
"Zella, aku tidak yakin kak Levi akan mengabulkan keinginanmu untuk pertukaran mahasiswa ke Jerman." ucap Silla sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Zella.
"Hemmm, benar juga sih." jawab Zella. "Tapi aku akan memikirkan caranya untuk meminta izin." ucap Zella kemudian.
"Oh iya Zella, bagaimana malam pertamamu dengan kakakku?" tanya Silla mengubah posisinya menghadap ke Zella.
"Hei, kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya Zella sambil melotot. "Tidak sopan adik ipar." ucap Zella memukul lengan Silla pelan.
"Aku hanya bertanya." jawab Silla mengusap lengannya. "Kakakku tampan bukaaaan?" tanya Silla.
Zella tidak terlalu menanggapi pertanyaan Silla dan hanya mengedikkan bahunya, "Aku ambil cemilan dulu di bawah." ucap Zella meninggalkan sahabatnya sendirian.
"Idiiih, baru juga ditanya udah pergi." gerutu Silla.
Tak lama ponselnya berdering dan Silla melihat siapa yang menelfonnya.
"Kak Levi, ngapain dia telefon?" gumam Silla sambil mengangkat panggilannya.
"Halo kak, ada apa.?" tanya Silla.
"Udah liat pengumuman pertukaran mahasiswa ke Jerman belum dek?" tanya Levi.
"Tolong kakak, jangan sampai Zella tahu ya." pinta Levi.
"Terlambat. Malahan duluan Zella yang tahu." jawab Silla
Levi langsung mematikan panggilannya sepihak.
"Gawat, dia pasti akan mengikuti audisinya." batin Levi dalam hati. "Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan disini dan membicarakan hal ini pada Zella." gumam Levi.
***
Sore harinya, Zella, Silla, dan Nay sudah siap mengikuti senam di kampus. Sesampainya di kampus sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di lapangan.
Leon sudah nampak di depan memberi aba aba untuk membuat jarak antara satu mahasiswa dengan yang lainnya. Nay berkumpul dengan anggota BEM yang lain.
"Reza, kamu pimpin pemanasan yaa. Aku mau bergabung dengan mahasiswa yang lain." ucap Leon yang sudah ingin mengambil posisi di samping Zella.
Reza pun segera mengambil alih posisi Leon.
"La, ada kak Reza tuh." ucap Zella. "Masih suka baper gak sama dia?" tanya Zella.
"Enggak lah. Toh dia juga udah lupa kali." jawab Silla yang memang sudah tidak ada perasaan apa-apa terhadap Reza.
"Ehmm, Zella akhirnya ikutan juga?" sapa Leon yang langsung berdiri di sakoing Zella.
"Jangan macem-macem ya kak Leon." ancam Zella berpindah ke posisi Zella. "Pindah Zell, nie orang gak boleh deket-deket sama kamu." ucap Silla over posesif.
"Silla, kamu ini apa-apaan sih. Orang aku cuma ngobrol doang ama Zella." protes Leon.
"Gak boleh, dia kakak ipar aku sekarang." sanggah Silla.
"Helloooooo, Pak Levi aja bolehin kok aku ngobrol sama istrinya. Ini malah adik ipar gak jelas yang sok posesif banget." ucap Leon kesal.
Zella hanya tersenyum geli melihat tingkah laku keduanya yang sangat tidak akur semenjak Zella menikah dengan Levi.
__ADS_1
Senam pun dimulai, Leon masih terlihat mencuri pandang dengan Zella. Hanya saja Silla selalu mengganggu pandangannya.
Leon menahan rasa geram pada Silla hingga senam berakhir.
"Silla, aku membuat perhutungan denganmu." ucap Leon kesal meninggalkan Silla dan Zella.
Silla tidak takut sedikit pun dengan ancaman Leon. Satu per satu mahasiswa sudah kembali ke kos dan rumah masing-masing. Kini tinggal Silla dan Zella yang masih menunggu Nay membereskan sound system bersama anak BEM yang lain.
Leon kembali lagi mendekati Zella. "Zell, mau ikutan audisi pertukaran mahasiswa ke Jerman gak?" tanya Leon.
"Iya Kak." jawab Zella.
"Udah dijawab kan? Sekarang mending kak Leon balik deh gabung sama anak BEM yang lain." usir Silla sambil membalikkan badan Leon agar menjauh dari kakak iparnya.
Leon yang tidak siap dengan dorongan Silla pun terjatuh dan menarik lengan Silla, membuat Silla ikut terjatuh di atas tubuh Leon dan tanpa sengaja Silla mendaratkan bibirnya tepat di bibir Leon.
Zella dan Nay terkejut melihat posisi keduanya hanya bisa menutup mulut mereka. Untungnya anggota BEM yang lain sudah kembali ke kantor BEM.
"Sillaaaa," teriak Reza terkejut mendapati mantan pacarnya mencium Leon.
Dengan cepat Silla langsung membuang mukanya dan berdiri mengibaskan bajunya.
"Ayo Zell, kita pulang." ucap Silla sambil menarik tangan Zella.
"Aku duluan ya Nay," pamit Zella dan Nay pun segera bergabung dengan anggota BEM yang lain di kantor.
"Kamu pacaran sama Silla?" tanya Reza penuh selidik pada Leon.
"Untung aja gak banyak yang lihat, Leon. Bisa-bisanya ciuman di kampus." ucap Reza sedikit menahan kesal.
"Gak usah cemburu. Yuk gabung sama yang lain." ajak Leon.
Kini Leon dan Reza melangkahkan kakinya menuju kantor BEM.
Sedangkan Silla terus menggerutu kebodohannya di lapangan tadi.
"Jangan terlalu benci, La. Takutnya ntar jadi cinta loh." ucap Zella mengingatkan sahabatnya.
"Amit-amit deh, gak bakalan aku jatuh cinta sama orang mesum kayak dia." balas Silla kesal.
"Oh yaaa, tapi tadi itu justru yang kelihatan mesum malah . . . " belum selesai Zella bicara, Silla langsung memotongnya.
"Udah deh gak usah dibahas. Jadi kesel deh aku." ucap Silla sambil menyesali yang sudah terjadi di lapangan tadi.
Sesampainya di ruko, Silla langsung mengambil handuk dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi.Zella pun membersihkan dirinya juga di kamar mandi lantai dua.
Kini keduanya sama sama sudah mandi dan duduk di kamar. Zella dan Silla sama sama memegang ponselnya. Bedanya, Silla terlihat kesal berbalas pesan dengan Leon, dan Zella sedang menunggu pesan dari suaminya.
Leon
Anak dosen udah berani cium ketua BEM di kampus.
Sent : 17.30
Silla
__ADS_1
Bukan ciuman!!! Itu murni kecelakaan. Amit-amit deh.
Sent : 17.32
Leon
Lah buktinya tadi asal nyosor aja. Emang ya, kalo orang tampan kayak aku tuh pasti banyak yang ngejar ngejar. Termasuk kamu!
Sent : 17.33
Silla
Besok kalo beli kaca yang besar. Biar kelihatan kalo aslinya gak tampan sama sekali.
Sent : 17.34
Leon
Aku minta pertanggung jawaban. Kamu gak boleh cegah aku lagi untuk dekat dengan Zella. Aku sama Zella fair cuma berteman. Dan Pak Levi tahu itu.
Sent : 17.35
Silla
TERSERAH !!!
Sent : 17.36
Silla meletakkan ponselnya dan menutup mukanya dengan bantal.
"Zella, kamu tahu kan aku cuma mau jaga kakak iparku. Aku cuma mau Leon tahu batasannya. Cewek yang dia suka itu udah jadi istri orang." ucap Silla panjang lebar.
"Aku ngerti kok, La. Thanks yaaa. Posesif kamu itu penggambaran kalo kamu sayang banget sama aku." ucap Zella memeluk sahabatnya.
"Oh iya, Kak Levi kalo di proyek pertambangan itu sibuk banget ya?" tanya Zella.
"Iya Zell, kadang juga gak ada sinyal. Tapi . . . " ucapan Silla terputus dengan notifikasi pesannya yang masuk ke ponselnya.
Leon
By the way, bibir kamu manis banget, La.
Sent: 17.45
Zella yang tidak sengaja membaca isi pesan dari Leon jadi terkekeh mengingat kejadian di lapangan.
"Jangan ketawa napa, Zell." gerutu Silla.
"Lucu aja, La. Oh iya. Apa tadi itu ciuman pertama kamu?" tanya Zella.
"Noooo. Aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai ciuman. First kiss aku itu nanti aku kasih buat suami aku aja." jelas Silla.
Zella hanya mengangguk mendengar penuturan sahabatnya.
"Hati-hati dengan ucapan kamu loh. Ntar jangan-jangan Kak Leon malah yang jadi suami kamu." ledek Zella.
__ADS_1
"Diiiiiih, ogaaaaaah bangeeeeet." teriak Silla menutup mukanya dengan bantal.