Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 77


__ADS_3

Zella kembali ke kamarnya dan melihat suaminya sedang berkutat di depan laptop. Ia langsung menghampiri Levi dan duduk di sampingnya.


"Sibuk ya sayang?" tanya Zella sambil menatap ke arah layar laptop Levi.


"Ada beberapa yang harus aku lakukan dalam waktu dekat ini, sayang." jawab Levi menatap Zella sejenak dan kembali menatap ke layar laptop.


"Thanks a lot untuk malam ini ya sayang. " ucap Zella. "Aku akan menemanimu lembur."


Levi menganggukkan kepalanya. Zella sendiri membuka laptopnya untuk mempersiapkan tes semester yang akan dihadapinya. Sesekali ia menatap ke arah Levi yang terlihat sangat tampan jika sedang serius seperti itu.


Levi memang harus mengejar beberapa pekerjaannya yang akan ia tinggal selama ia di Jerman. Sebenarnya Levi sangat ingin mengistirahatkan tubuhnya. Tapi disisi lain ia tidak waktunya terbuang begitu saja.


Tepat pukul satu dini hari, Zella turun ke pantry untuk membuat minuman hangat untuk Levi dan mengambil beberapa cemilan. Sampai di pantry, ia berpapasan dengan Silla yang baru saja membuat minuman hangat.


"Belum tidur, La?" tanya Zella.


"Belum Zell. Kamu mau gak nemenin aku tidur di kamar?" tanya Silla.


"Emmmh, nanti aku tanya Kak Levi dulu ya." jawab Zella segera membuat minuman untuk Levi.


Sesampainya di kamar, Zella langsung meletakkan minuman Levi di tempat yang agak jauh dari meja kerjanya.


"Istirahat dulu sayang. Udah malem." bikin Zella melihat suaminya tampak lelah.


Levi langsung menutup laptopnya dan mengambil minuman yang dibuatkan Zella. "Lusa udah mulai tes ya sayang? Udah siap belum?" tanya Levi sambil menyesap minumannya.


"Udah sayang. Oh iya, tadi Silla ngajakin aku tidur dikamar dia. Boleh gak sayang?" tanya Zella yang langsung dibalas dengan gelengan kepala Levi.


"No! Aku lebih membutuhkanmu sayang." jawab Levi.


"Tapi Silla minta..." belum selesai Zella melanjutkan kalimatnya, Levi sudah mengecup bibir istrinya pelan.


"Katakan padanya kalau kau tidur denganku, sayang." ucap Levi dan Zella segera pergi ke kamar Silla.


Baru sampai depan pintu kamarnya, Silla sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan melambaikan tangannya ke Zella.

__ADS_1


"Ayo masuk Zell." ucap Silla.


"Aduh La, maaf banget nih. Kak Levi gak ngizinin." ucap Zella membuat Silla langsung bersungut kesal.


"Kak Levi mah gak asyik. Pelit banget sih dia." gerutu Silla tepat saat Levi keluar dari kamarnya.


"Kamu nih yang gak asyik, dek. Udah sana gih bobok sendiri. Udah gede juga." jawab Levi yang langsung merangkul Zella dan mengajaknya masuk ke kamar.


Sesampainya di kamar, keduanya langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan terlelap karena sudah sama sama lelah.


***


Sedangkan di ruko Zella, Nay masih betah mengobrol dengan Bayu meski jarum jam sudah menunjukkan waktu tengah malam.


"Udah malem, Kak. Kak Bayu istirahat disini aja." tawar Nay yang tidak tega melihat Bayu pulang tengah malam.


"Tidur sama kamu boleh gak, Nay?" tanya Bayu yang langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Nay.


"Jangan kak. Ntar aja kalo udah nikah." jawab Nay sambil mengusap kepala Bayu dengan sangat lembut.


"Besok kita nikah yuk," ajak Bayu sambil mengelus punggung Nay. Bayu sengaja melepas pengait bra milik Nay dari luar baju yang dikenakan oleh Nay.


Bayu langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Nay dan membuat jantung Nay berdegub kencang. Bayu langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Nay dan memagutnya pelan.


Tubuh Nay menegang menerima serangan Bayu yang sangat tiba-tiba. Tapi tak bisa dipungkiri jika Nay juga menikmati sentuhan dari Bayu. Tangan Bayu mulai meraba perut Nay dan membuat Nay makin meremang.


Bayu mulai berani saat Nay membalas ciumannya. Ia mulai menelusupkan tangannya untuk meraba dada Nay yang sudah sangat menegang di bagian nippl*nya.


Nay bukannya mencegah tangan Bayu, namun justru membusungkan dadanya untuk dijamah oleh kekasihnya. Ciuman Bayu turun ke leher Nay hingga membuat Nay makin menggelinjang. Tangan Bayu memainkan nippl* Nay dan membuat Nay mulai mengeluarkan desahannya.


Bayu benar benar sudah sangat menginginkan Nay. Tapi ia kembali teringat bahwa Nay belum sah untuk dinikmati.


"Nay, aku sungguh menginginkanmu." ucap Bayu menatap Nay lekat lekat.


"Kamu tegang ya?" tanya Batu memainkan aerola dada milik Nay.

__ADS_1


Blush! Rona wajah Nay langsung memerah. "Kak, jangan aaaaaah." tolak Nay di tengah desahannya.


"Kamu suka gak kalo aku main-mainkan begini?" tanya Bayu sambil memelintir ni*pl* Nay dengan sangat lembut dan merangsang.


Nay terdiam tidak tahu harus menjawab apa. Saat ini ia juga sangat menginginkan Bayu melakukan lebih padanya. Tangan Bayu memberikan sensasi baru yang belum pernah Nay rasakan sebelumnya. Sayangnya mereka belum menikah.


Bayu langsung menghentikan permainan ya dan memandang Zella intens.


"Kalau begitu, aku siap menikah denganmu, Kak." ucap Nay menahan hasratnya yang sudah mebuncah malam ini.


"Aku akan segera menikahimu, sayang." ucap Batu membuat wajah Nay merona. Ia langsung mengancingkan kembali pengait bra nya yang sengaja dilepas oleh Batu.


"Kau istirahatlah disini, aku akan kembali ke kamar." ucap Nay yang beranjak meninggalkan Bayu.


"Tunggu Nay," ucap Bayu menarik tangan Nay. "Aku akan segera mengurus pernikahan kita."


Nay hanya menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke kamarnya.


"Ya Ampun, hampir aja kelepasan ama kak Bayu tadi", gumam Nay sambil menatap langit langit kamarnya.


Sentuhan Bayu masih sangat teringat dalam benak Nay, dan Nay yang baru saja merasakan pacaran jadi sangat menginginkan Bayu melakukan padanya lebih.


"Ternyata jatuh cinta tidak serumit yang aku bayangkan. Aku sangat bersyukur Pak Bayu sangat mencintaiku. Dan aku juga menikmati perasaan ini." batin Nay dan lama lama ia pun tertidur.


Pagi harinya, Zella dan Levi terlihat sudah ada di ruko bersama Silla. Selain mempersiapkan berkas milik mereka, Levi juga menemui omnya dan berbicara berdua.


"Levi, sebelum berangkat ke Jerman bantuin urusin nikah om dong." pinta Bayu.


"Cieee yang mau melepas masa lajang kawaknya." ledek Levi. "Yang penting sah aja dulu om. Urusan yang lainnya nyusul." Levi memberi usulan.


"Boleh deh, besok ya, abis Nay pulang kuliah." ucap Bayu membuat Levi terperanjat.


"Serius om? Besok?" tanya Levi kaget dan Bayu hanya mengangguk.


Kali ini Levi memegang kepalanya memikirkan betapa hecticnya dia. Memikirkan kampus, proyek, urusan ke Jerman, dan juga permintaan omnya menikah mendadak. Satu lagi, dia juga harus memendam hasratnya untuk Zella karena kesibukannya.

__ADS_1


"Baiklah, akan aku usahakan untukmu." ucap Levi kemudian.


Ia segera menghubungi temannya untuk mengurus keinginan Bayu.


__ADS_2