
Sesampai nya di dalam ruangan dokter dan berbincang bincang sebentar, dokter meminta Citra untuk segera berbaring.
dokter pun menyikap sedikit dress bagian bawah hingga sebatas perut kemudian dengan segera suster menyelimuti bagian bawah Citra yang terbuka dan hanya menyisakan bagian perut saja.
lalu dokter mengoleskan gel ke perut Citra dan memulai pemeriksaan nya.
"anda mendengarnya, detak jantung nya normal ya tuan, nyonya" ucap dokter memperdengarkan suara detak jantung bayi nya.
"ini lingkar kepala nya juga normal, ini tangan nya dan ini kaki nya " ucap sang dokter menjelaskan.
mereka pun menyimak penjelasan dokter dan terus menatap ke layar.
dokter pun terus menjelaskan mengenai kandungan Citra yang kini memasuki bulan ke 5.
semua yang menemani Citra pun merasa sangat terharu, sebab sebentar lagi mereka akan mendapatkan anggota keluarga yang baru. mama Sonya yang sedari tadi penyimak pun tak kuasa menahan air mata nya.
Setelah pemeriksaan selesai Citra kembali ke tempat duduk di depan meja dokter.
"di jaga terus kandungan nya ya nyonya, makan makanan yang bergizi, perbanyak buah dan juga sayuran nya. karena sekarang sudah tidak mual, saya hanya meresepkan vitamin saja. " dokter kemudian menuliskan resep untuk nanti di tebus di apotek.
"ini resep vitamin nya, bisa anda tebus di apotek" ucap sang dokter kemudian menyerahkan selembar kertas berisikan resep vitamin nya.
"terima kasih dokter, kalau begitu kami permisi" pamit Citra sembari tersenyum.
"sama sama nyonya" ucap dokter tersebut membalas senyuman Citra.
Citra dan rombongan pun satu persatu keluar dari ruangan dokter dengan wajah bahagia yang tak dapat mereka sembunyikan.
"sayang, kamu sama yang lain nya tunggu aku di mobil aja. aku akan menebus vitamin nya dulu" ucap Marcello
"iya mas, Citra keluar dulu ya" pamit Citra.
__ADS_1
"iya sayang" ucap Marcello.
Setelah selesai memeriksakan kandungan Citra mereka pun memutuskan untuk langsung pulang, Marcello mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, mengingat ia sedang membawa keluarga besar nya.
tiba di mansion mereka bergegas membersihkan diri.
Citra yang baru saja membersihkan diri memutuskan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Citra membuka kulkas dan melihat ada bahan makanan apa saja yang ada di kulkas. tak berselang lama ia pun telah mengeluarkan beberapa bahan makanan yang hendak ia masak, rencana nya ia akan membuat udang saus padang, sayur bayar bakwan jagung dan beberapa menu lain nya.
disana ia tak sendirian, ia di temani oleh bibi untuk membantu dirinya memasak.
ia tengah berkutat dengan perbawangan hingga suara sang mama membuat ia menoleh.
"masak kok nggak ajak ajak mama sih nak" ucap mama Sonya
"ma.. Citra fikir mama sedang istirahat, makanya Citra nggak ajak mama, takut ganggu istirahat mama" ucap Citra melanjutkan menyiapkan bumbu.
ya sudah, mama bisa bantu apa nih? " tanya sang mama
"nyiapin bakwan jagung nya juga boleh ma" ucap Citra.
"baiklah.. " ucap mama Sonya kemudian segera ikut memasak bersama putri nya.
malam pun tiba, Citra dan mama Sonya telah selesai memasak kemudian di bantu bibi menyiapkan makanan tersebut ke atas Meja makan.
"alhamdulillah, akhirnya selesai juga ya ma" ucap Citra menghembuskan nafas nya pelan.
"iya nak, ya sudah kamu bersih bersih diri dulu, habis itu ajak suami mu dan Bella turun untuk makan malam, mama juga mau mandi dulu sekalian bangunin papa mu yang lagi tidur tadi" ucap mama Sonya kemudian berlalu menuju kamar nya.
kini semua nya sudah berkumpul di ruang makan, tentu para istri mulai melayani suami nya mengambil makanan nya.
__ADS_1
15 menit kemudian mereka telah menyelesaikan makan malam nya, dan sekarang tengah berada di ruang keluarga untuk membahas mengenai acara pernikahan Bella.
"daddy sudah meminta Yoga untuk mencarikan designer dan juga wo terbaik, tinggal kamu nanti memutuskan untuk seperti apa acara pernikahan yang kamu ingin kan, jika kamu merasa kesulitan, mommy dan juga oma akan membantu kamu. " ucap Marcello kepada anak gadisnya, Bella.
"iya dad, kapan Bella bisa bertemu dengan mereka? " tanya Bella
"besok. Yoga sudah mengatur pertemuan nya, setelah pulang kuliah kamu dan mommy langsung pulang, karena daddy meminta mereka untuk datang langsung ke mansion " ucap Marcello
"baiklah, kebetulan besok hanya ada satu mata kuliah dan itu pun pagi, jadi daddy bisa meminta mereka datang siang hari saja" ucap Bella.
"iya, kamu tak perlu khawatir, Yoga sudah mengatur semua nya" ucap Marcello enteng.
Bella pun mulai meminta pendapat keluarga nya mengenai konsep wedding nya, sebab ini adalah acara bersejarah dalam hidup nya, ia tak ingin ada sedikitpun kesalahan disaat acara berlangsung nanti.
setelah cukup lama berembuk, Bella mengembuskan nafas nya lega. ia fikir dirinya akan memikirkan hal ini sendiri, tak tahu nya keluarga nya pun turut membantu dirinya.
"terima kasih oma, opa, mommy dan daddy. tanpa kalian aku tak bisa apa apa, " ucap Bella melow
"sama sama sayang " ucap mama Sonya kepada Bella.
setelah kurang lebih 1 jam berada di ruang keluarga, mereka memutuskan untuk pergi ke kamar guna untuk beristirahat.
hari ini cukup melelahkan untuk semua nya terlebih Citra yang tengah mengandung. Citra langsung menjatuhkan diri nya ke kasur dan tak lama kemudian ia pun tertidur dengan sangat pulas.
Marcello yang melihat istri nya langsung tertidur pun hanya menggeleng kan kepala nya heran. kemudian ia berjalan mendekati ranjang istri nya.
"seperti nya kamu sangat lelah sekali sayang" ucap Marcello sembari mengelus kepala istrinya.
tak ingin mengganggu istri nya yang tengah tertidur pulas Marcello pun memutuskan untuk mencuci wajah nya terlebih dahulu kemudian mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur. setelah itu ia langsung naik ke atas kasur dan menemani istri nya mengarungi alam mimpi.
"mimpi indah sayang" ucap Marcello kemudian mencium kening istri nya, setelah itu Marcello langsung memejam kan mata nya menyusul istri nya yang sedang tidur.
__ADS_1