
"Kenapa kau tega melakukan sekua ini Renata?" gertak Levi yang sudah sangat geram.
"Karena aku mencintaimu, Levi." jawab Renata yang masih dipegangi oleh satpam.
"Kau gila," umpat Levi.
"Ya, aku memang gila. Azel menolakku dan sekarang kau menolakku. Jadi, aku akan pastikan wanita yang dekat dengan kalian akan sengsara." teriak Renata.
Zella yang baru masuk dengan papa Green langsung menutup mulutnya terkejut mendengar pengakuan Renata.
"Apa kau benar-benar ingin membuatku celaka, Kak Renata?" tanya Zella terisak. "Kenapa kau tega melakukan itu semua?"
"Tentu saja karena aku sangat membencimu, Grizelle Alexandria." jawab Renata.
Azel kini datang dengan rombongan polisi yang sudah siap menangkap Renata.
"Aku sungguh tidak pernah menyangka semua ini, pa." isak Zella memeluk papanya.
Kini Renata sudah diringkus oleh polisi. Leon menceritakan semua hal yang diketahuinya pada Zella dan membuat Zella makin terkejut.
"Terima kasih kak, aku sangat berhutang budi padamu." ucap Zella sendu. Leon hanya mengangguk dan kini ia menuju ke arah Levi.
"Pak Levi, terima kasih karena kau masalah ini jadi teratasi. Andai saja kau langsung menghabisiku di kamar hotel tadi, tentu masalah ini tidak cepat terkuak seperti saat ini." ucap Leon.
"Aku sangat percaya denganmu, Leon. Aku yakin kau tidak akan melakukan hal keji untuk bersaing denganku demi mendapatkan Zella." ucap Levi dan kedua pria itu berpelukan.
"Aku sudah mundur untuk bersaing denganmu, Pak Dosen. Kau lah yang pantas mendapatkan Zella." Ucap Leon.
"Tentu saja, karena minggu depan giliran aku yang akan melamar Zella." ucap Levi berjalan ke arah papa Green.
"Kumohon papa Green setuju dengan keinginanku mempersunting Zella menjadi istriku, ini demi keselamatan Zella." jelas Levi menatap calon mertuanya penuh harap.
"Baiklah, aku mengizinkannya." jawab papa Green membuat Levi sangat lega.
Levi melihat ke arah Zella yang tersipu malu, tapi ia tidak berani mendekatinya karena masih ada papa Green, Azel, dan juga yang lainnya.
"Kalau begitu persiapkan dirimu dalam pertunanganmu minggu depan, Zella akan disini bersama kami selama seminggu ini." ucap Azel membawa Zella pergi dari hadapan Levi dan yang lain.
Kini semuanya kembali ke mansion Zella, bedanya Zella pulang bersama papa dan kakaknya.
"Apa ini tidak terlalu cepat, pah?" tanya Zella yang sudah duduk di dalam mobil.
"Papa hanya memikirkan keselamatanmu, sayang." jawab papa Green.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu muda untukku menikah?" tanya Zella kemudian.
"Awalnya papa berfikiran seperti itu, tapi sekarang papa sudah berubah fikiran dan ini juga demi keselamatanmu." jawab papa Green.
"Apa kau sungguh mencintai Levi?" tanya Azel membuat pipi Zella langsung memerah.
"Kau tidak melihat rona wajah di pipi adikmu, itu?" tanya papa Green membuat Zella membuang mukanya melihat keluar jendela.
"Iya, aku mencintainya." ucap Zella pelan tapi masih terdengar di telinga papa Green dan Azel.
POV Zella
Aku sungguh tidak menyangka apa yang sudah terjadi hari ini. Semua hal sangat membuatku terkejut. Renata yang selama ini kukenal sangat baik, ternyata adalah orang jahat yang aku kenal.
Dia sama jahatnya dengan mama Maya yang sudah dengan sengaja membunuh mama. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ia yang menyuruh dua orang pemuda mengerikan untuk melecehkanku.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku tidak mampu bela diri, terlebih jika Kak Levi tidak datang menyelamatkanku.
Pahlevi Ainsley, aku sangat beruntung saat kau ternyata membalas perasaanku. Entah mengapa sejak awal perjumpaan kita, membuat jantungku selalu dag dig dug tak menentu. Terlebih kau selalu bertindak di luar dugaanku.
Kita memang bukan seorang kekasih dengan status pacaran. Tapi kita sudah saling menyampaikan perasaan kita bukan? Dan lagi-lagi, dengan pe-denya kau meminta izin papa untuk mempersuntingku di depan semua orang.
Sungguh, aku sangat malu, meskipun sebenarnya aku sangat menantikan itu. Awalnya aku sedikit bimbang melangkah dalam ikatan resmi denganmu saat melihat usiaku yang baru delapan belas tahun. Tapi kali ini aku akan mantapkan langkahku untuk selalu bersamamu, Pahlevi Ainsley.
"Zella." panggil Azel membuyarkan lamunan Zella. "Ayo buruan turun. Kok malah ngelamun."
Zella membuka pintu dan langsung masuk ke mansion.
"Pah," panggil Zella. "Acara pertunanganku tak perlu digelar meriah seperti acara kakak." pinta Zella.
"Kenapa?" tanya papa Green dan kak Azel bersamaan.
"Aku hanya ingin acaranya dihadiri orang tertentu saja. Di tempat yang akan aku bicarakan dengan Kak Levi." jelas Zella.
"Baiklah. Seperti yang kau inginkan sayaaang." jawab papa Green dan Zella langsung kembali ke kamarnya.
Tak berapa lama, Nay dan Silla sampai di mansion Zella. Levi dan Leon harus ke kantor polisi untuk dimintai beberapa keterangan.
"Zellaaaaaa," teriak Silla yang langsung menghambur memeluk sahabatnya.
"Aku senang, sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku." ucap Silla.
"Makasih ya gengs, kalian selalu ada buat aku." balas Zella dan mereka bertiga berpelukan.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyangka telah melewati hal yang sangat luar biasa bersama kalian." ucap Nay.
"Malam ini kami harus pulang, karena Mama Karen sudah memesan tiket penerbangan dan akan tiba besok pagi." jelas Silla.
"Baiklah, kalau begitu kalian bersihkan diri dulu dan beristirahat untuk perjalanan nanti malam." ucap Zella.
Nay dan Silla pun bergantian menggunakan kamar mandi. Sedangkan Zella membuka pesan dari Levi.
Levi
Hai, calon tunanganku. Sepertinya nanti malam aku harus pulang, sayang. Tapi lusa aku akan datang untuk mencari cincin pertunangan kita dan fitting baju.
Sent: 17.18
Zella menutup mukanya setelah membaca isi pesan dari Levi. "Kenapa bikin tambah dag dig dug aja sih baca pesan begini doang." gumam Zella dalam hati dan mulai mengetik balas pesan dari Levi.
Zella
Oke, Aku akan menunggumu, Kak.
Sent: 17.19
Levi
Jangan panggil Kak dong. Call me -sayang-, please.
Sent: 17.19
Zella tersenyum melihat balasan pesan dari Levi. Ia pun langsung membalas pesan dari Levi.
Zella
Oke sayang.
Sent: 17.20
Di lain sisi, Levi yang mendapat balasan dari Zella pun bersorak dalam hatinya.
Levi
Ini adalah untuk pertama kalinya kau memanggilku, sayang. Kutunggu kau memanggilku sayang tepat di telingaku, Zellaku sayang 💓💓💓.
Sent: 17.21
__ADS_1
Zella pun tidak kembali membalas pesan Levi dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya.