Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 7


__ADS_3

"Kita mampir sarapan dulu ya." ucap Levi.


"Iya kak, Zella juga belum makan dari semalam." jawab Silla.


Zella pun mengangguk setuju. Akhirnya mereka bertiga mampir di rumah makan.


"Zell, mampir ke rumahku dulu ya. Nanti kalo Kak Levi urusannya udah selesai baru balik ke ruko." ucap Silla.


"Emang gak ngrepotin?" tanya Zella.


"Ya enggak laaah. Iya kan kak?" Silla meminta persetujuan kakaknya.


Levi pun mengangguk setuju. Tentu saja ia setuju, ini bisa jadi gerbang awal untuk pendekatan.


"Pak Levi memang gak capek, kalo dari sini langsung kegiatan?" tanya Zella.


"Iya Kak, emang gak ngantuk juga?" tanya Silla kemudian.


"Semalam kakak bisa tidur kok. Lagian nanti juga ada yang jemput." jawab Levi senang karena diperhatikan Zella.


Selepas sarapan, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung.


Kini Silla sudah duduk di samping kakaknya dan Zella duduk sendiri di belakang.


Levi pun membenarkan spion tengah agar bisa melihat Zella dengan jelas.


Sepanjang perjalanan, Silla terus bernyanyi mengikuti lagu yang diputar dalam mobil. Sedangkan Zella lebih senang melihat pemandangan di luar sambil mendengarkan suara merdu sahabatnya.


Levi terus mengamati Zella dari kaca spionnya dan sampai di tengah perjalanan, Zella belum menyadarinya.


Hingga akhirnya saat Zella mengalihkan pandangannya, kedua netra Zella beradu pandang dengan milik Levi.


Levi pun segera mengalihkan pandangannya. Sedangkan Zella memeriksa baju dan rambutnya menggunakan layar ponsel.


"Ada yang salah ya, kok Pak Levi ngeliatinnya gitu banget?" tanya Zella dalam hati. Ia pun kembali meletakkan ponselnya dan mengajak ngobrol Silla yang sudah berhenti menyanyi.


Setelah menempuh perjalanan, sampailah mereka di kediaman Silla. Mama Karen langsung menyambut di depan pintu.


"Kalian pasti lelah, yuk istirahat dulu." ajak Mama Karen masuk ke mansion.


"Kenalkan, saya Zella tante." ucap Zella memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan.


"Saya Mamanya Silla, Karenina." jawab Mama Karen. "Kamu cantik sekali, nak." puji Mama Karen.


"Tante juga sangat cantik dan terlihat awet muda." Zella balik memuji.


"Ah kamu bisa aja. Jangan panggil tante, panggil saja mama. Nanti kalau di kampus baru deh panggil ibu." ucap Mama Karen.


Zella pun tersenyum dan mengangguk. Mereka kemudian menikmati teh hangat di ruang tamu.


"Zell, kamu istirahat gih. Pasti ngantuk kan? Aku ambil cemilan dulu." Silla langsung ke pantry mau menata cemilannya dalam toples.


"Iya nak, langsung naik aja belok kiri. Disitu kamar Silla." Mama Karen menunjukkan kamar Silla.


"Terima kasih Ma, kalo begitu saya istirahat dulu." Zella pun menaiki tangga dan memasuki kamar yang ditunjukkan Mama Karen.

__ADS_1


Zella langsung menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan langsung naik ke tempat tidur saking ngantuknya.


Begitu pula Silla, setelah mengambil cemilannya dia langsung pergi ke kamar dan tidur.


Mama Karen masih dengan putra sulungnya di ruang tamu. Levi menceritakan pada Mama Karen tentang musibah yang dialami Nay.


"Kamu pasti capek banget. Hari ini biar Mama aja yang berangkat ke kampus untuk beri sambutan acara penelitian dosen. Kamu istirahat aja." ucap Mama Karen.


"Makasih banyak ya Ma. Minta diantar supir aja ya. Jangan sendiri." pesan Levi dan langsung naik ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, ia terkejut melihat di atas kasurnya ada seseorang di balik selimut. Levi pun mendekat dan membuka selimutnya pelan-pelan untuk mengetahui siapa yang ada disitu.


"Zella." teriak dalam hatinya kegirangan. "Dia pasti sudah salah masuk kamar," gumam Levi melihat Zella yang sudah sangat terlelap.


Levi pun segera membersihkan diri di kamar mandi. Setelah itu ia mengenakan kaos polos dan celana pendeknya.


Dengan perlahan, Levi mengambil bantal di kasurnya untuk tidur di sofa.


Belum sempat terangkat bantalnya, Zella berbalik lalu merangkul pinggang Levi. Levi yang sangat terkejut memilih diam untuk menetralkan degub jantungnya yang tidak beraturan.


Tidak hanya itu, Zella yang sudah masuk dalam mimpinya menarik tubuh Levi pelan dan memeluknya. Levi membelalakkan matanya tidak menyangka Zella akan memeluknya.


Kini mereka berdua sudah dalam satu selimut. Levi terus terjaga tak dapat memejamkan matanya melihat Zella sudah ada dalam pelukannya.


Ia terus memandangi wajah gadis yang sudah mengusik hatinya beberapa hari ini. Sedangkan Zella makin terlelap dalam tidurnya.


Lama kelamaan Levi makin tidak kuat menahan hasratnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Zella dan mengecup bibirnya sekilas membuat Zella sedikit menggeliat.


"Sangat manis, Zella." batin Levi yang kemudian merasa ketagihan.


Perlahan Zella membuka matanya dan langsung kaget pada posisinya sekarang.


Ia langsung melepaskan pelukannya pada Levi dan menarik tubuhnya mundur.


"Pak Levi, apa yang bapak lakukan?" tanya Zella gemetar.


"Nothing." jawab Levi singkat dan langsung beranjak dari tempat tidur.


"Kenapa bapak ada disini?" tanya Zella menunjuk ke kasur. "Dimana Silla?" tanya Zella lagi.


"Ada di kamarnya," Jawab Levi meninggalkan Zella sendiri di kamarnya.


Levi menuruni tangga dan menuju ke kulkas mengambil minuman sambil senyum-senyum mengingat yang telah terjadi barusan.


Zella langsung mengedarkan padangannya dan sadar bahwa dirinya telah salah masuk kamar.


"Si*l, bagaimana bisa aku tidak perhatikan kalau ini kamar Pak Levi." Zella menepuk jidatnya lalu mengambil koper mininya dan keluar dari kamar Levi.


Ia pun masuk ke kamar Silla dan melihat Silla masih tertidur nyenyak. Zella pun merebahkan dirinya di samping Silla.


"Bodoh banget sih Zella, pake acara salah masuk kamar segala," Zella merutuki dirinya sendiri.


Ia pun mencoba-coba mengingat mimpinya. Dalam mimpinya, Zella terlihat agresif menarik seorang laki-laki dan memeluknya. Laki-laki dalam mimpinya tidak terlihat jelas.


Kemudian laki-laki dalam mimpi mencium Zella sampai dua kali.

__ADS_1


"Jangan sampai aku melakukan hal yang memalukan di kamar Pak Levi." batin Zella dan menutup mukanya menahan malu.


Tak berapa lama, Silla terbangun dari tidurnya.


"Udah bangun, Zell?" taya Silla. "Mandi gih ntar gantian sama aku."


"Yaudah, aku mandi dulu ya" Zella mengambil peralatan mandi di tasnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Silla pun bangun dari tidurnya dan langsung keluar kamarnya.


Sampai di luar kamar, ia pun berpapasan dengan Levi.


"Gak jadi ada kegiatan, kak?" tanya Silla.


"Mamah jadinya yang berangkat." jawab Levi.


"Kak, aku capek banget nih. Minta tolong ya kakak aja yang anterin Zella pulang." bujuk Silla dan Levi hanya berdehem setuju.


Silla pun kembali masuk ke kamarnya menunggu Zella selesai mandi.


Sekarang gantian Silla yang mandi dan Zella membereskan kopernya dan bersiap-siap pulang ke ruko.


"Makan siang dulu ya Zell, baru pulang." ucap Silla yang baru keluar dari kamar mandi.


"Oke," jawab Zella.


Setelah Silla menyisir rambutnya, mereka pun turun ke bawah untuk makan siang.


Levi pun sudah terlihat macho mengunakan kaos berkerah dan celana jeans sedang menuruni anak tangga.


"Ayo kak, makan dulu biar aku ambilkan." ucap Silla yang langsung mengambilkan makan kakaknya.


Levi tampak biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara dia dan Zella.


"Nanti kamu dianter Kak Levi ya Zell. Gak papa kan?" tanya Silla.


"Aku pulang sendiri aja kalo gitu." jawab Zella.


"Udah jangan nolak." balas Silla.


"Gak usah La, beneran." ucap Zella yang sebenarnya masih malu.


"Buruan makan, saya tunggu." ucap Levi singkat sambil meninggalkan ruang makan.


"Tapi aku gak mau diantar kalo cuma sama Pak Levi." ucap Zella sedikit kesal Silla tidak kau mengantarnya.


"Udah Zell, nurut aja. Liat tuh Kak Levi udah nungguin." ucap Silla


Mereka pun kemudian makan siang tanpa berbicara lagi.


Pembaca tercinta, mohon dukungannya ya untuk novel ini.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan Like, Coment (Kritik dan Saran yang membangun), Favorit, dan Vote ya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2