Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 19


__ADS_3

Setelah malam di perpustakaan Levi, kini Zella menjaga jarak dengan Levi maupun Leon. Zella selalu membuat alasan setiap kali Levi ataupun Leon memintanya untuk membantunya.


Winda, saudara tiri Zella sudah tidak sering menemui Zella di rukonya. Winda juga terlihat berteman dengan Carina dan Luna karena mereka memang satu kelas.


Sudah satu bulan Zella mengacuhkan kedua pria yang sedang berlomba mendapatkan hatinya. Pagi ini, Zella terpaksa ke kampus sendiri karena Nay terkena diare.


Setelah memarkirkan motornya, Zella langsung menuju ke kelasnya. Silla sudah duduk menunggunya di dalam kelas.


"Nay kok gak kelihatan?" tanya Silla.


"Sakit dia. Dari semalem diare sampe lemes banget." jawab Zella.


"Udah dibawa ke dokter? Salah makan atau gimana bisa diare gituh." tanya Silla.


"Udah aku panggilkan dokter juga. Salah makan dia." jawab Zella. "Oh iya, La. Aku kayaknya gak ikutan baksos deh."


"Kenapa? Kamu lagi diemin Kak Leon ya?" tanya Silla yang sudah hampir setiap hari diburu Leon karena diacuhkan Zella. "Sebenernya ada apa sih Zell. Cerita dong ama aku."


"Nothing problem Silla sayang. Aku cuma mau fokus kuliah aja. Aku tuh gak mau diribetin cewek cewek yang naksir berat sama Kak Leon." jawab Zella. "Lagi pula kan kita baru mulai kuliah."


"Kamu acuhin Kak Levi juga ya?" tanya Silla yang terus ditanya kakaknya perihal Zella.


"La, aku males aja banyak masalah sama kakak kamu. Ribet juga." jawab Zella.


"Emang waktu di perpustakaan kalian ngapain aja? Bertengkar ya? Soalnya aku lihat habis malam di perpustakaan kamu tuh jadi acuh gitu sama kak Levi." tanya Silla.


"Aku cuma ngerjain tugas, disitu juga aku diem diem aja sama Pak Levi." jawab Zella. "Yah intinya aku males ribet, La."


Tak lama kemudian dosen pun datang dan memulai pembelajaran. Satu mata kuliah, dua mata kuliah dan tiga mata kuliah yang berturut-turut akhirnya selesai juga. Reza terlihat di depan kelas sedang menunggu Silla.


"La, ditunggu doi tuh." ucap Zella menunjuk ke arah Reza.


"Aku duluan gak papa nih Zell? Kak Reza minta dianter ke toko buku soalnya."


"Santai aja, La. Aku juga langsung balik ke ruko. Kasihan kalo ninggalin Nay lama-lama." jawab Zella.

__ADS_1


Silla langsung keluar kelas bersama mahasiswa yang lain. Zella masih meneruskan catatannya sedikit dan menata bukunya di dalam tas.


Kelas Zella sudah sepi, Leon langsung masuk dan menutup pintu.


"Zella, kamu kenapa sih selalu menghindar dari aku?" tanya Leon yang langsung duduk di hadapan Zella. "Aku salah apa sama kamu?"


"Gak ada apa-apa kak. Aku balik dulu ya. Nay lagi sakit soalnya." jawab Zella yang langsung beranjak pergi. Tapi Leon langsung menahannya.


"Please Zella. Aku minta waktu kamu sebentar aja." pinta Leon.


Zella menarik nafasnya dan berbalik ke arah Leon. "Aku mau fokus kuliah aja Kak." jawab Zella.


"Apa aku mengganggumu selama ini hingga membuatmu tidak fokus kuliah?" tanya Leon dan Zella menggelengkan kepalanya.


"Kak Leon terlalu diidolakan di kampus. Aku males harus ngeladenin penggemar berat kakak. Aku lelah." jawab Zella. "Sekarang aku boleh pergi kan?"


"Aku akan bilang pada semuanya untuk tidak mengganggumu. Carina, Luna, Winda, sebutkan siapa lagi yang suka membuat masalah denganmu, Zella!" Leon masih menahan Zella untuk pergi.


"Jangan lakukan semua itu, kak. Itu akan membuatku semakin susah nantinya. Let me go!" pinta Zella dan Leon masih tetap menahan Zella.


"Baiklah, aku setuju." jawab Zella dan Leon mempersilahkan Zella pergi.


Zella menuju ke ruko dan mengecek kondisi sahabatnya. Nay sudah lebih baik daripada tadi pagi. Zella beristirahat sebentar di ruang kerjanya, setelah itu ia akan mengecek kinerja karyawan dan hasil perolehan bisnis kecilnya.


Hampir 2 bulan Zella menjalankan bisnisnya, ia sudah memperoleh keuntungan yang besar. 1 bulan lagi dia pastikan dapat mengembangkan bisnisnya. Zella berkutat di depan komputernya sampai tidak sadar Levi sudah berdiri di sampingnya.


"Zella, ikut denganku sekarang!" perintah Levi memegang tangan Zella.


Zella langsung menarik kembali tangannya karena terkejut Levi datang tiba-tiba. Dilihatnya Nay dan Winda sudah berdiri di belakang Levi.


"Zella, biar aku yang handle laporannya. Ikutlah Pak Levi." ucap Nay menarik tangan Zella dan mengambil alih tempat duduk sahabatnya.


"Ini ada apa sih sebenarnya?" tanya Zella yang masih belum beranjak mengikuti Levi.


"Papa Green memintaku mengantarmu ke rumah sakit. Azel sedang dirawat disana." ucap Levi yang paham dengan Zella. Ia tidak akan ikut Levi tanpa alasan yang pasti.

__ADS_1


Ucapan Levi membuat mata Zella bekaca-kaca dan langsung menarik tangan Levi.


"Ayo Pak, kita harus segera kesana." ucap Zella. Winda mengikuti keduanya ke mobil.


Zella langsung mengambil tempat duduk di samping Levi sedangkan Wimda duduk di belakang.


"Kenapa kak Azel bisa masuk rumah sakit? Kenapa Papa tidak langsung memberi tahu aku?" tanya Zella menuntut jawaban dari Levi.


"Papa tidak mau kamu panik dan langsung pulang sendiri." jawab Levi.


"Kak Azel kenapa?" Zella mengulang lagi pertanyaannya. Ia berharap sakit kakaknya tidak terlalu serius.


"Nanti kamu bisa lihat sendiri kondisi kakakmu." jawaban Levi membuat Zella geram. Sedangkan Winda tampak tenang dan santai duduk di belakang dengan headset di telinganya.


"Pak Levi tolong beritahu aku, apa yang terjadi dengan kakak?" desak Zella dan memberanikan dirinya memegang lengan tangan Levi.


Levi yang selama ini diacuhkan Zella, jadi salah tingkah lengannya dipegang Zella. Winda tidak mau melewatkan kesempatan itu langsung memotret Zella dan mengirimkan pada Laluna yang notabenenya sangat menyukai Levi.


"Zella, kau ingin cepat sampai bukan? Lepaskan tanganmu agar kita bisa cepat sampai." ucap Levi.


Zella langsung melepaskan tangannya dan mencoba menghubungi papanya berkali-kali. Setelah puluhan kali menelfon papanya dan tidak diangkat, akhirnya Zella menutup ponselnya dan berharap cepat sampai di rumah sakit.


"Pak Levi, ada apa dengan kakakku?" tanya Zella. "Jawab pak. Tolong jangan acuhkan pertanyaanku." pinta Zella melihat Levi yang masih fokus mengemudi.


Levi tetap tidak menjawab hingga Zella menyerah bertanya pada Levi. "Pak Levi, aku minta maaf sudah mengacuhkanmu beberapa hari ini. Kumohon jawab aku dan aku tidak akan mengacuhkanmu lagi hari ini." ucap Zella.


"Hei, kau mengacuhkan aku sebulan Zella." ucap Levi kesal. "Lalu kau tidak akan mengacuhkanku sehari ini saja? Kau keterlaluan Zella." ucap Levi.


"Kalau begitu beritahu aku." Zella terus mendesak Levi. "Atau aku akan mengikat kembali rambutku di depan . . . " belum selesai Zella melanjutkan ancamannya, Levi sudah memotong ucapan Zella.


"Jangan mengancamku. Aku akan menjawabnya. Azel kecelakaan." jawab Levi membuat Zella terdiam. Air mata yang sudah ditahan dari tadi akhirnya tumpah.


"Ini yang tidak aku inginkan, jika aku memberitahumu sekarang." ucap Levi yang sebenarnya tidak tega melihat Zella menangis.


30 menit lagi mereka akan tiba di rumah sakit. Levi meminta Zella agar tidak menangis lagi dan Zella pun menuruti Levi.

__ADS_1


__ADS_2