Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 62


__ADS_3

Satu mata kuliah akhirnya selesai. Zella dan Nay memutuskan untuk beristirahat di kantin. Sedangkan Silla pergi ke ruangan Levi karena ada beberapa berkas file yang harus dikirim ke email Mamanya.


"Nay, sepupu kamu udah daftar sekolah?" tanya Zella sambil menyeruput minumannya.


"Baru mau cari SMP deket sini, Zell. Cari yang murah-murah aja." jawab Nay.


"Kemarin aku diam-diam ambil berkas di sekolah Niza." ucap Nay lagi.


"Hemmm, Nay." panggil Zella. "Uang masuk sekolah Niza biar aku yang urus. Perbulannya juga SPPnya biar aku yang tanggung." ucap Zella.


"Jangan Zell. Uang gaji aku yang terkumpul dari dua bulan yang lalu masih ada kok." tolak Nay.


"Nay, uang kamu disimpan aja. Lagipula kamu akan butuh suatu saat nanti." ucap Zella.


"Kalau kamu nolak, berarti kamu harus ikutan audisi pemilihan pertukaran mahasiswa ke Jerman." ancam Zella.


"Zella, kamu baik banget sih." ucap Nay terharu dan langsung memeluk sahabatnya.


Tiba-tiba ponsel Zella dan Nay berdering bersamaan dan muncul notifikasi pesan di grup kelas.


"Habis ini kosong, Nay. Dosennya gak masuk. Aku mau rebahan di ruko ah." ucap Zella memasukkan ponselnya dalam tas.


"Kalo gitu, aku mau cari sekolah Niza aja deh." ucap Nay.


Zella langsung mentransfer uang ke rekening sahabatnya. Nay pun berterima kasih dan langsung menjemput Niza.


Sedangkan Zella menyusul Silla ke ruangan Levi dan mereka berdua kembali ke ruko Zella.


Nay yang sudah sampai di ruko, langsung memanggil Niza. Tapi salah satu karyawan Zella memberi tahu bahwa Niza sedang pergi bersama Pak Bayu mencari sekolah.


"Dari mana Pak Bayu tahu kalau Niza akan mencari sekolah?" tanya Nay sedikit khawatir.


"Niza sendiri yang cerita sama Pak Bayu." jawab Mba Ika, karyawan Zella.


Mau tidak mau, Nay menelfon Pak Bayu dan menanyakan keberadaannya.


"*Halo, Nay. Maaf tidak memberitahumu bahwa aku membawa Niza." ucap Bayu diujung panggilan.


"Sekarang kalian ada dimana Pak?“ tanya Nay.


"Saya di SMP Nusa Bakti, tidak jauh dari kampus. Kalau mau menyusul, jangan lupa bawa berkas Niza untuk melengkapi administrasi sekolahnya."

__ADS_1


"Baiklah, pak. Saya akan segera menyusul*."


Setelah mengetahui dimana keberadaan Bayu dan Niza, Nay pun langsung menyusul kesana.


"Kak Nay," panggil Niza sambil melambaikan tangannya melihat Nay sedang memarkirkan motornya.


Nay pun berjalan mendekat ke arah Niza yang berdiri di dekat tiang bendera.


"Aku akan sekolah disini kak." ucap Niza dengan raut wajah yang sangat gembira.


"Pak Bayu tadi yang kasih informasi kalo disini ada beasiswa, aku tadi mengerjakan tes yang diberikan kepala sekolah dan hasilnya sangat bagus." jelas Niza dengan mata yang berbinar.


"Jadi, kata Pak Bayu aku lolos dan bisa mendapatkan beasiswa disini." ucap Niza membuat Nay sangat terharu.


Nay langsung memeluk sepupunya erat. Dari kejauhan tampak Bayu keluar dari ruangan kepala sekolah bersama dengan seorang wanita yang nampak cantik.


"Itu pasti kepala sekolahnya," batin Nay melepaskan pelukan Niza dan berjalan ke arah ruang kepala sekolah.


Niza menundukkan sedikit badannya dan memberi hormat pada wanita di samping Bayu.


"Saya Nay, wali dari Niza bu." ucap Nay memperkenalkan dirinya.


"Saya bu Rizka, kepala sekolah SMP Nusa Bakti. Saya sahabat kecilnya dr.Bayu." jawab Rizka sambil menoleh le arah Bayu.


Setelah melengkapi berkas milik Niza, Nay segera menemui sepupunya. Besok Niza sudah mulai bersekolah disana.


Nay belum sempat berterima kasih saat Bayu sudah meninggalkan sekolah dan pergi ke rumah sakit. Sedangkan Niza masih menunggu untuk pengukuran seragam. Akhirnya Nay mengirim pesan kepada Bayu untuk menyampaikan rasa terima kasihnya.


Nay


Pak Bayu, terima kasih banyak sudah mencarikan sekolah untuk Niza. Maaf sudah merepotkan anda. Saya tidak tahu harus bagaimana cara membalas kebaikan anda.


Sent : 10.20


Bayu


Jangan terlalu sungkan Nay. Aku hanya mengantarkan sepupumu saja. Selebihnya, dia sendiri yang berusaha sampai mendapatkan beasiswa.


Sent : 10.21


Nay

__ADS_1


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak. Jika anda berkenan, saya akan mentraktir anda dimner malam ini.


Sent : 10.22


Membaca balasan pesan dari Nay membuat Bayu berfikir dua kali harus menerima atau tidak.


Disisi lain, Mamanya Silla pernah berpesan pada dirinya untuk jangan terlalu mengejar Nay. Sebab, hal ini akan menyebabkan Nay takut dan makin menjauh darinya.


Saran kakak kandungnya juga yang saat ini sedang ia lakukan, seperti memberi perhatian kecil pada Nay pasti akan menarik perhatian Nay.


Satu lagi yang dipesan oleh kakaknya dan kata katanya paling dia ingat, "Kamu harus tampil cool dan sedikit jual mahal dong."


Akhirnya Bayu memutuskan untuk menolak tawaran Nay meskipun dalam hati terdalamnya ia sangat ingin.


Bayu


Tak perlu repot-repot. Saya senang dapat membantumu.


Nay membaca balasan pesan dari Bayu membuat Nay sedikit kecewa akan penolakan Bayu.


"Pak Bayu kok nolak?" tanya Nay dalam hati.


"Katanya cinta, ampe kemarin juga berani sampe ngajakin nikah. Ini mau ditraktir malah nolak." gerutu Nay pelan.


Nay kembali memikirkan bagaimana ia harus berterima kasih dengan Bayu. Sampai Niza mendapatkan seragamnya, Nay masih belum mendapatkan cara ia berterima kasih.


Sepanjang jalan pulang ke ruko, Niza terus menceritakan kebaikan Pak Bayu.


"Pak Bayu itu udah ganteng, baik, seorang dokter pula." puji Niza. "Terus Pak Bayu asik banget kalo diajak ngobrol apalagi bercanda."


"Oh iya kak, dia juga udah lengkapi keperluan Niza sekolah loo. Tas, sepatu, buku sekolah, alat tulis juga." ucap Niza.


Nay hanya manggut manggut mendengar cerita keponakannya.


"Bu Rizka juga baik banget kak orangnya. Udah lembut banget cara bicaranya, trus ngomongnya sopan banget."


"Pak Bayu kelihatan cocok banget sama Bu Rizka. Yang satu tampan, yang satunya lagi cantik." celoteh Niza membuat Nay mengerem motornya mendadak.


"Kak Nay kenapa sih?" tanya Niza terkejut. "Hati-hati dong bawa motornya." protes Niza dan Nay kembali menjalankan motornya.


"Maaf yaaa. Gak sengaja tadi ngerem mendadak." jelas Nay.

__ADS_1


"Pak Bayu cocok sama Bu Rizka?" tanya Nay dalam hati. "Kenapa tiba-tiba aku agak gimana gitu denger kata-kata Niza barusan?"


Motor Nay sudah sampai di depan ruko. Niza langsung turun dari motor dan bergabung dengan karyawan yang lainnya untuk membantu karena dilihatnya ruko sangat ramai.


__ADS_2