
Setelah Bayu pergi, Nay segera menelfon Zella untuk meminta izin agar Niza bisa tinggal di rukonya. Zella yang baru saja dari makam mamanya dan masih dalam perjalan pulang ke mansion pun mengangkat panggilan dari Nay.
Nay menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya. Zella pun merespon cerita Nay dengan baik. Zella juga akan mengurus keperluan sekolah Niza dan Nay sangat berterima kasih atas segala kebaikan Zella.
Nay juga meminta izin agar Niza bisa ikut membantu pekerjaan di ruko. Dan dengan senang hati Zella menerimanya.
Levi yang mendengar cerita dari Zella jadi makin kagum dengan istrinya. Sesampainya di mansion, Zella langsung membersihkan dirinya secara bergantian dengan Levi.
Kini Zella sudah duduk di depan meja riasnya dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Setelah kering, Zella mengikat rambutnya tinggi ke atas.
Levi yang baru saja mandi, berdiri tepat di belakang Zella hingga membuat Zella menelan ludahnya kasar melihat tubuh suaminya yang hanya menggunakan celana pendeknya.
"Kak, aku akan buatkan minuman untukmu." ucap Zella yang kemudian langsung ditahan oleh Levi.
"Aku tidak butuh minuman." jawab Levi dan menarik tubuh Zella untuk kembali duduk.
"Lalu . . . ?" tanya Zella memalingkan mukanya.
"Aku hanya ingin melatihmu memanggilku -sayang-." bisik Levi.
"Nooo!" tolak Zella yang merasa sesak setiap berada di dalam kamar bersama Levi.
Terlebih saat ini Levi kembali memperlihatkan tubuhnya di depan Zella.
"Aku akan belajar sendiri, nanti." jelas Zella yang kemudian berdiri dan menjauh dari suaminya.
Dengan sigap Levi menarik tangan Zella agar tidak menjauh darinya. Karena ia berdiri tidak seimbang, menyebabkan keduanya terjatuh di atas tempat tidur.
Kini posisi Zella berada tepat di atas Levi membuat Zella makin tidak karuan dan membuang mukanya.
"Kenapa denganmu, sayang?" tanya Levi sambil menahan tawanya melihat istrinya malu-malu.
Levi melingkarkan tangannya di pinggang Zella membuat istrinya sudah tidak bisa berkutik lagi.
"Jangan seperti ini, kak." pinta Zella menahan malu merasakan dadanya bersentuhan dengan dada bidang Levi.
"Katakan alasannya, maka aku akan melepaskanmu." ucap Levi yang semakin nakal menggoda istrinya.
Dinaikkannya tangannya melewati punggung Zella hingga membuat istrinya makin berdesir, dan sampai ke tengkuk Zella.
"Kak." panggil Zella menatap suaminya.
"He hemmm." jawab Levi membalas tatapan Zella.
__ADS_1
"Lepaskan aku, atau kau akan menyesal." ucap Zella.
Levi merasa tertantang dengan ucapan Zella.
"Menyesal?" tanya Levi membalikkan tubuh istrinya.
Kini gantian Zella yang ada di bawah Levi. "Bagaimana mungkin aku bisa menyesal?" tanya Levi.
Zella benar-benar menantang suaminya dengan mengecup bibir suaminya sekilas.
Levi sedikit terkejut melihat keberanian Zella. Ia pun langsung mencium bibir Zella dengan pelan dan sangat lembut.
Zella membalas permainan Levi, ia mulai membuka bibirnya memberi celah untuk Levi bermain lebih dalam.
"Kau sudah berani menantangku rupanya." ucap Levi di tengah permainannya.
Ia mulai meraba dada Zella dan membuat Zella melenguh pelan. Levi melepas pagutannya dan mulai mencumbu leher jenjang Zella sambil membuka kancing baju Zella satu per satu.
"Emmmmh, kaaaak. Jangan teruskan." pinta Zella.
"Nanti kau menyesal karena aku masih datang bulan." ucap Zella saat seluruh kancing bajunya sudah terbuka dan merasakan ada yang berdiri di bawah sana.
"Aduuuuh, kenapa aku bisa lupa kalau istriku sedang datang bulan?" batin Levi dalam hati dan langsung menghentikan permainannya.
"Kali ini kau menang, sayang." ucap Levi menatap istrinya.
Kini Zella bernafas lega, ia kembali mengancingkan bajunya lagi dan menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.
Tak lama kemudian, Levi keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos dan celana pendeknya.
"Ternyata suamiku bertambah profesi menjadi penyanyi solo ya." ledek Zella sambil tersenyum.
"Hutangmu bertambah karena meledekku, sayang." ucap Levi menoel hidung istrinya.
"Kalau kau berani menambah hutangku, maka aku akan membuatmu semakin menderita Pak Dosen." jawab Zella mendekat ke arah Levi dan sedikit menggodanya.
"Kau ini," Levi menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kamar dan bergabung dengan yang lainnya.
Granny juga terlihat baru keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama.
"Waaaah, kalian mesra sekali." ucap Granny. "Bagaimana hari ini? Sudah jadi ke makam mama kalian?" tanya Granny.
Zella dan Levi mengangguk bersamaan. "Sudah Granny," jawab Zella dan Levi beriringan.
__ADS_1
"Kalau begitu, ada satu hal yang ingin Granny tanyakan." ucap Granny.
"Kapan kalian berencana untuk berbulan madu?" tanya Granny.
"Binda Jingga dan Livi sudah menyiapkan bulan madu kalian di Manado. Uncle Turqoise menyiapkan bulan madu kalian ke Belanda. Dan satu lagi, Myna juga sudah menyiapkan bulan madu kalian ke Australia." jelas Granny.
"Kalau mau ke Jerman, nanti Granny dan Granpa yang akan bawa kalian kesana." tambah Granny lagi.
"Setelah acara besok, Zella harus mengejar keterlambatan kuliah Zella. Apalagi sudah hampir tes semester Granny." jawab Zella.
"Kalau begitu saat libur kuliah saja sayang." ucap Papa Green yang baru keluar dari kamarnya.
"Baiklah," jawab Zella.
Makan malam kali ini hanya ada papa Green dan Granny. Sedangkan Kak Azel dan Granpa sedang ada acara di luar rumah.
Selesai makan malam, Levi menawarkan dirinya untuk menemani mertuanya bermain catur karena ia tidak ingin lama-lama berdua dengan istrinya di dalam kamar.
"Papa mau aku temani bermain catur?" tanya Levi.
"Tentu saja papa mau, kau memang menantu yang pengertian." ucap papa Green yang langsung melangkahkan kakinya ke taman.
Levi pun segera mengikuti langkah kaki mertuanya. Kini tinggal Zella dan Granny yang masih duduk di kursi makan.
"Zella," panggil Granny. "Apa kau bahagia menikah dengan Levi?" tanya Granny.
Zella mengangguk, "Aku sangat bahagia, Granny." jawab Zella.
"Benarkah?" tanya Granny dalam hati. Zella memang terlihat sangat bahagia menikah dengan Levi.
Tetapi Granny sangat curiga, diawal pernikahan biasanya pengantin laki-laki hanya ingin terus bersama dengan istrinya. Berbeda sekali dengan cucu menantunya saat ini yang lebih memilih menemani mertuanya bermain catur daripada menemani istrinya.
"Apa kalian sudah ada masalah di awal pernikahan kalian ini?" tanya Granny lagi membuat Zella sedikit bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
"Tentu saja tidak, Granny. Kak Levi sangat baik kepadaku." jawab Zella.
Granny pun terdiam sambil berfikir keras. "Apa kau sedang datang bulan, sayang?" tanya Granny.
"Benar Granny, bagaimana kau bisa tahu kalau aku sedang datang bulan?" Zella bertanya balik pada Grannynya.
"Tentu saja Granny tahu, sayang." jawab Granny.
"Pantas saja Levi memilih menemani Green bermain catur daripada menemani istrinya di kamar." batin Granny yang tiba-tiba tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Helooo, Granny okey kan?" tanya Zella.
Granny pun mengangguk dan mengajak cucunya ke ruang keluarga untuk menonton televisi.