
Acara pernikahan Zella hampir usai. Keponakan Zella dan kakak sepupu perempuannya sudah kembali ke kamar. Nay dan Leon memutuskan untuk langsung kembali ke Bandung malam ini bersama Bayu.
Silla dan mamanya berpamitan pada Zella untuk pulang ke rumah sewanya. Kini tinggal para lelaki keluarga besar Zella yang masih berkumpul di taman.
"Kak Levi gak ikut pulang bareng mama?" tanya Zella melihat Levi masih tetap berdiri di sampingnya.
"Malam ini aku akan menginap disini." ucap Levi.
"Tapi sepertinya sudah tidak ada kamar kosong kak. Semua sudah terisi oleh saudara-saudaraku." jelas Zella.
"Oh iya, kak Levi kan bisa tidur dengan kak Azel. Baiklah, kalau begitu aku kembali ke kamar dulu ya. Selamat beristirahat." ucap Zella meninggalkan Levi.
Levi hanya mengerutkan dahinya melihat Zella masuk sendiri ke dalam mansion.
"Ditinggal Zella ya?" tanya Azel sambil menepuk bahu Levi.
Levi menoleh ke arah Azel dan tersenyum. "Iya Bang." jawab Levi.
"Lalu kenapa kau malah diam saja?" tanya Azel kemudian.
"Aku harus bagaimana lagi? Kata Zella aku bisa menginap di kamarmu bukan." jawab Levi membuat Azel menepuk jidatnya.
"Ya Ampun Levi, kenapa kau bodoh sekali. Aku tidak menerimamu untuk tidur di kamarku mulai sekarang." ucap Azel membuat Levi tercengang.
"Kenapa Bang? Apa aku berbuat salah padamu?" tanya Levi dengan wajah yang bingung.
Kini Azel mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bukankah kalian sudah menikah malam ini?" tanya Azel dengan nada sedikit geram dan Levi hanya mengangguk.
"Apalagi Levi? Silahkan kau kejar istrimu dan tidur ke kamarnya." ucap Azel meninggalkan Levi dan bergabung dengan saudaranya yang lain.
Kini gantian Levi yang menepuk jidatnya sambil melangkah masuk ke mansion. "Bagaimana bisa aku jadi kelihatan bodoh di depan kakak iparku sendiri." batin Levi dan berhenti di depan tangga.
"Tunggu, bahkan aku tidak tahu dimana letak kamar Zella." batin Levi sambil mengusap wajahnya. Ia kembali lagi ke taman untuk menanyakan letak kamar Zella pada Azel.
Saudara laki-laki Zella sudah mulai kembali ke kamarnya masing-masing. Tinggal papa Green dan Azel yang masih asyik mengobrol.
"Levi, kenapa belum tidur juga?" tanya papa Green yang melihat Levi masih ada di taman.
"Apa kau akan meminta untuk tidur dengan papa?" tanya Azel sambil meledek.
"Aku tidak tahu dimana letak kamar istriku." jawab Levi membuat papa Green dan Azel tertawa bersama.
"Ayo aku antar," ucap Azel mengamit lengan Levi.
__ADS_1
Papa Green terkekeh sambil berjalan ke arah kamarnya.
***
Zella yang baru saja membersihkan tubuhnya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
Levi yang baru masuk ke kamar Zella menelan ludahnya melihat istrinya. Zella yang belum mengetahui keberadaan Levi berjalan ke arah lemari pakaiannya dan mulai memilih baju gantinya.
Dengan perlahan Levi berjalan ke arah sofa di kamar Zella dan duduk di sana. Saat Zella hendak membuka handuknya, Levi langsung berdehem membuat Zella terkejut dan berbalik badan.
"Kak Levi," pekik Zella terkejut sampai pakaian yang baru diambilnya jatuh.
Levi bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Zella. "Stop disitu dan jangan bergerak!" teriak Zella yang langsung memunguti pakaiannya dan lari ke kamar mandi.
Levi kembali duduk di sofa sambil menunggu Zella berganti pakaian.
"Kak Levi kenapa bisa ada di kamarku?" tanya Zella setelah keluar dari kamar mandi.
"Bukankah kita sudah menikah," jawab Levi santai.
"He heemmm. Laluu . . . ?" tanya Zella.
"Aku ingin mandi." jawab Levi mengalihkan pembicaraannya.
"Ooooh, baiklah. Kakak bisa pakai handuk bersih yang sudah disiapkan di lemari kamar mandi." ucap Zella dan Levi segera masuk ke dalam kamar mandi.
Levi yang sudah selesai mandi, langsung mengganti pakaiannya dan berjalan mendekat ke arah istrinya.
"Kau sangat cantik istriku," ucap Levi mengecup kening Zella.
Levi langsung mengangkat tubuh istrinya dan memindahkannya ke atas tempat tidur.
Setelah menyelimuti istrinya, Levi duduk di atas kursi meja rias Zella menatap istrinya yang sudah terlelap dalam mimpinya.
"Aku masih tidak menyangka malam ini memiliki status baru menjadi suamimu, Zella." gumam Levi pelan.
"Suami!" Levi terhenyak dengan kalimatnya sendiri.
"Kalau kita sudah sah menjadi suami istri, seharusnya malam ini menjadi malam pertama kita." ucap Levi dengan nada pelan.
"Duuuuh, Zellaaaa. Kenapa kau malah tidur di malam pertama kita." gerutu Levi yang kemudian naik ke atas tempat tidur Zella.
Levi masih belum bisa memejamkan matanya karena belum dapat menetralkan detak jantungnya.
Lama kelamaan mata Levi pun terpejam. Baru saja Levi memejamkan matanya, Zella membalikkan tubuhnya dan memeluk Levi hingga membuat Levi kembali terjaga.
__ADS_1
Levi pun membalas pelukan Zella, sayangnya itu justru membuatnya makin tidak dapat memejamkan matanya lagi.
"Kau membuat senjataku bangun Zella." keluh Levi.
Levi memandangi wajah Zella dan Zella makin mengeratkan pelukannya membuat keduanya kini tak berjarak.
Hingga semalaman Levi benar-benar tidak dapat memejamkan matanya karena menahan hasratnya yang sudah tidak karuan.
Kini waktu sudah menunjukkan jam lima pagi. Alarm di ponsel Zella berdering dan Zella mulai menggeliat.
Ia pun segera membuka matanya dan "Aaarrrrggghhh," Zella berteriak mendapati Levi yang ada di pelukannya.
Zella mendorong Levi hingga Levi jatuh ke lantai.
"Awh, Zellaaaa." pekik Levi sambil merintih kesakitan.
"Kak Levi, ya ampuuuun. Aku kira siapaa." ucap Zella langsung turun dari tempat tidurnya dan membantu Levi berdiri.
"Kau sungguh tega, Zella." ucap Levi pura-pura merajuk.
"Maafkan aku, kak. Aku benar-benar tidak tau kalau itu kau." ucap Zella.
Levi hanya diam saja menutupi tubuhnya dengan selimut Zella.
"Lagipula bagaimana kak Levi bisa tidur di kamarku?" tanya Zella.
Levi tidak menjawab Zella dan justru membalikkan badannya membelakangi Zella.
"Apa kau masih marah padaku?" tanya Zella mendekatkan tubuhnya ke Levi.
Kini Levi berbalik dan langsung menindih tubuh Zella. "Kau sudah membuatku tidak tidur semalaman Zella, jadi biarkan aku tidur sekarang." ucap Levi.
"Kenapa kak Levi tidak tidur di kamar kak Azel?" tanya Zella.
"Aku suamimu, Zella." jawab Levi. "Tentu saja aku harus tidur bersama istriku." bisik Levi di telinga Zella.
Zella langsung merinding dan membuang mukanya. "Aku sungguh tidak menyangka telah melupakan suamiku sendiri." batin Zella.
"Berarti semalam aku mengacuhkan suamiku di malam pertama kami?" tanya Zella dalam hati.
"Baiklah," ucap Zella sambil mendorong tubuh Levi. "Sekarang istirahatlah. Kak Levi pasti sangat mengantuk bukan?"
Levi menahan tubuh Zella, "Apa kau mau mengganti malam pertama kita pagi ini, sayang?" tanya Levi dan membuat Zella melarikan dirinya ke kamar mandi dan menguncinya.
Levi hanya tersenyum melihat istrinya dan kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama menghabiskan waktunya di kamar mandi, Zella mengendap endap keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah terlelap.
"Huuuuft, akhirnya dia tidur juga." ucap Zella tenang dan keluar dari kamarnya.