Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 60


__ADS_3

Pagi ini, Zella mulai membuka matanya saat cahaya matahari masuk lewat celah jendela. Dirasakannya tubuhnya terasa seperti remuk setelah melayani suaminya.


Ia meraba tempat tidur di sampingnya dan kosong. Tapi terdengar suara gemericik air di kamar mandi. Zella pun bangun dan duduk tetap dengan berbalutkan selimut.


Dilihatnya ada segelas susu di atas nakas sampingnya dengan note yang sedikit ditindih oleh gelas tersebut.


Selamat pagi, cinta. A glass of milk semoga dapat sedikit membuat badanmu lebih segar. I love you for infinity.


Zella tersenyum membaca note dari suaminya. Ia pun mengambil gelas susu tersebut dan meminumnya.


"Suamiku so sweet juga yaaa." batin Zella sambil meneguk susu yang masih hangat.


Levi yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


Zella langsung menundukkan kepalanya dan terlihat malu saat Levi mulai mendekat ke arahnya.


"Sayang." panggil Levi dan Zella mengangkat wajahnya.


Cup!


"Morning kiss for you." ucap Levi yang seketika membuat rona wajah di muka istrinya bersemu merah.


"Thanks for this," ucap Zella sambil menunjukkan gelas yang dipegangnya.


Levi mengangguk, "mau aku bantu membersihkan diri?" tanya Levi dan Zella labgsung menggeleng.


"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri." tolak Zella membalutkan selimut di tubuhnya dan beranjak dari tempat tidur.


"Awh," Zella meringis kesakitan saat mulai melangkahkan kakinya.


Dengan sigap Levi langsung menggendong istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Ia melepaskan selimut yang menutupi tubuh istrinya dan menurunkan Zella ke dalam bathtub yang sudah disi dengan air hangat.


"Terima kasih." ucap Zella. "Pergilah dan biarkan aku membersihkan diri."


Hanya melihat istrinya saja sudah membuat Levi Turn On lagi.


"Sayang, apa kau mau olahraga pagi denganku?" tanya Levi sambil jongkok di samping bathtub.


"Nooo!" tolak Zella. "Aku sangat lelah kaaaaak." Zella mulai merengek.


"Baiklah, aku akan memesankan sarapan untukmu." ucap Levi meninggalkan istrinya.


Zella tersenyum melihat kepergian suaminya dan ia segera membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, ia pun keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.


"Kemarilah sayang, kau pasti lapar." Levi memanggil istrinya dan melambaikan tangannya untuk mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Zella yang memang sudah lapar langsung mendekat ke arah Levi.


"Kak Levi sangat paham dengan kesukaanku atau hanya kebetulan saja?" tanya Zella.


"Aku hanya berusaha untuk memahamimu, sayang." jawab Levi.


"Hari ini kita akan langsung ke Bandung yaa sayang. Besok Mama harus kembali lagi ke Australia." jelas Levi.


"Baiklah, aku akan memberitahu papa dan kak Azel. Granpa dan Granny juga sepertinya akan ke Bandung nanti sebelum kembali ke Jerman." jawab Zella.


"Mulai besok juga aku akan mengejar ketinggalan materi kuliah bersama Silla." ucap Zella.


Akhirnya mereka menyelesaikan sarapan mereka dan bersiap-siap kembali ke Bandung.


Dalam perjalanan ke Bandung kali ini, Zella dan Levi diantar oleh supir kepercayaan keluarga besar Zella. Levi terus menggenggam tangan istrinya dan berkali kali mengecupnya.


"Kak, malu ih ada Mang Didin di depan." ucap Zella pelan.


"Gak papa, Mang Didin juga pasti tahu kalau kita pengantin baru." jawab Levi.


"Harusnya kita masih ada di kamar hari ini." bisik Levi.


"Hemmm, jangan bahas begitu ih. Bikin malu aja." sanggah Zella. "Oh iya kak, hari Senin besok langsung ngajar ya?" tanya Zella basa basi mengalihkan pembicaraan suaminya.


"Kalau seandainya aku tinggal dua sampai tiga hari di sana gimana sayang?" tanya Levi kemudian.


"Jelas gak papa dooong." jawab Zella. "Aku akan baik baik saja bersama Silla."


"Toh Mang Didin sebentar lagi akan membawa Granpa dan Granny ke Bandung." ucap Zella.


"Tapi aku yang sangat berat meninggalkanmu, sayang." ucap Levi sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Zella.


Zella mengusap kepala suaminya lembut. "Aku sangat bahagia sekali dapat menikahimu, sayang." ucap Levi menatap Zella dari pangkuan istrinya.


"Sudahlah, jangan banyak bicara." balas Zella menutup mata suaminya dengan telapak tangannya.


Zella merasa sangat grogi dengan tatapan suaminya. Lama kelamaan Levi tertidur di pangkuan Zella.


***


Sesampainya di Bandung, Mama Karen terlihat mulai mengemasi barang-barangnya yang akan dibawa ke Australia.


Zella langsung turun tangan ikut membantu mama Karen.


"Kalau libur, jangan lupa kunjungi mama sekalian honey moon sayang." ucap Mama Karen.

__ADS_1


"Silla ikutaaan." teriak Silla yang langsung datang mendekat.


"Iya boleeeh, bukannya tiga minggu lagi kalian akan ada tes semester." timpal Mama Karen.


"Nanti akan kami fikirkan ya Ma." jawab Zella.


Setelah membantu Mama Karen, Levi turun dari kamarnya dan mengamit lengan Zella.


"Udah selesai kan sayang?" tanya Levi pada istrinya.


"Ke kamar yuk.“ ajak Levi membuat Zella sangat malu pada mama Karen dan Silla.


"Iyaaa deeeeh, yang pengantin baru mah suka lupa ama yang lain." ledek Silla. "Iya kan maaa?"


"Yeeeey, sirik aja nih anak. Orang kakak juga mau minta tolong Zella buat bantu kemas barang-barang kakak." jawab Levi.


"Emang kakak mau kemana?" tanya Silla.


"Ke Serang, ngecek kerjaan disana. Kita duluan ya Ma." Levi langsung menggandeng tangan istrinya.


"Zella biar makan siang dulu kak, baru juga selesai bantuin mama." ucap Mama Karen.


"Darurat ini ma, bisa gak minta tolong bibi aja yang antar makananmya ke atas." pinta Levi.


Akhirnya mama Karen menyetujui permintaan putranya. Silla dan Mamanya makan berdua di ruang makan, sedangkan makanan untuk Levi dan Zella sudah diantarkan ke kamar.


"Kak, katanya minta dibantuin beberes. Bukannya ini sudah beres semua barang-barang yang mau dibawa pergi?" tanya Zella mengerutkan dahinya.


Levi langsung mengunci pintunya setelah bibi mengantar makanannya ke kamar. Ia mendekat ke arah Zella dan memeluknya dari belakang.


"Aku minta tolong beresin kamar kita setelah kita mengobrak abriknya, sayang." bisik Levi sambil membuka resleting dress Zella dari belakang.


"Kak Levi," belum sempat Zella protes, Levi sudah membungkam istrinya dengan bibirnya dan mendorong Zella pelan ke atas ranjang.


"Bagaimana jika kita flashback saat kau salah masuk ke dalam kamarku, sayang?" tanya Levi yang kembali memagut bibir Zella.


Kini Zella sudah mulai terbuai dengan permainan dadakan Levi. Ia mulai membalas ciuman suaminya.


Levi membuka dress Zella perlahan-lahan hingga meninggalkan br* dan cel*n* d*lam Zella.


"Kaaaak," ucap Zella menutupi tubuhnya dengan tangannya. "Aku malu." ucap Zella kemudian saat melihat Levi sudah membuka kaos dan celana panjangnya.


"Don't be shy, honey." balas Levi yang kembali naik ke atas ranjang dan mulai meraba setiap inci tubuh istrinya.


Tidak hanya itu, Levi juga meninggalkan jejak kepemilikannya di tubuh Zella. Kini mereka sama-sama menikmati permainan panas mereka.

__ADS_1


__ADS_2