Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 75


__ADS_3

Taman di mansion Levi sudah ramai dengan celotehan dan candaan Leon dan yang lainnya. Leon, Reza, Bayu dan Ibel pacar baru Luna tampak sibuk membakar barbeque. Sedangkan Nay, Zella, Niza, Carina, dan Luna ikut mempersiapkan pesta sederhana mereka malam ini.


Levi masih menerima tamu di ruang kerjanya, sedangkan Silla baru saja selesai mandi.


"Niza, bisa ikut kakak ambil daging lagi yuk di kulkas." ajak Zella.


"Oke kak," Niza langsung mengikuti langkah Niza.


Tak lama kemudian Silla turun dan bergabung dengan Nay dan yang lain. Laluna dan Carina langsung memberi selamat pada Silla atas keberhasilannya.


"Congrats ya La, kamu lolos audisi. Keren loh yang mahasiswa Grade 1 itu cuma kamu sama Zella doang yang lolos." ucap Carina.


"Thanks ya kak." balas Silla.


"Salut deh sama kalian, nilai kamu tinggi juga ya, La. Oh iya, jangan lupa oleh olehnya loh nanti dari Jerman." timpal Laluna.


"Laaaah belum juga berangkat, kak." jawab Silla terkekeh.


"Nay, kemarin emang gak ikutan audisi ya?" tanya Luna. "Aku ikut yang pertukaran mahasiswa ke Malaysia aja gagal." ucapnya lagi.


"Belum minat kak, masih asyik jagain rukonya Zella." jawab Nay santai.


"Aku juga ikut yang ke China gagal kok. Tapi gak papa deh buat pengalaman." ucap Carina.


"Santai kak, tahun depan pasti ada lagi kok. Moga tahun depan lolos yaa." ucap Nay.


"Aamiin." jawab Carina, Luna, dan Silla bersamaan.


"Selamat ya, La." ucap Reza yang sudah berdiri di belakang Silla dan mengulurkan tangannya.


Silla langsung berbalik dan membalas uluran tangan Reza. "Thanks kak."


"Nih buat kamu, La." Reza memberikan Silla bingkisan yang tidak terlalu besar.


"Cieeeee, kayaknya bakal ada yang CLBK nie. Cinta Lama Belum Kelaar." goda Luna.


"Iya, bener kamu Lun. Udah jangan digangguin." ucap Carina mengajak Luna dan Nay menjauh dari Silla dan Reza.


Leon yang dari jauh melihat kedekatan Reza dan Silla merasa sangat cemburu. Tapi perasaan Leon kali ini tidak seperti saat ia harus merelakan Zella untuk Levi. Karena Leon benar benar tidak rela jika Silla harus kembali lagi dalam pelukan Reza.

__ADS_1


"Silla kok gak pake jam yang aku kasih ya?" tanya Leon dalam hati. Kini bukan perasaan kecewa yang dirasa Leon, melainkan ia makin menantang dirinya untuk bisa mendapatkan Silla.


Zella dan Niza pun datang membawa tambahan daging untuk dibakar lagi. Levi juga sudah ikut bergabung dengan para cowok untuk membakar barbeque. Reza masih terlihat mebgobrol dengan Silla di dekat perpustakaan Levi.


Kini semua hidangan sudah siap untuk dinikmati. Seperti biasa, Zella meracik minuman dengan cita rasa yang khas untuk semua yang datang dan mereka sudah tidak sabar mencicipi minuman buatan Zella.


"Aku ke kamar dulu ya, ponselku tertinggal." ucap Silla yang langsung melangkahkan kakinya ke dalam mansion.


Saat yang lainnya sedang menikmati hidangan, Leon justru sengaja mengikuti Silla masuk ke dalam mansion.


Silla yang baru keluar dari kamarnya langsung dihadang oleh Leon.


"Kenapa tidak dipakai?" tanya Leon mengungkung Silla ke tembok dengan kedua tangannya.


"A a apanya kak?" tanya Silla yang terkejut dengan keberadaan Leon.


Leon meraih pergelangan tangan Silla dan memperlihatkan ke arahnya.


"Ooooh, jam tangan itu ya?" tanya Silla dan Leon mengangguk.


"Aku hanya tidak ingin memberimu harapan palsu, Kak." jawab Silla.


Jujur saja, Silla terlihat sangat gugup dengan tatapan Leon dan posisinya saat ini. Tapi Silla benar benar tidak mau terlalu gegabah untuk memastikan perasaannya. Dia juga tidak ingin cerita cinta singkatnya dengan Reza terulang kembali.


"Itu bukan urusanmu, Kak Leon." ucap Silla. "Jangan terlalu mengurusi sesuatu hal yang bukan milikmu. Aku sudah bisa berfikir dengan baik untuk kebaikan diriku sendiri."


"Kalau begitu bertanggung jawablah untuk ciuman pertamaku yang kau rebut, Silla." ucap Leon tepat di telinga Silla.


"Hei, harusnya aku yang mengatakannya begitu Cowok Gila." sanggah Silla mendorong tubuh Leon.


"Aku akan membangun tembok besar sebagai batas di antara kita, Kak Leon Ozora." ucap Zella sambil turun tangga.


"Kalau begitu, aku akan merobohkan tembok itu, Silla." jawab Leon mengikuti langkah Silla.


Kini keduanya sudah bergabung di taman dengan yang lain. Niza sudah dijemput salah satu karyawan Zella karena besok harus sekolah pagi pagi. Setelah menikmati hidangan, mereka memutuskan untuk bermain kartu / pokeran secara berpasangan.


"Aku akan berpasangan dengan Leon," ucap Carina yang langsung menarik tangan Leon.


Zella tentu saja berpasangan dengan Levi, Nay dengan Bayu, dan Laluna pasti berpasangan dengan Ibel. Mau tidak mau, Silla berpasangan dengan Reza yang sudah berdiri di sampingnya memegang tangan Silla.

__ADS_1


"Yang kalah harus mencium pasangannya di depan kita semua yaa." teriak Laluna sambil melirik Ibel.


"Apa apaan ini, aku tidak setuju." protes Silla yang merasa dirugikan dengan permainan ini.


"Terkecuali pasanganmu dan pasangan Carina, La. Cukup cium pipi aja deh." ucap Laluna.


"Sudahlah, yang penting usahakan saja jangan sampai kalah." ucap Bayu mulai mengocok kartunya dan membagikan pada yang lain.


Kini kartunya sudah terbagi, dan permainan pun dimulai.


"Jangan sampe kalah ya, sayang." ucap Zella yang sungguh tidak mau terkena hukuman.


"Aku sangat pandai memainkan ini sayangku," jawab Levi mulai mengambil kartunya.


Nay juga sangat cemas jika sampai kalah. Permainan pertama, yang kalah adalah pasangan Luna dan Ibel. Akhirnya keduanya berciuman dengan pe-denya di depan semuanya.


"Ibel mah sengajain kalah terus tuh biar asyik nyosor ke Luna terus." ucap Carina.


"Sirik nih yee si jombloooo." ledek Ibel. Dan permainan kedua pun dimulai. Kini pasangan Leon-Carina yang kalah dan Silla langsung membelalakkan matanya.


"Ayooooh, siapa mau cium duluan? Leon atau Carina?" tanya Om Bayu sambil menggoda Leon.


"Aku aja deh. Cium pipi kan ya?" tanya Carina antusias.


Silla membuang mukanya dan tidak ingin melihat Leon dicium oleh perempuan lainnya. Zella dan Levi sama sama melihat ke arah Silla dan Leon bergantian, sedangkan yang lainnya mensorak sorakkan Carina yang akan mencium Leon.


Leon terdiam dan terus menatap ke arah Silla yang membuang mukanya. Leon pun tersenyum melihat justru Silla yang salah tingkah. Melihat Leon tersenyum, yang lain mengira jika Leon sangat ingin dicium oleh Carina.


Carina pun langsung mendekatkan bibirnya ke pipi Leon dan perasaan Silla makin tidak karuan.


"Ehemmm," Silla berdehem kencang. "Maaf semua. Aku harus mengecharge ponselku yang hampir drop. Aku permisi, kalian silahkan lanjutkan permainannya." ucap Silla yang langsung berlari ke dalam mansion.


Carina langsung memundurkan tubuhnya yang hampir mencium Leon. Sedangkan Leon hanya mengulum senyumnya melihat tingkah laku Silla malam ini.


"Yaaaah, Silla mah gak asyik banget dah." gerutu Reza kesal karena Silla memotong permainan mereka yang baru saja dimulai.


"Kita lanjut bakar bakaran lagi aja yuk," ajak Bayu membubarkan permainan secara sepihak.


"Aku ke toilet bentar yaaa." pamit Leon . Sebelumnya Leon berbisik ke telinga Levi untuk meminta izin ke kamar Silla dan berjanji tidak akan berbuat hal yang melampaui batasnya.

__ADS_1


Setelah mendapat izin dari Levi, Leon langsung masuk ke dalam mansion dan naik ke kamar Silla. Sedangkan yang lainnya langsung melanjutkan acara mereka tanpa berfikiran macam macam terhadap Silla maupun Leon.


__ADS_2