
"pelan pelan sayang" ucap Marcello memperingati istri nya yang hendak turun dari brangkar.
"iya mas..." ucap Citra kemudian segera turun dan mengampiri mama serta putra nya.
"uhh sayang, mommy kangen banget sama kamu" ucap Citra sembari mengecup pipi gembul Al.
"apa Al rewel selama dirumah mbak? " tanya Citra kepada pengasuh nya yang kini tengah memangku Cia
"tidak nyonya, Al sangat pintar bahkan dia sering mengajak Cia untuk sekedar bermain" ucap Pengasuh Al
"syukurlah, kalau ada sesuatu segera bilang ke saya ya mbak, soalnya saat ini aku harus mengurus daddy nya yang masih sakit, jadi mungkin perhatian ku untuk Al akan terbagi"
"baik nyonya" ucap oengasuh tersebut mengangguk kan kepala nya.
tak berselang lama terkedngar pintu di ketuk dari luar dan segera di buka
"Assalamualaikum " salam Bella. kini ia masuk dengan mengetuk pintu bukan seperti yang tadi pertama kali kesini ia langsung nyelonong masuk.
"wa'alaikumussallam... " jawab yang ada di dalam serempak.
Bella dan mbak Lia, pengasuh Cia pun masuk, mbak lia segera menghampiri mbak May, pengasuh Al dan segera mengambil alih asuhan nya, sedang kan Bella langsung berjalan Ke arah daddy nya.
"ini dad permintaan daddy langsung Bella siapin, maaf agak lama soalnya tadi penjual nya udah pergi, jadinya harus nyari di seberang untuk membeli nya" ucap Bella sambil mengulurkan 1 mika rujak buah
"makasih sayang.. daddy makan ya" ucap Marcello sembari menerima rujak pesanan nya.
__ADS_1
"iya, jika mau lagi, ini masih ada tadi aku beli banyakan"
"iyaa.. "
setelah memberikan rujak daddy nya Bella pun bergegas menghampiri mommy dan oma nya.
"beli apa? " tanya Citra
"beliin bayi gede mommy, katanya tadi ngidam pengen rujak buah"
"kamu beli sendiri, maksud ku nggak pesen online gitu? "
"enggak mom, aku beli sendiri, eh enggak sendiri, tadi juga di antar sama mbak Lia, ini aku juga belikan buat mommy dan yang lain nya juga" ucap Bella kemudian membagi bagi kan rujak buah yang ia beli.
*****
Citra tengah bersiap siap untuk menyambut suami nya yang kini di perbolehkan pulang karena kondisinya kini sudsh jauh lebih baik, sejujurnya Citra ssngat ingin ikut menjemput suami nya langsung di rumah sakit namun karena di larang oleh suami nya ia pun pasrah untuk tetap di rumah.
pagi pagi sekali Citra sudah menyiapkan makanan untuk menyambut kepulangan sang suami di bantu oleh mama serta para art nya.
kini Citra keluarga nya tengah duduk di ruang tamu guna menunggu kedatangan Marcello, papa Bagas serta Gilang yang kini di jemput oleh pak Ujang.
terdengar deru suara mobil berhenti, dengan segera Citra bergegas keluar untuk melihat sispa yang datang. dengan senyum mengembang ia perlahan berjalan ke arsh mobil yang berhenti tepat di depan teras mansion nya.
"mas... " panggil Citra sesaat setelah suami nya turun dari mobil, ia pun mendekat kemudian memeluk erat suami nya.
__ADS_1
"kangenn" ucap Citra merengek di pelukan sang suami.
"padahal baru dua malam tidak tidur berdua sudah kangen aja, ayo kita masuk dulu" ucap Marcello kemudian menggandeng tangan istri nya untuk masuk.
kini keluarga besar Marcello tengah duduk bersama di ruang keluarga, berbincang bincang ringan hingga ke pembahasan mengenai kejadian para preman yang mengeroyok Mereka.
"jadi 2 preman yang berhasil kabur itu sudah di tangkap? " tanya Citra mewakili yang lain nya atas ketidak tahuan mereka dengan para preman yang sudah di tangkap.
Gilang yang sedari awal memang menjelaskan semua nya pun mengangguk "benar mom, kemarin aku meminta pihak polisi agar mereka menghubungi aku saja agar mommy bisa mengurus daddy tanpa di ganggu. dan kemarin sore pihak polisi memberi kabar bahwa preman yang berhasil kabur sekarang sudah di aman kan di kantor polisi" jelas Gilang panjang lebar.
"syukurlah.. " ucap mereka semempak
"lalu bagaimana hasil interogasi nya, siapa dalang di balik kejadian semua ini? " tanya bu Fatma yang sedari tadi diam, ia begitu khawatir akan keselamatan putri angkatnya terlebih sekarang putri nya itu tengah mengandung.
"sudah oma, meski pun awalan nya mereka tidak ingin mengatakan nya tetapi setelah beberapa saat mereka pun menyerah kemudian memberi tahu siapa dalang di balik semua ini, bahkan mereka juga menjelaskan secara detail awal mula mereka bertemu dan melakukan kesepakatan" jawab Gilang
Gilang kemudian menoleh ke arah mertua laki laki nya, Marcello yang di toleh pun mengangguk, sebab dari awal ia percayakan semua nya kepada Gilang, dengan di back up oleh Yoga.
"ternyata Angel, wanita yang beberapa tahun kebelakang sedang naik daun. wanita itu juga yang dulu pernah di penjara karena melakukan tindakan tabrak lari dengan Bella sebagai korban nya, bahkan bukan hanya Angel, kedua orang tua nya Irfan dan Wanda juga ikut andil dalam kasus yang kita hadapi kali ini"
"Irfan, Wanda... " gumam Mama Sonya lirih, ia seperti mengenal nama yang tak asing ia dengan itu, tetapi ia mencoba menepis pikiran nya itu, bisa jadi mereka adalah dua orang yang berbeda, pikir mama Sonya mencoba untuk menenangkan diri nya.
"apa mereka bertiga sudah di tangkap?" tanya Citra.
"belum, sebab waktu polisi tiba di kediaman nya, rumah itu nampak kosong, seperti nya mereka tengah kabur sebab tahu jika mereka akan menjadi buronan atas apa yang mereka lakukan"
__ADS_1
"kenapa mereka bisa sebegitu jahat nya sih" gumam Citra lirih namun masih bisa di dengar oleh suami nya.
"obesesi sayang, obsesi bisa membuat orang menjadi tak terarah hingga menhalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan nya. " jawab Marcello.