Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 59


__ADS_3

Nay, Niza dan Leon menginap di rumah sewa Mama Karen bersama dengan Bayu. Niza sudah lebih dulu tertidur, sedangkan Nay, Leon, Bayu, dan Silla masih bermain di ruang tengah.


"Kita main apa ya enaknya yang seru?" tanya Silla.


"Gimana kalo kita main Truth or Dare aja." Pak Bayu memberi saran.


"Boleeeeeh, asal tidak sampai melewati batas yaa." ucap Leon memberi saran.


"Setuju, no kissing." timpal Nay memperjelas saran Leon.


"Siiiip, aku ambil botol dulu deh," ucap Silla beranjak ke pantry.


"Aku ambil minum dulu ya," Nay mengikuti langkah Silla.


Tak lama kemudian, Nay dan Silla berjalan ke ruang tengah sambil membawa botol, air minum, dan cemilan untuk mereka.


"Naaaaah, pas banget Nay." ucap Bayu melihat Nay membawa cemilan.


"Oke, karena aku yang bawa botolnya, jadi yang pertama putar aku ya." ucap Silla dan yang lainnya pun mengangguk setuju.


Silla memutar botolnya dan berhenti berputar tepat menunjuk ke arah Leon. Nay dan Bayu pun bernafas lega.


"Ayooo Kak Leon, which do you choose, truth or dare." tanya Silla.


Leon tampak berfikir keras, agar dirinya jangan sampai malu. Kalo dia pilih truth, tidak ada yang dia sembunyikan apalagi tentang wanita yang disukainya.


"I choose dare." ucap Leon mantap. "Aku penasaran, Silla mau kasih tantangan apa buat aku."


"Yakin nieh, Aku tantang kamu untuk telfon kak Levi sekarang dan bilang sama dia, jangan kasih kendor." ucap Silla membuat Leon membelalakkan matanya.


"Kamu gilaaaa, Sillaaaa." pekik Leon sambil memencet nomor ponsel Levi.


"Nih kalian lihaat yaa." Leon memperlihatkan layar ponselnya dan menekan tombol loudspeaker.


Tersambung . . .


"Halo, ada apa Leon?"


"*I just wanna say, Jangan kasih kendor, pak."


"Dasar gila*!"


Terputus . . .


"Udah kan, kalian puas?" tanya Leon yang langsung mengambil botol dan memutarnya. "Awas ya Sillaaa." ancam Leon geram dan Silla hanya terkikik.


Kini botol yang diputar Leon mengarah ke Nay.


"Yaaaah, kenapa bukan Silla sih." rutuk Leon dan Silla kembali tertawa.


"Oke Nay, kamu pilih apa nieh, Truth or dare.?" tanya Leon.


"Emmmh, Truth aja deh." ucap Nay sedikit takut jika diberi tantangan sama seperti Silla memberi tantangan ke Leon.


"Yakin niiiih? Harus jujur loh yaaaah." ucap Leon sambil memikirkan pertanyaannya.


Nay pun mengangguk.


"Kepada siapa kamu memendam perasaan Cinta dengan lawan jenis saat ini?" tanya Leon membuat Nay tiba-tiba tersedak.

__ADS_1


Dengan cepat Bayu mengambilkan minuman untuk Nay.


"Aduuuuh, aku harus jawab apa ini?" tanya Nay dalam hati sambil menerima minuman dari Bayu.


"Aku pilih dihukum aja deh." ucap Nay dan yang lainnya langsung protes tidak setuju.


"Gimana sih Nay, baru juga awal main masa udah dihukum." protes Silla.


"Iyaaa, udah jawab aja Nay." desak Leon.


"Ayooo Nay, jawab aja. Aku juga penasaran nieh." ucap Bayu.


Akhirnya mau tidak mau, Nay menjawab pertanyaan dari Leon.


"Emmmh, sama Kak Leon." jawab Nay pelan membuat semuanya terbelalak menatap ke arah Nay.


"Sejak kapan Nay suka sama Kak Leon?" tanya Silla dalam hati.


"Yah, Nay. Aku kecewa banget dengernya." batin Bayu dalam hati.


"Aduh, kayaknya aku salah kasih pertanyaan nieh. Gak enak jadinya sama Pak Bayu." gumam Leon dalam hatinya.


"Udah udah, sekarang aku yang putar kan?" ucap Nay mengambil botol dan memutarnya.


Botol tersebut mengarah ke Silla.


"Aku pilih dare karena aku suka tantangan." ucap Silla to the point.


"Suruh aja Silla telfon Reza dan minta nikah sama dia." ucap Levi.


"Eiiitzzz, Kak Levi gak bisa ikut-ikutan begitu. Ini kan Nay yang harus kasih tantangan." sanggah Silla.


"It's so easy," ucap Silla yang langsung memencet nomor ponsel Reza dan menekan tombol loudspeaker.


Tersambung . . .


"Halo, ada apa Silla?"


"I just wanna say, I miss you so much, honey."


"Are you really, baby"


Silla langsung memutus panggilannya.


"Okeeey, sekarang giliran aku." Silla memutar botolnya dan mengarah ke Leon lagi.


"I get you again, Kak Leon." ucap Silla senang.


"Aku pilih truth deh." jawab Leon. "Kamu kasih tantangan gak kira-kira."


"Baiklah, pertanyaannya adalah . . . " Silla sengaja menghentikan ucapannya.


"Ini cuma permainan kan, jadi jangan dianggap serius yaa. Harus fair." ucap Silla.


"Lamaaa ih, buruan deh, La." ucap Levi geram.


"Gimana perasaan kak Leon setelah mengetahui perasaan terpendam dari Nay. Di terima atau enggak?" tanya Silla membuat Nay mencubit paha sahabatnya.


"Kamu apa apaan sih, Laaaa." gerutu Nay.

__ADS_1


"Awwwh, sakit Nay. Just kidding loooh ini." jawab Silla sambil menoel dagu Nay.


"Aku sangat menghargai perasaan Nay, tapi dalam hati aku masih ada nama Zella." jawab Leon sambil melirik ke arah Bayu.


Kini Leon memutar botolnya dan mengarah tepat ke Pak Bayu.


"Akhirnya Om Bayu kena juga. Ayo om pilih truth or dare?" tanya Silla.


"Hemmm, apa yaa?" Bayu tampak berfikir keras. "Dare aja deh." ucap Bayu.


"Pas banget nieh Pak Bayu, cocok." ucap Leon.


"Aku akan menantang dosen kampus USI untuk melamar wanita yang disukainya didepan kita semua." ucap Leon membuat Silla mengernyitkan dahinya.


"Via telefon atau gimana sih? Mana bisa di depan kita?" tanya Silla.


"Diem aja deh. Dasaar cewek ngeselin." ucap Leon.


Silla hanya terkekeh melihat Leon kesal dengannya. "Main kalah aja ngambek gituh ama aku." ucap Silla.


"Aku mulai ya." ucap Bayu. Leon dan Silla pun mengangguk.


"Jujur aku sangat terkejut, saat mendengar wanita pujaanku memendam perasaannya terhadap orang lain." ucap Bayu membuat Silla langsung menatap ke arah Nay.


"Tapi itu bukan penghalang untukku dalam menyatakan perasaanku padamu, Nay. Bukankan cinta akan lahir jika kita terbiasa bersama?"


"Aku mencintaimu, Nayna Syaira. Gadis tangguh yang aku kenal. Maukah kau menikah denganku?" tanya Bayu to the point membuat Nay bingung harus berbuat apa.


"Bayu," panggil Mama Karen terkejut mendengar adiknya melamar mahasiswa yang usianya terpaut jauh di bawahnya.


"Kau sungguh melamar Nay?" tanya Mama Karen yang kini ikut duduk bergabung.


"Mamaaaah, ini kan kita lagi mainan." jelas Silla.


"Yaaa, aku emang beneran suka sama Nay," ucap Bayu berterus terang membuat Nay sangat malu di depan Mama Karen.


"Bayu, ikut mbak ke belakang yuk. Kita harus bicarakan ini." ajak Mama Karen.


"Diiiiih, mamah mah gak asik banget dah gangguin kita lagi main." gerutu Silla.


"Kalian lanjutin aja mainnya. Orang mama juga cuma perlu sama om kamu nieh." ucap Mama Karen.


Akhirnya main TOD mereka berakhir, Leon pun keluar dari rumah dan duduk di bangku luar.


"Nay," panggil Silla. "Sejak kapan kamu suka sama Kak Leon?" tanya Silla. Kenapa gak cerita sama aku sih."


"Sorry La. Aku juga gak tau sama perasaan aku sendiri." jawab Nay.


"Aku suka baper aja kalo deket ama Kak Leon. Apalagi sekarang kita sering bareng tentang urusan anak BEM." Jelas Nay.


"Tapi kamu tahu kan, Kak Leon masih sayang banget sama Zella." ucap Nay sendu.


"Kalau sama om aku gimana Nay?" tanya Silla.


"Emang sih dia udah tua." Silla terkekeh. "Tapi dia ganteng, perhatian, seorang dokter pula."


"Satu lagi, dia beneran baik Nay. Sayang aja dulu dia pernah diputusin ceweknya, jadi sampe sekarang masih jomblo begitu." jelas Silla.


"Kamu mau gak jadi tante aku?" tanya Silla sambil mengedip-ngedipkan matanya.

__ADS_1


"Aku belum tahu, La." jawab Nay menutup mukanya. "Masa iya sih jadi tante kamu." ucap Nay membuat keduanya tertawa bersama.


__ADS_2