
Setelah meninggalkan Citra yang sedang duduk di sofa sembari menonton tv, Marcello berjalan menuju kasurnya kemudian merebahkan tubuh nya yang terasa sangat lelah. sebenarnya ia berniat untuk menunggui istrinya sembari merebahkan diri di kasur tetapi kini ia justru terlelap.
Citra yang sedang menonton tv pun menoleh ke arah suaminya, dilihat nya suami nya yang kini tengah tertidur ia pun tersenyum. ia begitu sangat bangga kepada suaminya sebab se lelah apapun suaminya, ia akan tetap melakukan apapun yang Citra inginkan.
'beruntungnya aku memiliki suami seperti mu dad ' gumam Citra dalam hati.
ia pun melanjutkan menonton tv nya lalu merebahkan tubuhnya di sofa sembari menonton tv. tak berselang lama ia pun terlelap disana.
Pagi pun tiba, sinar sang surya mulai menampakkan dirinya, menembus celah celah jendela kamar Marcello, membuat ia mau tak mau harus membuka matanya sebab sinar nya terlalu menyilaukan matanya, di lihatnya ke samping namun istri nya tak ada disana, kemudian matanya tertuju pada tv yang masih menyala, lalu pandangannya beralih ke sofa, dan benar saja kini istrinya tengah terlelap.
perlahan marcello mendekati istrinya, " pasti sangat tidak nyaman tidur di sofa" gumam Marcello lirih kemudian segera membopong tubuh istrinya dan merebahkan nya ke kasur.
merasa ada yang mengganggu tidurnya Citra pun membuka matanya, dan terkejut ketika melihat suaminya tengah memandangi dirinya.
"dad.. " ucap Citra.
"kenapa tidur di sofa hm? " tanya Marcello pelan
"aku ketiduran dad, nggak ngangka jika sampai pagi begini" jawab Citra
"lain kali jangan tidur di sofa, nanti badan kamu akan capek.
berhubung kamu sudah bangun, sekarang waktunya kita mandi"
ucap marcello kemudian segera membopong istrinya menuju kamar mandi.
sesampainya di kamar mandi, Marcello mendudukkan Citra di atas closed kemudian ia berjalan kearah bathup lalu mengisinya dengan air hangat. setelah dirasa cukup ia segera meminta istrinya untuk melepas pakaiannya dan berendam.
"daddy ngapain masih disini? " tanya Citra heran sebab suaminya tak kunjung keluar.
"aku juga mau mandi sayang, kita mandi berdua" ucap marcello kemudian melepas pakaiannya dan langsung masuk ke dalam bathup.
__ADS_1
Citra pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya kemudian ia segera menyusul suaminya berendam.
setelah 1 jam lamanya mereka di kamar mandi, kini kedua nya tengah memilih pakaian yang akan mereka kenakan.
setelah berpakaian Citra memasangkan dasi untuk suaminya dan merapikan jasnya.
kemudian pintu kamar mereka di ketuk dari luar.
tok tok tok..
"dad, mom.. kalian sudah bangun apa belum? " teriak Bella dari luar.
Marcello dan Citra pun saling pandang kemudian tersenyum.
"anak kamu pagi pagi sudah berisik saja " ucap Marcello
" biar begitu dia juga anak kamu dad" ucap Citra kemudian segera berbalik menuju pintu.
ceklek..
"ayo mom, dad kita sarapan. aku sudah mrnunggu kalian dari tadi tapi kalian tak kunjung datang huh.. " dengus Bella terlihat kesal.
"maaf sayang, tadi kita kesiangan bangunnya. udah jangan cemberut begitu. daddy dan mommy sudah siap, ayo kita turun." ucap Marcello.
kemudian mereka bertiga pun turun ke bawah untuk sarapan. sebelum sampai ke tempat makan, bibi pun datang dengan tergopoh gopoh.
"maaf tuan, di luar ada tamu yang mencari anda.. " ucapnya.
"siapa bi? " tanya Marcello bingung, sebab jika itu Yoga sang asisten bibi pasti tidak akan sampai tergopoh gopoh mencarinya.
"katanya namanya Gilang Reksa Wijaya tuan" jawab bibi.
__ADS_1
degg
Bella yang mendengar jika kekasihnya yang datang pun jantungnya berdetak tak karuan, sebab ia kita jika kekasihnya hanya akan bergurau saja ketika berkata ingin menemui daddynya.
"Tuan Gilang? untuk apa dia pagi pagi datang ke mansion, jika mengenai kerja sama, bukankah sudah clear sejak 3 hari lalu ya" gumam Marcello.
Citra pun juga merasa heran, kenapa Gilang bisa datang pagi pagi ke mansion, lalu pandangan Citra teralih ke arah Bella yang kini nampak begitu cemas. kini ia pun tahu, ini mungkin ada kaitannya tentang hubungan yang mereka berdua sembunyikan.
"baiklah bi, tolong persilahkan dia masuk. ajak sekalian ke ruang makan, biar dia bisa sarapan bersama kita" perintah Marcello.
"baik tuan. " ucap bibi kemudian undur diri segera menemui Gilang yang masih berada di luar.
ke tiga nya kini sedang duduk di ruang makan menunggu Gilang yang sedang di panggil oleh bibi. tak berselang lama kemudian ia datang dengan gagah nya dengan senyum mengembang.
"tuan Marcello.. " sapa Gilang ke arah Marcello.
"ya tuan Gilang, silahkan duduk. " ucap Marcello
"terima kasih tuan. " ucap Gilang kemudian mrngambil tempat duduk di sebelah Bella, yang membuat sang empu nya semakin gelisah.
"sebelum anda membicarakan maksud dan tujuan anda kemari, kita sarapan dulu, sebab istri saya pasti sekarang sudah lapar, apa tidak apa apa tuan Gilang? " tanya Marcello.
"tidak apa apa tuan, saya merasa tidak enak mengganggu sarapan pagi anda dan keluarga " ucap Gilang.
"tidak sama sekali tuan, silahkan di nikmati hidangannya " ucap Marcello mempersilahkan.
kini mereka tengah menikmati sarapan pagi dengan tenang, namun berbeda dengan Bella yang sedari tadi menunduk, ia masih tidak menyangka jika ucapan kekasih nya kemarin bukan lah sebuah guyonan semata.
hingga acara sarapan pun selesai.
kemudian Marcello segera menanyakan maksud dan tujuan Gilang ke masion nya bertamu pagi pagi sekali.
__ADS_1
"jadi ada maksud apa anda kemari pagi pagi tuan? bukankah kita sudah menyepakati kerja sama kita 3 hari yang lalu? " tanya Marcello.
"begini tuan... " ucap Gilang terhenti kemudian pandangan nya teralih ke arah Bella.