Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM
Part 66


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang ke Mansion, Zella masih terus memikirkan hal apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan izin dari Levi. Sedangkan Silla sibuk membalas pesan dari Leon.


Leon


Hai ondel-ondel, malam ini dandan yang cantik. Aku mau bawa kamu ke reuni SMA.


Sent: 13.45


Silla


Ogah banget!!!


Sent: 13.46


Leon


Kamu harus ikut! Jadi pasangan aku semalam aja. Biar aku gak diledek jomblo.


Sent: 13.47


Silla


Bodo amat. Sekali enggak tetep enggak. TITIK


Sent: 13.48


Leon


Beneran gak mau bantuin aku nih? Yaudah kalo gitu nanti aku ceritain aja sama Pak Levi kalau kamu kemarin udah cium bibir aku.


Sent: 13.50


Silla


Kok malah ngancem sih. Aku pasti gak dibolehin pergi sama cowok apalagi malem-malem.


Sent: 13.55


Leon


Aku yang akan bilang sama Pak Levi.


Sent: 13.59


Silla tidak lagi membalas pesan Levi setelah sampai di mansion. Ia segera masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Silla kenapa sayang?" tanya Levi pada istrinya.


"Gak tau kak, tadi baik-baik aja kok." jawab Zella. "Coba aku lihat ke kamarnya deh." ucap Zella yang berjalan menuju ke kamar Silla.


Dengan cepat Levi menarik tubuh istrinya, "Gak usah, biarin aja. Kita habisin waktu berdua aja." ucap Levi sambil memeluk pinggang istrinya.


Zella menurut apa kata suaminya. Sampai di kamar, Zella langsung menyiapkan air untuk mandi. Sedangkan Levi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kak Levi, airnya udah siap. Mandi duluan gih." Zella membangunkan suaminya.

__ADS_1


"Kamu aja dulu sayang, aku belakangan." jawab Levi enggan membuka matanya.


Akhirnya Zella meninggalkan suaminya dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah menanggalkan bajunya, Zella langsung berendam di dalam bathtub dan mulai menggosok gosok tubuhnya.


Levi membuka matanya dan menyusul istrinya ke kamar mandi. Levi sudah membuka seluruh pakaiannya dan melilitkan handuk di pinggangnya. Zella yang tidak mengunci pintu kamar mandi kaget saat melihat suaminya sudah ada di depannya.


"Kak Levi." pekik Zella. "Aku akan menuntaskan mandiku. Tunggulah sebentar di luar." ucap Zella.


"Tak perlu," ucap Levi yang langsung membuka handuknya dan membuat Zella melotot sempurna.


Terlebih saat Levi masuk ke dalam bathtub dan membuat tubuh Zella menempel semourna dengan tubuh suaminya.


"Kaaaak." panggil Zella saat Levi memeluknya dari belakang.


"Apa kau mau mencobanya bermain disini sayang?" tanya Levi yang mulai nakal mer*b* tubuh istrinya.


"Jangan kaak," tolak Zella. Sayangnya respon tubuh Zella sangat menginginkan Levi untuk melanjutkannya.


"Jangan menolak jika kau menginginkannya," bisik Levi yang terus memainkan nip**e Zella dengan tangannya.


Zella meruntuhkan pertahanannya dan mengikuti permainan panas dari Levi. Keduanya terus bergelut dalam air busa hingga tersalurkan hasrat menggebu dari keduanya.


Zella segera menuntaskan mandinya karena takut Levi akan memintanya lagi. Kini ia sudah menggunakan bathrobenya dan duduk di depan meja rias mengeringkan rambutnya.


"Sore ini temani aku bekerja ya sayang." pinta Levi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Oke kak, aku juga harus menyelesaikan beberapa tugas kuliahku." jawab Zella.


"Aku akan membuatkan kudapan untukmu," ucap Zella mengecup pipi suaminya dan segera berlalu.


"Kau benar benar istri sempurna, Zella." gumam Levi. Ia langsung membawa laptopnya ke ruang kerjanya dan menunggu Zella disana.


Selesai membuat kudapan untuk Levi, Zella melihat Silla dengan wajah kusut sedang mengambil minum dari kulkas.


"La," panggil Zella. "Ada masalah?" tanya Zella.


Silla mengangguk dan langsung memeluk sahabatnya.


"Ada apa La?" tanya Zella.


"Kak Leon ngeselin banget, Zell." gerutu Silla sambil memanyunkan bibirnya.


"Hemmm, tunggu deh. Kita bicara di kamar aja ya. Aku kasih ini dulu untuk Kak Levi." ucap Zella memperlihatkan roti bakar yang baru dibuatnya dan chamomile tea untuk Levi.


"Mau dong kakak ipar." pinta Silla dengan puppy eyes nya.


"Ada di pantry. Udah aku siapin juga buat kamu." ucap Zella segera menuju ke ruang kerja Levi.


Sampai di ruangan Levi, Zella meletakkan kudapan dan minuman Levi di meja terpisah.


"Aku taruh sini ya kak, takut tumpah kalau disitu." ucap Zella menunjuk meja kerja Levi.


"Thanks sayang. Kemarilah." panggil Levi.


"Aku ke kamar Silla dulu boleh?" tanya Zella. "Ada yang ingin aku tanyakan padanya."

__ADS_1


"Baiklah. Jangan lama-lama ya. Segera kembali." ucap Levi.


"Yaelah kaaaak. Posesif bener ama Zella." ucap Silla yang tiba-tiba masuk ke ruang Levi dengan menenteng roti bakar buatan Zella.


"Sayang, tolong bawa adik iparmu keluar. Aku harus segera menyelesaikan ini." ucap Levi pada Zella membuat Silla melotot kesal.


"Awas aja ya kak Levi. Aku laporin ke mama." sungut Silla kesal dan Levi hanya terkekeh. "Ayo Zell, malam ini kau harus tidur bersamaku." ucap Silla menarik tangan sahabatnya.


Mendengar ancaman Silla saja langsung membuat Levi mengusap wajahnya kasar. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Zella benar benar memilih tidur dengan adiknya.


Baru saja keluar dari ruangan Levi, Zella dan Silla melihat Leon yang sedang dipersilahkan duduk di ruang tamu oleh asisten rumah tangga Silla.


"Kak Leon." ucap Zella dan Silla beriringan.


"Oh hai Silla, Zella. Bisa aku bertemu dengan Pak Levi?" tanya Leon membuat mata Silla membulat sempurna.


Ia tidak menyangka Leon benar benar akan menemui kakaknya sore ini.


"Oke, aku panggilkan dulu ya." ucap Zella.


"Jangan Zell, kak Leon gak boleh bertemu dengan kakakku." cegah Silla yang langsung berjalan ke arah Leon.


"Udah deh, Kak Leon jangan macem-macem disini. Mendingan Kak Leon pulang aja." usir Silla sambil menarik tangan Leon.


"La, gak sopan ih." ucap Zella. "Bentar kak, aku panggilin kak Levi dulu." Zella masuk lagi ke ruangan kerja Levi.


Tak berapa lama, Zella sudah keluar dengan suaminya.


"Ada apa Leon?" tanya Levi sambil duduk di hadapan Leon dan Silla.


"Mohon maaf sebelumnya pak, saya mau minta izin untuk membawa Silla pergi dengan saya malam ini." ucap Leon.


"Oh hanya itu," jawab Levi. "Silahkan saja. Asal jangan pulang terlalu malam. Jam sepuluh usahakan sudah sampai di sini." ucap Levi membuat Silla bersungut-sungut.


"Tapi kaaaak, aku . . . " Kata-kata Silla terpotong oleh Leon .


"Tenang aja Silla, aku akan menjagamu dengan baik." ucap Leon. "Bersiaplah, aku akan menunggumu."


Mendengar itu, Levi langsung kembali lagi ke ruang kerjanya. Sedangkan Zella membantu Silla untuk bersiap diri di kamar Silla.


"Emang mau pergi kemana sih, La?" tanya Zella.


"Diajak ke reuni SMA sama Kak Leon. Aku tuh kesel banget sama dia Zell." gerutu Silla membuka ponselnya dan menunjukkan isi chatnya bersama Leon.


Zella membaca isi chat Silla dengan Leon dan menahan geli setelah membacanya.


"Kak Leon itu baik kok, La. Dia cuma minta tolong. Udah tolongin aja dulu." ucap Zella sambil membantu Silla memilih dress.


"Pake yang ini cocok kayaknya." ucap Zella mengambil dress blue milik Silla.


"Kamu belain kak Leon daripada aku?" tanya Silla.


"Bukan begitu adik iparku sayang. Emang kamu mau kalo Kak Leon bilang ke kak Levi kalo kamu udah cium bibir dia?" tanya Zella.


"Ntar yang ada malah kamu langsung dinikahin lagi ama Kak Leon." ucap Zella menahan tawa teringat bagaimana dia dengan Levi dulu.

__ADS_1


Akhirnya Silla pun mengalah dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi pacar Leon satu malam. Yaaaap, cuma satu malam aja.


__ADS_2