Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 100


__ADS_3

Setelah menemui Angel beserta kedua orang tua nya, baru lah Marcello pergi ke kantor, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi nya sebab dalam beberapa hari ini pekerjaan nya terbengkalai meskipun Yoga sudah berusaha untuk mengerjakan nya, bahkan bukan hanya Yoga, Gilang yang terkadang sedang longgar pun turut membantu pekerjaan mertua nya, namun ada beberapa hal yang memang harus di selesaikan sendiri oleh Marcello membuat nya harus bekerja ekstra agar dapat selesai tepat waktu.


sedangkan di ruangan yang pengap, Angel menangisi semua tindakan nya, bahkan dirinya merasa putus asa akan takdir nya saat ini. andai saja diri nya tak terobsesi dengan Marcello yang notabene nya dulu adalah suami sahabat nya mungkin saja ini tak akan pernah terjadi, sekarang karir nya hilang, kedua orang tua nya jatuh bangkrut, mereka sekarang miskin tanpa adanya pegangan harta sedikit pun. kini diri nya sadar sesadar sadar nya akan kelakuan bejad nya yang ia lakukan pada keluarga Marcello. kalimat perandaian terus saja terlontar dari bibir nya.


'andai saja aku dulu tak bersikukuh untuk bertemu dengan suami Gisella, mungkin saja aku tak akan pernah terobsesi pada Marcello'


'andai aku tak emosi dan berbuat nekat, mungkin saja karir ku saat ini masih bisa ku genggam, dan aku bukan mantan napi'


'tidak.. aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus meminta maaf kepada Marcello, Bella dan juga istri nya. dan aku juga harus mempertanggung jawab kan semua kejahatan ku*'


Angel terus bergumam, kini yang ia harus lakukan ialah meminta maaf dan mempertanggung jawab kan semua kesalahan nya, ia sadar jika keluakuan nya selama ini sangat lah merugikan orang lain, bahkan bisa menjerumus kan nya ke dasar jurang yang sangat mengerikan.


*****


Siang hari nya


Di Mansion Citra memutuskan untuk pergi ke kantor membawakan makan siang untuk suami nya, terlebih saat ini suami nya baru saja sembuh, ia tak ingin suami nya terlalu memforsir tubuh nya untuk mengerjakan pekerjaan kantor hingga melupakan makan siang nya.


Setelah menyiapkan makanan nya, Citra bergegas menuju ke depan untuk menemui pak ujang.


"pak, mobil nya sudah siap? Bisa kita berangkat ke kantor sekarang" tanya Citra.


Pak ujang yang kebetulan baru saja mengelap mobil pun mengangguk " sudah nyonya.." jawab pak Ujang kemudian membukakan pintu untuk Citra "silahkan " ucap nya.


"terima kasih pak" ucap Citra kemudian masuk ke dalam mobil. Pak ujang pun hanya mengangguk kemudian bergegas menuju kursi kemudi.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya sampailah Citra di depan pintu masuk kantor suami nya. Sebelum masuk Citra menoleh ke belakang dan memberi pesan pada pak Ujang.

__ADS_1


"pak ujang makan siang dulu di cafe depan sambilnunggu saya, soalnya nanti setelah tuan selesai makan saya langsung pulang" pesan Citra.


"Baik nyonya" ucap pak ujang kemudian berlalu.


Setelah itu Citra langsung masuk ke dalam menuju ke meja resepsionis.


"siang mbak, apa pak Marcello ada? " tanya Citra, memang sebelum nya ia tak memberi tahu suami nya jika diri nya akan datang ke kantor.


"siang bu, pak Marcello ada di ruangan nya bu, mau saya antar? " tawar salah satu resepsionis tersebut.


"ah tidak perlu, saya akan kesana sendiri. Ya sudah terima kasih ya" ucap Citra tersenyum kemudian berlalu.


Setelah memastikan suami nya ada di kantor Citra bergegas menuju lift untuk ke ruangan suami nya.


Ting


Ceklek


Citra mengedarkan pandangan nya ke seluruh arah namun tak melihat ada nya sang suami, Citra pun memilih untuk menunggu suami nya sambil duduk di sofa.


"apa mas Marcell masih rapat ya" gumam Citra sambil memain kan ponsel nya.


"aku telfon saja deh, biarlah nggak jadi ngasih kejutan" ucap Citra kemudian segera menelepon suami nya.


"halo mas" ucap Citra setelah beberapa saat menunggu panggilan nya di terima


"iya sayang, ada apa? " tanya Marcello di seberang sana

__ADS_1


"mas dimana sekarang, apa sedang sibuk? "


"mas lagi di ruang meeting sayang, ada apa hm? "


"ah tidak, aku sekarang ada di ruangan mas, ku kira mas ada di sini, ya sudah mas lanjutkan saja dulu meeting nya aku akan menunggu mu disini" ucap Citra kemudian mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban sang suami


"begini nih kalau dateng nggak ngasih kabar, nggak bisa langsung ketemu kan jadi nya" gumam Citra.


Sedangkan di ruang meeting, Marcello yang baru saja mendapatkan telepon dari sang istri hanya menggeleng geleng kan kepala nya kemudian ia segera menyelesaikan meeting nya walaupun sebenarnya meeting nya baru saja di mulai.


"baiklah meeting kita akhiri dan kita lanjutkan besok pagi" ucap Marcello kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Yoga yang mendengar bahwa meeting di hentikan mendadak pun melongo tak percaya. 'si bos kalau sudah bucin memang berbeda' gumam Yoga dalam hati


Marcello dengan cepat menuju ke ruangan nya, bahkan ketika ada yang menyapa dia hanya mengangguk kemudian segera berlalu.


Setelah beberapa saat berlari sampailah dirinya di depan pintu ruang kerja nya.


Ceklek


Pelahan ia membuka pintu tersebut dan melihat sang istri yang tengah tertidur di sofa, padahal baru beberapa menit setelah panggilan di akhiri.


Karena merasa tidur sang istri pasti kursng nyaman ia pun segera menggendong istri nya menuju ruang istirahat nya dan membaringkan Citra disana.


"kenapa nggak ngasih kabar dari awal hm? " ucap marcello sembari mengelus pipi sang istri yang masih tertidur.


Karena tak ingin menganggu tidur sang istri Marcello memilih untuk menuju ke meja kerja nya dan menghubungi pak ujang, karena ia yakin jika pak ujang masih di kantor menunggu istri nya setelah itu ia melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2