Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 52


__ADS_3

"Hai pengantin kecil." sapa Sepupu Myna. "Bagaimana malam pertamamu?" tanya Myna sambil menyiapkan minuman hangat untuk suaminya.


"Baik-baik saja." jawab Zella sambil menarik kursi dan duduk di atasnya.


"Bagaimana rasanya?" tanya sepupu Livi. "Pasti sakit ya? Biasanya kalo baru pertama memang gitu dek. Tapi lama-lama pasti enggak deh." ucap Livi.


"Meskipun sakit, biasanya pengantin baru tidak bangun sepagi ini." celoteh Myna membuat Zella mengerutkan dahinya.


"Benar juga yaa, lagipula aku lihat jalanmu masih biasa saja, Zella." ucap Livi yang sedikit heran dengan keadaan Zella pagi ini.


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Zella membuat Myna dan Livi mendekat ke arah Zella.


"Apa kau sudah berhubungan suami istri dengan Levi?" bisik sepupu Livi.


"Diiiih sepupu, kenapa harus membahas hal mesum sepagi ini?" tanya Zella menutup mukanya.


"Kau ini benar-benar masih sangat kecil dan di bawah umur ya." ucap Myna. "Baiklah sekarang beri tahu kami, suamimu sedang apa?"


"Baru saja tidur karena dia semalaman tidak bisa tidur sama sekali." jawab Zella membuat Livi dan Myna tersenyum.


"Waaaah, hebat juga ternyata ya. Kalian bermain semalaman." ucap sepupu Livi.


"Kau keren Zellaaa," puji sepupu Myna. "Masih bisa bangun pagi meski sudah main semalaman." ucap Myna takjub.


"Kau benar, Myna. Pantas saja adik sepupu kita ini bisa melumpuhkan 3 preman sekaligus." ucap Livi menimpali ucapan Myna.


Zella makin tidak paham arah pembicaraan sepupunya.


"Mana mungkin aku bermain semalaman, jelas jelas aku tidur setelah membersihkan diri." ucap Zella sambil berjalan ke pantry.


"Apaaaaaa?!!" teriak Livi dan Myna bersamaan.


***


Bandung pagi ini.


Nay sudah bangun dan mulai membersihkan dirinya. Setelah itu Nay langsung turun ke lantai dua untuk membuat sarapan. Sedangkan karyawan Zella sudah berkutat dengan mesin foto copy dan melayani para pengunjung di ruko Zella.


Pak Bayu adalah salah satu pengunjung di ruko Zella yang datang untuk mengcopy modul pembelajarannya. Bukan hanya itu, ia juga berniat untuk melakukan pendekatan pada Nay.


Sayangnya, ia tidak menemukan Nay sama sekali. "Mbak Ika," panggil pak Bayu melihat name tag salah satu karyawan Zella. "Nay dimana ya?" tanya Bayu.


"Saya lihat tadi di lantai dua, pak." jawab Mbak Ika yang masih fokus pada kerjanya.


"Boleh saya ke atas?" tanya Bayu dan langsung di cegah dengan karyawan yang satunya lagi.

__ADS_1


"Jangan pak, biar saya panggilkan saja." ucap karyawan Zella yang langsung naik ke lantai dua.


Nay yang sedang menikmati sarapannya terpaksa harus menemui pak dosen yang jelas tidak mengajar di kelasnya.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak Bayu?" tanya Nay.


"Tentu saja Nay. Apa kamu ada waktu sore ini?" tanya Bayu. "Saya mau mengajak kamu untuk menemani saya ke Mall Bandung." ucap Bayu to the point.


"Sebenarnya saya ada janji dengan . . . " belum selesai Nay berbicara, Bayu sudah memotongnya.


"Tolong dong Nay, temani saya mencari kado untuk pernikahan Levi." pinta Bayu.


"Baiklah." jawab Nay dengan terpaksa.


Setelah mendapat jawaban dari Nay, Bayu langsung pergi meninggalkan ruko.


"Ehmm," dehem Leon dari belakang Nay yang sudah melangkahkan kakinya menaiki tangga.


"Kayaknya ada yang mau kencan nieh sama Pak Bayu," ledek Leon.


"Eh, Kak Leon. Bukan kencan kak." ucap Nay. "Kak Leon udah sarapan belum?" tanya Nay.


"Belum nieh." jawab Leon sambil menggelengkan kepalanya.


Nay langsung menarik tangan Leon, "Sarapan bareng yuk." ajak Nay.


"Pak Bayu kayaknya suka loh Nay sama kamu." ucap Leon sambil menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.


"Biarin deh kak." ucap Nay. "Oh iya, kak Leon masih cinta sama Zella?" tanya Nay kemudian.


"Hemmm. Yaaah, rasa itu belum berubah Nay." jawab Leon. "Dari awal juga aku sudah mempersiapkan diriku jika Zella memilih orang lain." jelas Leon.


"Oooh gituuu yaaa." ucap Nay dan Leon hanya mengangguk.


"Makasih ya Nay udah nawarin sarapan." ucap Leon.


"Sama-sama kak, aku juga kebetulan masak banyak." balas Nay


"Hari ini kita harus menemui pak Bayu untuk menyerahkan proposal." ucap Leon sambil menyudahi makannya.


"Udah siap kak, tapi pagi ini aku ada kuliah. Kalo jam sepuluh gimana?" tanya Nay.


"Oke deh. Mau bareng gak ke kampusnya?" tawar Leon.


"Boleh deh kak," jawab Nay langsung mempersiapkan dirinya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Nay sudah siap pergi ke kampus bersama Leon.


Bukannya langsung ke kelas Nay, Leon malah mengajaknya ke kantor BEM untuk mengambil map kertas yang tertinggal.


"Masih setengah jam lagi kan kuliahnya?" tanya Leon. "Kita mampir bentar ya. Ambil map kertas."


Nay hanya mengangguk dan menunggu Leon di depan kantor BEM.


POV Nay


Lama lama Kak Leon makin cakep aja. Andai aja aku bisa gantikan posisi Zella di hati Kak Leon, aku pasti akan sangat bahagia.


Aku memang sangat menginginkan jadi pengganti Carina sebagai sekretaris BEM agar lebih dekat dengan Kak Leon. Kedekatanku saat ini mungkin hal yang biasa bagi Kak Leon, tapi ini adalah pencapaian yang baik menurutku.


Kak Leon memang sosok lelaki yang sangat perhatian dan bertanggung jawab. Ia bahkan sangat sportif saat bersaing dengan Pak Levi untuk memperrebutkan hati Zella. Membuatku semakin kagum saja.


Hemmm, kenapa harus Pak Bayu sih yang suka sama aku?? Kenapa bukan Kak Leon aja?


"Nay, kok ada disini?" tanya Pak Bayu yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Nay.


"Iya pak, lagi nunggu Kak Leon." jawab Nay.


"Ada jadwal kuliah kan? Yuk saya anter ke kelas." tawar Pak Bayu dan Nay hanya diam berharap Leon segera datang.


"Duuuh, Kak Leon lama banget sih cuma ambil map doang." gerutu Nay dalam hati.


"Nay," panggil Bayu lagi. "Kok diem?"


"Oke deh, Pak. Daripada ntar terlambat." jawab Nay yang melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit.


Dengan senang hati Bayu mempersilahkan Nay masuk ke mobilnya dan mengantarkannya ke depan kelas. Setelah sampai di halaman depan kelas, Nay berterima kasih dan langsung masuk ke dalam kelasnya.


Setelah Nay masuk ke dalam kelasnya, Bayu segera mengirim pesan pada Leon.


Pak Bayu


Thanks ya Leon. Nay sudah saya antar ke kelasnya. Nanti proposal BEM letakkan saja di meja saya karena saya harus mengajar.


Sent: 07.58


Leon


Oke Pak Bayu. Saya doakan Nay membalas perasaan anda.


Sent: 07.59

__ADS_1


Bayu tersenyum mendapat balasan dari Leon. Ia pun segera menjalankan mobilnya ke arah fakultas kedokteran.


***


__ADS_2