Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 33


__ADS_3

Leon masih bersama Zella di Mall. Zella ternyata tidak mendapatkan barang yang ia cari, karena lelah Leon pun mengajak Zella ke food court.


Setelah memesan makanan, Leon kembali ke meja dimana Zella duduk. "Kau melihat apa Zella?" tanya Leon mengikuti arah pandang Zella.


"Itu Kak Reza bukan?" tanya Zella menunjuk ke tempat paling pojok. "Dia sama siapa?"


"Yupz, itu Reza dengan pacarnya. Kau tidak tahu, dia itu kan playboy kampus kita." ucap Leon. "Makanya orang tua Reza meminta anaknya untuk cepat menikah agar berhenti gonta ganti pacar." jelas Leon.


"Whaaat! Seriously?" Zella terkejut. "Kak Leon, Kita pulang sekarang yuk." ajak Zella tapi Leon langsung menahan tangan Zella.


"Tunggu Zella. Kita makan dulu. Aku tidak mau kamu sakit." ucap Leon. "Kenapa langsung pulang sih?"


"Kak Leon, Aku mau kasih tau Silla. Dia jangan sampai nikah sama Kak Reza." jawab Zella. "Kak Reza baru jadian sama Silla seminggu yang lalu."


"Oke, aku ngerti sekarang. Tapi kamu harus kumpulkan buktinya dulu agar Silla percaya sama kamu." ucap Leon. "Yaudah, sekarang kita makan dulu ya."


Zella pun menurut apa kata Leon. "Kak Leon temen deket Kak Reza kan?" tanya Zella ditengah makan.


Leon mengangguk, "Kenapa Zell, kok pertanyaannya gantung gitu?" tanya Leon.


"Kak Leon juga suka gonta ganti pacar ya?" selidik Zella dan membuat Leon tersedak.


"Minum dulu kak, pelan-pelan dong makannya." ucap Zella menyodorkan minum pada Leon.


"Aku pernah pacaran, emmmm . . . Dua kali dan itu waktu SMP sama SMA. Dan sekarang Aku lagi nunggu kamu jadi pacar aku." ucap Leon terang-terangan.


"Hemmm, selalu deh. Aku gak mau jadi deretan mantan kak Leon." ucap Zella.


"Percaya deh, aku gak akan bikin kamu jadi mantan pacar. Kakak akan jadikan Grizelle Alexandria sebagai pelabuhan terakhir cintanya Leon Ozora." jawab Leon sungguh-sungguh.


"Pinteran amat dah gombalnya. Pantes aja deretan mantannya kayak kereta api." ledek Zella.


"Ih Zella mah susah banget percaya sama aku." gerutu Leon dan Zella hanya terkekeh.


"Pacar pertama dan kedua aku itu dulu zaman masih cinta monyet, Zella. Jadi cuma buat status aja kalo lagi kongkow bareng temen. Gak lebih." jelas Leon. "Dari kelas 3 SMA sampe sekarang masih jomblo nih. Nungguin Zella masuk kampus USI."

__ADS_1


"Laaaah kalo yang dulu cinta monyet, sekarang cinta gorila dong." Zella kembali meledek sambil tertawa.


"Kamu ngeselin banget sih." ucap Leon mencubit pipi Zella. "Bikin aku makin cinta tau gak. Pacaran yuk." Ajak Leon memindahkan duduknya di samping Zella.


Zella masih tertawa geli melihat usaha Leon. "Ogah ah pacaran ama gorila." jawab Zella langsung berdiri meninggalkan Leon.


Leon langsung mengejar Zella dan menggandeng tangan Zella menuju ke parkiran mobil.


"Kak, buktinya apa ya kira-kira buat ngomong sama Silla?" tanya Zella saat sudah didalam mobil Leon.


"Aku sih banyak buktinya, tapi gak gratis." ucap Leon.


"Dih, matre amat dah jadi orang." gerutu Zella. "Kak Leon gak setia kawan dong jadinya sama Kak Reza." ucap Zella.


"Reza itu anaknya easy going, Zell. Gampang move on. Kita temenan udah dari SD soalnya." jelas Leon dan Zella hanya manggut-manggut dengernya.


"Yaudah, Kak Leon mau dibayar berapa deh?" tanya Zella.


"Pinginnya sih kecupan dari kamu," seloroh Leon dan Zella langsung mencubit pinggang Leon. "Tuh kan belum juga minta beneran udah dicubit gini."


"Gurau Zella, gitu aja ngambek. Kamu kayaknya keturunan Tuan Crab ya, capitnya tajem banget." ledek Leon.


"Iya, jadi Pearl." sungut Zella menyebut nama anak Mr Crab dalam film SpongeBob.


"Oke, setelah aku fikir-fikir. Aku akan minta bayaran kencan 2 kali weekend. Tapi yang sekarang gak termasuk yaa." ucap Leon.


"Kak Leon," panggil Zella dan Leon hanya berdehem.


"Aku gak mau kakak sakit hati karena berharap terlalu jauh sama aku." ucap Zella.


"Aku gak akan maksa kamu untuk membalas perasaanku, Zella. Biarkan mengalir apa adanya. Aku hanya ingin memperjuangkan perasaanku." ucap Leon. "Jika kamu sudah menemukan orang yang tepat untuk mendapatkan hatimu, dengan sukarela aku akan mundur." jelas Leon.


Zella mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Baiklah, aku akan menghargai perjuanganmu Kak Leon Ozora." ucap Zella.


Setelah sampai di ruko, Zella mendapati Silla sudah kembali ke mansionnya dan di ruko hanya ada Nay dan karyawannya.

__ADS_1


"Zella, aku sudah kirim beberapa bukti ke ponselmu. Aku pulang dulu ya. Thanks a lot buat hari ini." pamit Leon.


"Makasih banyak ya, Kak. See you." Zella mengantar Leon sampai depan pintu rukonya.


Setelah mobil Leon tidak terlihat, Zella pun masuk ke ruko dan menceritakan apa yang dia lihat saat di mall kepada Nay.


"Kita harus secepatnya kasih tau ke Silla." ucap Nay.


"Kamu coba telfon dia, aku mau mandi dulu ya." ucap Zella mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.


Nay langsung menelfon Silla dan mengajak ketemuan di Cafe Tri A jam 8 malam setelah ruko Zella tutup. Silla pun setuju dan langsung meminta izin pada mamanya.


Pukul 19.50, Silla sudah sampai di Cafe Tri A dan mencari tempat duduk di dekat jendela yang nampak dari luar, agar dapat melihat sahabatnya saat sudah sampai. Tapi Silla justru melihat Reza bersama seorang perempuan turun dari motornya dan berjalan ke arah kosnya yang letaknya di depan cafe.


"Kak Reza," gumam Silla. "Dia sama siapa?" tanyanya dan langsung keluar dari cafe dan berjalan ke arah kos Reza.


"Kak Reza," teriak Silla memanggil Reza, tapi sayangnya Reza tidak mendengar dan sudah masuk dalam kosnya. Langkah Silla terhenti saat ada yang menepuk bahunya.


"La, baru nyampe ya?" tanya Nay. "Masuk, yuk."


"Nay, Zella. Aku tadi liat kak Reza bawa perempuan." ucap Silla sambil menunjuk ke arah kos Reza.


"Kita masuk dulu yuk, ngobrol di dalem." ajak Zella. Akhirnya Silla pun menurut.


Setelah memesan makanan dan minuman, Zella pun menceritakan apa yang ia lihat saat di Mall dan tentang alasan orang tua Reza yang meminta putranya cepat menikah dengan Silla.


Silla pun kesal merasa dibohongi oleh Reza. Ia pun langsung menangis dan memeluk Zella. "Semua belum terlambat Silla. Secepatnya harus ambil keputusan." ucap Zella.


"Pasti Zell. Tapi janji jangan bilang sama Kak Levi ya. Nanti aku dimarahin." pinta Silla mengusap air matanya.


"Kamu gak perlu buang air mata buat Kak Reza." ucap Nay dan Silla langsung mengangguk.


Silla langsung mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Reza jika ia minta putus. Baru saja terkirim, Reza langsung menelfon Silla berkali-kali dan Silla tidak menggubrisnya sama sekali.


Setelah menghabiskan satu jam waktunya di cafe, mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2