Hai Nona Grizelle Alexandria, apá kabar?" tanya seseorang dari belakang Zella membuat Zella berbalik.


"Kau makin mempesona, Nona. Mau berdansa dengan ku?" tawar Richard dan Zella langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak pandai untuk itu, Tuan. Saya permisi." ucap Zella undur diri membuat Richard makin berdecak kagum dengan Zella.


Renata yang melihat Zella dan Richard makin menggeram kesal. "Bahkan Richard juga menginginkanmu, Zella. Kau sangat rakus laki-laki diusiamu yang masih bau kencur." gumam Renata dalam hati.


Kini Zella sudah bersama Levi yang sedari awal acara harus menahan rasa cemburunya.


"Zella, kau benar-benar membuatku sangat cemburu." ucap Levi terus menggenggam tangan Zella. "Kita nikah aja yuk." ajak Levi kemudian membuat Zella refleks mencubit pinggang Levi.


"Jangan ngaco deh." jawab Zella menyuapkan potongan buah ke mulut Levi.


"Duuuuh, mesranyaaa." ucap Renata membuat Zella menjaga jaraknya dengan Levi. "Gabung ke sana yuk, Zella. Kita kan belum foto-foto." ajak Renata sambil menunjuk ke arah Nay dan teman-temannya.


Zella pun mengangguk dan mengiyakan ajakan Renata sampai membuat Levi kembali kesal. Renata memberikan minuman pada Zella dan tanpa rasa curiga, Zella langsung meminumnya. Zella mulai berfoto dengan teman-temannya secara bergantian.

__ADS_1


"Aduh, kepala aku kok pusing banget ya." ucap Zella sambil memegang kepalanya.


"Kamu kecapekan kali, yuk aku antar ke belakang untuk istirahat." ucap Renata dan dengan sigap mengantar Zella ke kamar hotel yang sudah dipesannya.


Leon yang sudah curiga dengan Renata langsung mengikuti langkah Renata yang membawa Zella ke sebuah kamar hotel. Sesampainya di kamar hotel, dengan cepat Leon langsung menggebrak pintu dan masuk.


"Apá lagi yang akan kau lakukan dengan Zella, Kak Renata?" tanya Leon.


"Aku hanya mengajaknya beristirahat karena sakit kepala Leon." Jawab Renata.


Zella sudah tidak sadarkan diri langsung terkulai di atas tempat tidur. Leon pun tiba-tiba mulai merasa matanya berkunang-kunang.


"Kau gila, Renata!" hardik Leon. "Kau pasti mencampurkan sesuatu ke dalam minumanku, kan?" tanya Leon yang hampir tidak sadarkan diri.


Tanpa menunggu lama, Leon pun terjatuh di depan pintu. "Sempurna. Terima kasih Leon, kau sangat membantu ku." ucap Renata sambil menarik Leon pelan-pelan ke atas tempat tidur di samping Zella.


Kini Leon dan Zella sudah tidur bersama di atas tempat tidur. Dengan cepat Renata membuka gaun Zella dan menyisakan bra dan ****** ***** Zella. Leon pun kini tinggal memakai boxernya. Pakaian Zella dan Leon pun di buat berserakan di sekitar tempat tidur.


Kini Renata kembali bergabung bersama dengan tamu yang lain.


"Hai, Renata. Benarkah kau Renata?" tanya Richard yang tiba-tiba muncul di depan Renata.


"Tentu saja ini aku." jawab Renata. "Bagaimana kabarmu?" tanya Renata.


"Baik." jawab Renata singkat.


"Kau makin cantik, honey." puji Richard memegang dagu Renata.


"Aku atau adik dari Ghazel Alexander yang lebih cantik, Richard?" sindir Renata.


"Kau pasti cemburu, Renata." ucap Richard. "Bagaimana jika malam ini kita berkencan?" ajak Richard pada Renata.


"Aku tidak mau," ucap Renata yang langsung pergi meninggalkan Richard.


"Aku harus segera menemui Levi," batin Renata mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


Tapi dengan cepat Richard menarik tangan Renata. "Selesai dari acara, kau akan pulang bersamaku." bisik Richard dan langsung pergi meninggalkan Renata dan bergabung dengan yang lain.


__ADS_2