
"Apaaaa???!!! Nay mau nikah sama Om Bayu secepat ini?" pelik Silla setelah mendengar cerita dari Zella saat mereka berangkat ke kampus.
"Kalah cepat kan kamu?" goda Zella sambil mengendarai mobil Levi.
Hari ini adalah awal tes semester di kampus dan juga hari pernikahan Bayu dan Nay. Levi harus mengurus semuanya karena dia lah saudara yang paling dekat. Mama Karen akan menghadiri pernikahan adiknya secara virtual dikarenakan ia masih banyak urusan yang harus ia selesaikan di Australia. Tapi, mama Karen akan segera kembali ke Bandung dalam waktu singkat ini. Zella dan Silla pun harus ke kampus tanpa sopir karena semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan dadakan Bayu.
"Aku sendirian dong Zellaaaa," rengek Silla kesal. "Waktuku akan terbatas untuk kalian."
"Maaf ya, La buat semalem. Lain kali, aku akan habiskan waktu khusus untuk adik iparku tersayang ini." ucap Zella mengusap lengan kanan Silla.
Silla terdiam dan memikirkan sesuatu. "Kenapa Om Bayu tiba-tiba meminta untuk menikah dadakan?" tanya Silla dan Zella hanya mengedikkan bahunya tidak tahu menahu.
"Kamu tahu kan Om Bayu udah kelewat dewasa." ucap Zella.
"KE-TUA-AN lebih jelasnya. Dia pasti udah mau nerkam Nay aja nih." balas Silla sambil terkekeh mengingat Nay sebentar lagi menjadi tantenya.
Keduanya pun tertawa bersama. "Oh Iya, gimana sama Babang Leon?" tanya Zella.
"Lucu gak sih kalo aku pacaran ama dia, Zell?" tanya Silla.
"Emang lawakan ampe lucu segala. Ikuti kata hati kamu aja, La." ucap Zella.
"Cuma aku blum mau publish dulu. Gak enak ama Carina." ucap Silla.
"Masih mikirin perasaan orang lain dari pada perasaan diri sendiri?" tanya Zella yang mulai memarkirkan mobilnya.
"Entahlah, Zell." jawab Silla. Kini keduanya keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam kelas.
***
Tepat pukul dua belas siang, Zella, Silla, dan Nay sudah berada di ruko. Tes hari pertama mereka sudah selesai. Kini tinggal Zella dan Silla mempersiapkan Nay untuk menjadi pengantin dadakan.
"Ada apaan sih ini?" tanya Nay bingung saat ruko Zella dipenuhi MUA.
"Acara syukuran kemarin belum kelar Nay. Sore ini kita adakan lagi syukuran yang meriah." ucap Zella menggandeng tangan Nay masuk ke dalam kamar.
"Orang kaya mah bebas ya Zell." ucap Nay yang mengira bahwa sore ini akan ada syukuran atas kelolosan Zella dan Silla.
"Bukan begitu Nay, namanya bersyukur itu harus all out dong." timpal Silla.
__ADS_1
Ketiganya dirias secara bersamaan di kamar milik Zella. Nay benar benar tidak curiga sedikitpun pada kedua sahabatnya. Tepat pukul tiga siang, mereka sudah tampak cantik dan menawan.
"Zella, ini kostumnya gak salah ya?" tanya Nay yang melihat kostumnya lebih mewah diantara Zella dan Silla. Kostum Zella dan Silla memang sama, berbeda dengan milik Nay.
"Yah gak dong Nay. Yuk kita berangkat. Acaranya ada di Auditorium Kampus kita." jawab Zella.
"Ini syukuran bareng ama anak kampus apa gimana sih?" Nay mulai was was dan sedikit curiga.
"Bukaaaan, udah jangan bawel. Yuk ikut aja." Silla langsung menarik tangan Nay menuju ke lantai bawah.
Dibawah sudah ada Leon, Levi dan satu orang supir untuk Nay.
"Lihatlah Pak Levi, pacarku sungguh sangat cantik." puji Leon melihat Silla turun dengan menggandeng tangan Nay.
Dibelakangnya ada Zella yang terlihat sangat cantik dan membuat Levi langsung menyunggingkan senyumannya.
"Istriku memang paling cantik." gumam Levi pelan dan terdengar oleh Leon.
"Zella memang sangat cantik, tapi kini getaran di hatiku benar-benar sudah berpindah pada Silla." batin Leon memandang para cantik Silla tanpa berkedip.
"Silla, pergi sama aku ya," ajak Leon yang langsung menarik tangan Silla.
"Zell, apa mereka...?" Nay menggantung pertanyaannya sambil menatap ke arah Zella.
Zella langsung paham arah pertanyaan Nay langsung mengangguk. "Iya Nay, mereka udah jadian." jawab Zella dan Nay pun terlihat sangat bahagia.
"Akhirnya Silla sudah gak jomblo lagi yaaa." ucap Nay.
"Oh iya Nay. Kamu sama Niza diantar sopir ya. Aku sama Kak Levi." ucap Zella dan Nay mengangguk.
Nay dan Niza langsung naik ke mobil. Di dalam mobil sudah ada kakak kandung Bayu yang tinggal di Bogor dan teman dekat Bayu yang merupakan kepala sekolah Niza.
"Bu Rizka ikut juga?" tanya Niza yang senang melihat ia satu mobil dengan kepala sekolahnya.
"Tentu saja, oh iya Nay. Kenalin ini calon kakak ipar kamu, kakaknya Bayu." ucap Rizka memperkenalkan Kenar, adiknya mama Karenina.
"Saya Nay," Nay mengulurkan tangannya ke Kenar dan langsung disambut oleh Kenar.
"Oh My God, you're so young, Nay. Kenalan aku Kenar. Adik mba Karenina dan kakaknya Bayu." ucap Kenar.
__ADS_1
Nay mulai sedikit was was dengan keberadaan Kenar. Benaknya mulai muncul banyak pertanyaan.
Leon dan Silla lebih dulu tiba di parkiran auditorium.
"La, kapan kita umumkan tentang kita sama semua orang?" tanya Leon.
"Sabar ya Kak. Aku juga harus bilang dulu sama Mama." jawab Silla melepaskan seat beltnya.
"Kamu cantik banget, La." puji Leon membuat pipi Silla otomatis merona.
"Bo-ong banget deh. Zella lebih cantik kaaan?" tanya Silla.
"Zella memang cantik." ucap Leon membuat Silla sedikit kesal dan langsung memalingkan mukanya ke luar jendela.
"Tapi kecantikan Zella sudah tidak mampu membuat hatiku berdebar, Silla. Berbeda dengan kecantikanmu." jelas Leon kemudian membuat Silla menarik ujung bibirnya dan tersenyum.
"Apa kau cemburu?" tanya Leon sambil mengelus pipi kanan Silla.
"Tentu saja tidak, untuk apa aku cemburu." jawab Silla membalikkan wajahnya menatap Leon. Kini keduanya saling beradu pandang.
Leon melepaskan seat beltnya dan mendekatkan tubuhnya mendekat ke arah Silla. Hingga kini keduanya tidak berjarak dan Silla mulai memejamkan matanya.
Leon tersenyum dan mendaratkan bibirnya ke bibir Silla. Belum sampai mendarat dengan mulus, kaca mobil Leon sudah digedor oleh Levi. Untungnya kaca film di mobil Leon cukup tebal hingga Levi tidak dapat melihat apa yang akan Leon dan Silla lakukan di dalam mobil.
"Dasar kakak ipar, si*l*n." umpat Leon pelan dan membuat Silla terkekeh.
Leon segera membuka kaca mobilnya.
"Buruan turun, pacarannya nanti dulu." ucap Levi sambil tersenyum melihat wajah Leon dan Silla yang terlihat kesal.
Leon dan Silla pun segera turun dari mobil dan menyusul langkah Levi dan Zella yang sudah ada di depan mereka.
"La," bisik Leon tepat di telinga Silla. "Kita harus ganggu mereka." ucap Leon dan membuat Silla mengangguk.
"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan semuanya." jawab Silla dan membuat Leon mengernyitkan keningnya.
Silla pun membisiki Leon tentang rencananya untuk membalas kelakuan kakak kandung ya. Leon langsung manggut manggut setuju atas rencana Silla.
"Aku akan membantumu." ucap Leon yang langsung menggandeng tangan Silla.
__ADS_1