
Pagi harinya, Zella sudah berkutat di pantry bersama bibi Tum, asisten rumah tangga Levi.
"Wah Non Zella udah cantik, pandai masak lagi." puji bibi Tum membantu Zella menata makanan di meja makan.
"Makasih bibi Tum," balas Zella.
"Sayang, ini semua kamu yang masak?" tanya Mama Karen yang langsung duduk mencicipi masakan Zella.
"Waaah, enak bangeet masakan kamu, nak." puji Mama Karen.
Zella tersenyum melihat mama mertuanya menyukai masakan yang dimasaknya.
"Silla juga seneng banget sama masakan Zella, ma. Makanya kadang kalo sama Nay sering belajar masak ama kakak ipar." puji Silla.
"Zella panggil kak Levi dulu ya, Ma." pamit Zella yang langsung naik ke atas.
Dilihatnya Levi sudah siap dengan koper dan jasnya. Zella berjalan mendekat ke arah suaminya dan memasangkan dasi Levi.
"Aku sangat berat meninggalkanmu, sayang." ucap Levi terus menatap Zella.
"Kau masuk kuliah jam delapan ya?" tanya Levi dan Zella mengangguk.
"Sudah siap kak." Zella selesai memasang dasi suaminya. "Tunggu sebentar ya, aku akan mengganti pakaianku dan segera turun ke bawah untuk sarapan."
Zella segera ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Levi duduk disofa kamarnya sambil mengecek tugas mahasiswa yang sudah masuk ke dalam emailnya. Tak berapa lama, Zella sudah mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar mandi.
"Ayo kak, kita sarapan." ajak Zella.
Levi yang masih duduk di sofa mengulurkan tangannya ke istrinya agar Zella menggandengnya. Zella pun meraih tangan suaminya dan dengan cepat Levi menarik Zella hingga jatuh ke dalam pelukannya.
"Kak." panggil Zella sedikit grogi melihat tatapan mata suaminya.
"Kita sara . . ." belum sempat Zella menyelesaikan ucapannya, Levi sudah menarik tengkuk Zella dan mencium bibir istrinya.
"Aku tidak tega membangunkanmu semalam. Kau terlihat sangat lelah, sayang." ucap Levi.
"Dan pagi ini kau meninggalkanku." keluh Levi kesal. "Masih jam setengah tujuh, bagaimana jika kau mencicil hutangmu pagi ini?" tanya Levi penuh harap.
"Kaaaaak, tapi kita udah di tunggu mama di bawah untuk sarapan." jawab Zella.
"Ayolaaaah sayaaaang." pinta Levi sambil mencium leher istrinya.
Mau tidak mau Zella menyerah saat Levi mulai membuka kancing blousenya satu per satu. Sayangnya aksi mereka terhenti saat pintu kamar Levi digedor Silla dibarengi suaranya yang memanggil Levi dan Zella.
"Kaaaaak Leviiiii, Zellaaaaa. Ayoooo buruan sarapan." teriak Silla.
Zella cepat cepat mengancingkan blousenya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat serangan Levi. "Kaaak, ayo kita turun." ajak Zella.
Levi merapikan lagi penampilannya dan dengan kesal mengikuti langkah istrinya.
__ADS_1
"Hutangmu bertambah lima ya." bisik Levi di telinga Zella.
Zella memberhentikan langkahnya dan berbalik menatap suaminya.
"Bagaimana jika aku menolak?" tanya Zella.
"Maka hutangmu akan bertambah lima lagi." jawab Levi mengamit tangan Zella dan kekuar dari kamarnya.
"Barusan ngapain hayooo?" tanya Silla membuat Zella dan Levi terkejut.
"Kamu nih sukanya gangguin aja." ucap Levi kesal dan mencubit hidung adiknya.
Silla meringis kesakitan sambil terkikik geli.
"Zella, Levi. Mama udah selesai sarapan. Mama berangkat duluan ya." pamit Mama Karen.
"Hati-hati ya Ma, kabarin Levi aku udah sampai." ucap Levi mencium tangan mamanya.
"Okey, kamu juga hati-hati ya di proyek." ucap Mama Karen.
"Zella, makasih untuk sarapannya. Jaga diri baik-baik ya. Mulai sekarang kamu dan Silla akan diantar sopir baru." jelas Mama Karen.
"Makasih banyak ya Ma." ucap Zella memeluk Mama Karen.
Mama Karen langsung berangkat diantar sopir. Asisten Levi pun sudah datang menjemput Levi pergi ke proyeknya yang ada di Serang.
"Zell, nanti malem tidur sini ya." pinta Silla.
"Bolehlaaah. Sebenarnya aku mau nginep di ruko. Tapi belum sempet bilang ama Kak Levi." jawab Zella.
"Pulang sini aja Zell. Kan kita mau fokus ketinggalan materi yang kemarin. Ntar kalo di ruko jadinya kamu mikir kerjaan terus." ucap Silla dan Zella pun mengangguk setuju.
Sesampainya di kampus, Nay sudah tiba lebih dulu. Kelas masih akan dimulai setengah jam lagi. Akhirnya mereka bertiga pun duduk di taman kampus di depan kelas mereka.
"Hai Zella." sapa Leon. "Udah mulai ngampus?" tanya Leon sambil duduk di samping Zella.
"Diiiih, Kak Leon. Geseran ah." Silla langsung memindah duduknya di samping Zella. "Jangan macem-macem ya sama kakak ipar aku." ancam Silla.
Zella hanya tersenyum melihat tingkah laku Leon. Sedangkan Nay melihat Leon yang masih saja mendekati Zella mulai mengubur perasaan sukanya pada Leon.
"Yaelah nie bocah posesif amat." gerutu Leon.
"Abisnya ada kita bertiga disini, tapi Kak Leon cuma nyapa Zella doang." ucap Silla.
"Silla cemburu nie ceritanya?" goda Leon.
"Amit amit dah, mana ada cemburu." jawab Silla kesal.
"Zella, temen kamu nih resek banget yaaa. Oh, iya. Aku mau ngajakin kamu ikutan acara senam yang diadakan anak BEM nanti sore. Kamu harus ikutan ya." jelas Leon.
__ADS_1
"Liat nanti ya kak." jawab Zella.
"Nay," panggil Leon membuat hati Nay berdesir mendengar namanya dipanggil.
"Bujuk Zella dong biar ikutan acara kita nanti sore." ucap Leon membuat nyali Nay kembali menciut untuk mendapatkan hati Leon.
"Oke kak," jawab Nay singkat.
Silla yang paham dengan perasaan Nay menjadi kasihan dengan Nay.
"Yaudah deh, Kak Leon ke kelas aja sanaaa" usir Silla. "Yuk Nay, Zell kita ke kelas aja." ajak Silla menarik tangan kedua sahabatnya.
"Nay, Silla gak usah diajakin. Ngeselin banget soalnya." ucap Leon sedikit berteriak.
Sampai di kelas, Zella pamit ke toilet sebentar karena waktu kuliah masih dimulai lima belas menit lagi.
"Nay," panggil Silla. "Kamu masih suka sama Kak Leon?" tanya Silla.
"Kayaknya perasaan itu harus aku kubur rapat-rapat deh, La. Kamu lihat sendiri kan Kak Leon masih perhatian banget sama Zella." jawab Nay.
"Good job, Nay. Aku yakin kamu pasti mendapatkan lelaki yang tepat untukmu." ucap Silla.
Nay pun tersenyum dan mengangguk setuju dengan ucapan Silla. Tak lama kemudian Zea pun datang dari toilet.
"Silla, Nay. Aku barusan lihat dosen nempelin flyer di papan pengumuman." ucap Zella terlihat sangat antusias.
"Kalian tau gak ada pengumuman apa?" tanya Zella. Nay dan Silla menggelengkan kepalanya bersamaan.
"Ada audisi untuk pertukaran mahasiswa ke Jerman." jelas Zella.
"Kita kan gak bisa bahasa Jerman, Zellaaaaa." terang Silla.
"Tapi kan kalian jago bahasa inggris. Ikutan audisinya yuuuuk. Pertukaran mahasiswa kan hanya satu semester." ajak Zella.
"Aku gak ikutan deh, Zell." tolak Nay. "Aku lebih cinta rukomu." jawab Nay membuat Silla tertawa.
"Silla, kamu harus ikutan yaaaa." pinta Zella.
"Please, Laaaa." Zella memohon pada sahabatnya.
"Boleh deh, nanti ajarin aku bahasa Jerman ya." jawab Silla sedikit tertarik dengan ajakan Zella.
Zella pun terlihat sangat senang Silla menyetujui ajakannya.
"Nay, thank's banget yaaaa. Kamu bener-bener bantu aku masalah ruko." ucap Zella.
"Aku yang harus banyak berterima kasih sama kamu, Zell." ucap Nay.
Ketiga sahabat itu pun akhirnya menyudahi obrolan mereka saat dosen sudah datang dan memulai perkuliahan.
__ADS_1