
Silla langsung menuju ke ruko untuk menemui Nay. Sampai di ruko, Silla langsung mencari keberadaan Nay.
"Mba Ika, Nay mana kok gak kelihatan?" tanya Silla pada salah satu karyawan Zella.
"Kayaknya baru sarapan deh di lantai dua." jawab Mba Ika yang sedang memotong kertas.
"Oke, aku ke atas ya." ucap Silla yang langsung naik ke lantai dua.
Sampai di lantai dua, Silla melihat Nay tidak sendiri. Ternyata om Bayu juga ikut sarapan bersama Nay. Yang membuat Silla lebih terkejut, Om Bayu sudah berani mencium sahabatnya.
"Hayoooo lagi pada ngapain?" ganggu Silla yang tiba tiba sudah berdiri diantara Bayu dan Nay.
Blush. Wajah Nay seketika memerah saat kelakuan mereka kepergok oleh Silla.
Dengan kesal Bayu menarik telinga Silla karena dirinya juga terkejut atas kedatangan keponakannya yang tiba tiba.
"Kamu nih yaaa gangguin orang pacaran aja. Ngapain sih kesini segala?" tanya Bayu kesal.
"Ampun om, ampun." ucap Silla sambil berusaha melepaskan tangan Bayu dari telinganya. "Sakit tauuu." gerutu Silla.
"Lepasin kak, kasihan Silla." pinta Nay dan Bayu langsung melepaskan tangannya dari telinga Silla.
"Sakit ya, La. Sini biar aku kompres telinganya biar gak sakit." tawar Nay menarik tangan sahabatnya.
"Yaelaaaah mana ada sakit. Orang cuma dipegang doang kupingnya. Gak ditarik juga." ucap Bayu membela diri.
"Diiiiiih om Bayu jahat banget sih ama ponakan sendiri." protes Silla sambil mencubit pinggang omnya kencang dan langsung naik ke atas.
"Awh Sillaaaa," teriak Bayu. "Sakit banget euy." Bayu mengangkat kaosnya ke atas dan melihat bekas cubitan Silla yang langsung membiru.
Nay yang baru kali ini melihat perut Bayu menelan ludahnya kasar dan langsung membuang mukanya. Perut bayu yang sixpack dan ditumbuhi bulu bulu halus membuat fikiran Nay travelling kemana-mana.
"Nay, kompresin yang ini aja dong. Sakit banget nih." rengek Bayu.
Akhirnya Nay melangkahkan kakinya ke kulkas dan mengambil balok es kecil. Setelah itu, Nay mengambil kain dan mulai mengompres pinggang Bayu.
"Kak Bayu iseng banget sih sama Silla. Pake narik telinga segala." ucap Nay.
"Naaaaay, yang ngagetin duluan siapa coba? Silla kan? Aku juga gak narik telinganya, cuma pegang gini doang." Bayu mengarahkan tangannya ke telinga Nay dan justru membuat tubuh Nay menegang.
Bayu bukan memegang telinga Nay, tapi justru memainkan cuping telinga Nay dengan jarinya.
"Kak Bayuu, udah ah. Aku mau nyusul Silla dulu ke atas." ucap Nay melepaskan tangan Bayu.
__ADS_1
"Gak usah disusul. Kamu disini aja." tarik Bayu memaksa Nay menemani sarapannya yang tertunda karena Silla.
Silla yang sudah di kamar Zella langsung merebahkan dirinya di atas kasur.
"Zella udah nikah sama kakak, sedangkan Nay pasti sebentar lagi bakal nikah sama om Bayu. Tinggal aku dong yang jomblo." gumam Silla sembari menatap langit langit kamarnya.
"Mereka semua sahabat aku, dan kini jadi saudara aku." Silla menutup mukanya dengan bantal. "Seneng sih, tapi gak enaknya gini nih. Aku jadi sendirian."
Lama kelamaan, Silla tertidur di kamar Zella. Nay masuk ke kamar dan melihat Silla sudah tidur, akhirnya meninggalkan Silla sendirian.
***
Malam ini, Zella dan Levi berencana untuk merayakan kelulusan Zella dan Silla di mansion dengan acara barbeque. Zella mengundang Leon, Nay, Om Bayu, Niza, Carina, dan Laluna untuk bergabung.
Laluna berjanji akan datang bersama pacar barunya, sedangkan Carina berencana datang bersama Reza karena Reza ingin mengucapkan selamat pada Silla.
Sore ini, Silla pulang ke mansion dan mendapati Zella sedang menyiapkan acara untuk nanti malam bersama Levi.
"Kak Levi kok gak bilang mau ngadain acara buat nanti malem?" tanya Silla yang baru sampai mansion.
"Surprise dong buat kamu, Selamat yaaa adek kakak yang cantiiik," ucap Levi mengusap kepala adiknya.
"Telaaat ih ngomongnya." gerutu Silla sambil berjalan ke arah Zella.
"Aku sama kakak ipar pasti tetep cantik dia kan?" tanya Silla menunjuk Zella.
"Gak bisa dibandingin dek kalo itu mah. Kamu sama Zella bukan untuk perbandingan." jawab Levi meninggalkan Silla dan Zella.
"Diiiiih, Kak Levi nih ngeselin. Udah pulang gak kasih kabar ke aku. Trus culik kamu tanpa sepengetahuan aku juga." gerutu Silla yang kemudian membantu Zella.
"Kamu cemburu?" tanya Zella.
Silla menggelengkan kepalanya. Zella langsung meraih tangan Silla dan mengajaknya duduk di bangku taman.
"Sini deh, kita ngobrol-ngobrol dulu." ajak Zella.
"Aku tau, kamu pasti bete banget kan hari ini? Aku minta maaf ya, La." ucap Zella tulus.
"Oh iya, aku punya sesuatu loh buat kamu." Zella merogoh saku bajunya dan memberikan sesuatu untuk Silla.
Zella memberikan jam tangan Daniel Wellington yang sangat diinginkan oleh Silla beberapa hari yang lalu. Mata Silla langsung berbinar melihat apa yang dipegang oleh Zella.
"Zellaaaaaaaa," mata Silla berkaca kaca dan langsung memeluk sahabatnya yang juga kakak iparnya. "Aku gak pernah marah sama kamu, Zell."
__ADS_1
"Ini hadiah buat kamu, karena udah lolos audisi dan akan nemenin aku ke Jerman." jawab Zella.
"Thanks a lot, Zellaaaaa." ucap Silla dan langsung meraih kotak jam tangan yang dipegang Zella.
"Kamu tau aja aku lagi pingin ini, tau dari mana kamu?" selidik Silla.
"Emmmmh," Zella menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebenarnya itu dari Leon," bisik Zella.
"Kata Leon, biar kamu inget dia terus." ucap Zella dan kali ini membuat Silla sangat bimbang.
"Kalo dari aku sama kak Levi udah ada di kamar kamu hadiahnya." jelas Zella lagi.
Silla terdiam dan membolak balikkan kotak jam tangan dari Leon. "Aku bingung deh Zell sama kak Leon." ucap Silla.
"Kenapa emang?" tanya Zella.
"Emmmmh, aku balikin aja kali ya jam tangannya ke dia." jawab Silla.
"Eiiitzzzz, yakin mau dibalikin? Ini jam tangan mahal loooh. Kak Levi juga belum tentu beliin buat kamu." Zella makin membuat Silla bimbang.
"Aku gak mau kasih harapan ke kak Leon." ucao Silla.
"Why?" tanya Zella. "Dia baik, tampan, perhatian, cerdas, dan satu lagi ya, La. Dia bukan playboy kayak Reza." jelas Zella.
"Tapi dia dulu sukanya sama kamu, Zell. Udah gitu Nay juga pernah suka sama dia." jawab Silla. "Masa' iya aku dapet yang bekas begitu."
"Ya ampuuuun, Sillaaaa. Bukan bekas dong namanya. Aku sama kak Leon gak pernah pacaran loh." protes Zella. "Sama Nay juga gak pernah kan?"
"Iya juga sih, Zell." jawab Silla. "Tapi kan tetep aja semua pernah ada hubungannya sama sahabat-sahabat aku."
"Diiiih, kamu mah kejauhan mikirnya. Oke sekarang aku tanya nieh ya. Kamu pilih cowok playboy atau cowok jomblo?" tanya Zella.
"Jelas yang jomblo lah." jawab Silla.
"Kamu lebih pilih Kak Reza atau Kak Leon?" tanya Zella.
"Jelas pilih kak Leon lah." jawab Silla dan langsung menutup mulutnya. "Eh, bukan gitu Zella. Aku belum tau pilih siapa. Aku pilih jomblo dulu aja."
"Dasar kamu ya, yaudah sekarang kamu tanya hati kecil kamu aja deh." Zella meninggalkan Silla sendiri di taman dan masuk ke dalam mansion.
Silla menimang nimang jam tangan dari Leon dan mulai membukanya. Ada terselip surat di dalamnya, dan Silla pun mengambil suratnya.
Malam reuni kau sudah menjadi pacarku, Silla. Dan aku ingin seterusnya begitu. Katakan iya dengan memakai jam tangan ini, Prisilla Ainsley. --Leon Ozora--
__ADS_1