Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 77


__ADS_3

Citra duduk di kursi roda dengan Marcello yang mendorong nya menuju ruang bersalin. Citra sesekali meringis merasakan kontraksi yang semakin lama semakin sakit ia rasa kan, namun tak mengubah tekad nya untuk melahirkan secara normal.


tibalah mereka di ruang bersalin, dengan segera Marcello mengangkat istri nya dan membaringkan nya di brangkar.


*****


pak Ujang dan bibi Ana yang baru saja sampai di rumah sakit langsung menemui suster dan menanyakan perhal majikannya.


"sus pasien hamil bernama Citra sekarang ada di mana ya? " tanya bibi Ana kepada suster tersebut.


"nyonya Citra baru saja kami pindahkan ke ruang bersalin bu, ada yang bisa saya bantu? " tanya suster


"iya sus, saya membawakan perlengkapan nyonya Citra, kalau tidak keberatan bisakan suster membantu mengantarkan kami ke ruangan majikan kami? " ucap bibi ana.


"baik mari silahkan ikuti saya " ucap suster tersebut kemudian melangkah menuju ruang bersalin di ikuti oleh pak ujang dan bibi ana yang mengekor di belakang nya sembari membawa koper.


sesampainya di depan ruang bersalin suster meminta bibi ana dan pak ujang untuk menunggu di depan ruangan itu sedangkan suster akan membawakan kopernya masuk ke dalam ruang bersalin.


"sudah sampai bu, tapi mohon maaf bapak ibu tidak di perkenan kan masuk, dan untuk perlengkapan nyonya Citra biar saya saja yang membawa nya masuk ke dalam " ucap suster tersebut


"baiklah sus ini kopernya, kami akan menunggu disini, terima kasih banyak atas bantuan nya suster" ucap pak Ujang sembari menyerahkan koper di tangan nya kepada suster tersebut.


"sama sama pak, kalau begitu saya permisi" pamit suster undur diri dan masuk ke dalam ruang bersalin.


*****


sedangkan di dalam ruang bersalin Citra sedang berjuang melahirkan anak nya di temani Marcello yang setia di samping nya dan menggenggam tangan nya.


"semangat sayang, aku yakin kamu pasti bisa kamu wanita kuat" bisik Marcello di tengah tengah rasa sakit di tangan nya karena menggenggam kuat tangan suami nya.


sungguh ini adalah pengalaman pertama bagi Marcello mendampingi dan melihat wanita melahirkan normal secara langsung. sebab dulu putri nya Bella, di lahirkan melalui proses cesar.


"dokter aku pengen mengejan" ucap Citra menahan sakit di perut nya


dokter yang sedari tadi di posisi nya pun mulai melihat ke bawah, "baik nyonya, kepala nya sudah hampir terlihat, jika dirasa ingin mengejan lagi, segera atur nafas kemudian mengejan ya" ucap sang dokter.


Citra pun mengangguk, dan mulai mengatur nafas nya.


huuh huuh huuh

__ADS_1


setelah beberapa menit merasakan mulas yang teramat sakit akhirnya Citra pun bernafas lega sebab ia telah berhasil melahirkan seorang bayi mungil dengan beberapa kali mengejan.


oekk ooeekk


terdengar suara bayi yang baru saja lahir membuat kedua nya tak mampu lagi membendung air mata nya. rasa bahagia dan haru menjadi satu kini rasa sakit yang tadi Citra rasakan hilang begitu saja setelah ia mendengar tangis buah hati nya.


"alhamdulillah, bayi nya laki- laki nyonya, tuan " ucap dokter memperlihatkan putra mereka.


"alhamdulillah... " ucap syukur kedua nya.


"terima kasih sayang, terima kasih atas hadiah yang kamu berikan untuk ku " ucap Marcello mengelus kening Citra


"sama sama mas" ucap Citra sembari tersenyum lebar kearah suaminya.


setelah bayi mereka di bersihkan kemudian suster menghampiri marcello "tuan bayi nya sudah kami bersihkan. anda sekarang bisa meng adzan i nya sekarang" ucap nya.


"baik, terima kasih sus" ucap Marcello.


"aku tinggal sebentar, setelah itu aku akan kesini lagi" ucap Marcello di balas anggukan oleh Citra .


*****


di luar ruangan itu pak Ujang dan bibi Ana juga nampak mondar mandir menunggu kelahiran anak majikan mereka.


"iya pak kamu benar. aku sampai tak kefikiran sampai kesana, ya sudah aku telfon nyonya Sonya dan nona Bella dulu, " ucap bibi Ana kemudian mulai menghubungi nyonya Sonya.


*****


di mansion tuan bagas.


mama sonya dari semenjak masuk ke dalam kamar pikiran nya menjadi gelisah entah perasaan apa yang mendasari hal ini, namun ia malam ini begitu tak tenang,


hingga di tengah malam sekitar pukul 02.23 WIB ketika ia tengah terlelap tidur, ia tiba tiba terbangun dengan perasaan gelisah.


"sebenarnya ada apa ini, kenapa dada ku terasa sangat sesak sekali" gumam mama Sonya.


papa Bagas yang merasa terganggu akan istri nya yang tidur tak tenang pun mulai membuka suara.


"ada apa sih ma, dari tadi menjelang tidurpapa perhatiin kamu nampak gelisah sekali?" tanya papa Bagas

__ADS_1


"entah lah pa, tiba tiba perasaan ku menjadi was was dan gelisah " jawab mama sonya.


"istighfar ma, mungkin saja kamu sedang lelah karena aktivitas mu yang padat itu" ucap papa Bagas.


"semoga saja memang seperti itu pa" ucap mama sonya lirih.


sudah 1 jam mama Sonya terjaga. ia tak kunjung dapat menutup mata nya untuk tidur.


hingga tiba tiba ia di kejutkan oleh ponsel nya yang berbunyi.


'bi ana? ' gumam mama Sonya merasa ada yang tidak beres kemudian ia segera mengangkat sambungan telepon itu.


"halo bi, ada apa kok malam malam telpon? " tanya mama Sonya langsung pada poin nya.


"bergini nyonya, saya hanya ingin memberi kabar bahwa nyonya Citra sekarang berada di rumah sakit " ucap bibi ana di seberang sana.


"apa? lalu bagaimana keadaan nya sekarang dan di rumah sakit mana Citra melahirkan? " tanya mama Sonya yang nampak cemas


"sekarang nyonya ada di ruang bersalin bersama tuan marcello nyonya, sekarang kami berada di rumah sakit kasih bunda nyonya" ucap bibi Ana


"baiklah, terima kasih sudah memberi tahu, kalau begitu saya akan segera kesana" ucap mama Sonya kemudian mematika telepon nya sepihak.


"paa. papa bangun paa.. " ucap mama Sonya membangun kan suami nya yang tadi kembali tertidur .


"ada apa ma? " tanya papa Bagas


"putri kita sekarang sedang di rumah sakit pa, dia akan segera melahirkan makanya ayo kita kesana, mama sangat cemas sekarang" ucap mama Sonya tergesa gesa sambil mengganti pakaian nya.


"baiklah, papa akan siapkan mobil nya dulu" ucap papa bagas kemdian segera mengambil kunci mobil dan berlalu pergi.


beberapa saat setelah selesai bersiap siap, kini kedua paruh baya itu tengah berada di dalam mobil nya menuju rumah sakit dimana Citra berada.


30 menit kemudian mobil mereka pun telah sampai di rumah sakit Kasih Bunda.


*****


di depan ruangan bersalin pak ujang dan bibi ana masih setia menunggu majikan nya. bibi ana juga telah selesai menghubungi Bella dan memberi nya kabar baik ini.


ooekk ooekk

__ADS_1


terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan itu, mereka yakin bahwa suara itu adalah suara anak majikan mereka.


"alhamdulillah " ucap syukur kedua nya.


__ADS_2