Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 97


__ADS_3

"jangan bergerak... " ucap salah satu polisi ketika berhasil. mendobrak pintu rumah tua itu.


Toni dan Eko, kedua preman yang tadi nya tidur kembali setelah terbangun karena terlalu silau akan matahari, kini di buat terkaget oleh dobrakan pintu dan suara teriakan seseorang. sdengan masih setengah sadar mereka buru buru bangun dan melihat sekeliling, mata kedua nya membola ketika melihat tempat mereka bersembunyi telah di kepung oleh polisi, "bos kita tertangkap" ucap Eko lirih.


"tanpa kau beri tahu aku juga sudah tahu eko" ucap Toni lirih.


kedua nya sama sama gemetaran dan tanpa penyerangan kedua nya pun jongkok dambil mengangkat kedua tangan nya, mereka sekarang hanya bisa pasrah sebab tak ada yang dapat menjamin mereka dapat keluar dari penjara sebab Angel, wanita penipu yang telah menipu nya kini tak ada kabar sama sekali.


polisi yang melihat tak ada perlawanan dari kedua nya pun langsung menghampiri Toni dan Eko kemudian segera memborgol nya dan membawa kedua nya ke kota.


*****


Di rumah sakit Marcello yang masih setia menemani sang istri yang kini tengah tidur di sampingnya, memandangi wajah teduh sang istri membuat hati nya terasa hangat, "jangan pernah tinggal kan aku sayang" ucap Marcello lirih sembari mengelus pipi sang istri


setelah puas memandangi wajah sang istri kemudian Marcello berangjak untuk mengambil ponsel nya yang kebetulan ia letak kan di atas nakas samping brangkar nya.


setelah mendapatkan ponsel nya ia segera menghubungi sang asisten, Yoga. untuk memberi tahu agar segera melanjut kan tugas nya yang sempat tertunda.


"hallo tuan" ucap Yoga di seberang sana.


"ya Yoga, aku rasa seperti nya kamu dapat melanjutkan nya sekarang" ucap Marcello terlihat sangat serius


"baik tuan, saya akan segera mengurus nya, lalu bagaimana dengan anda tuan, apa anda juga akan ikut turun tangan? " tanya Yoga yang sudah paham akan tugas yang di berikan bos nya itu.


"hm.. kurasa sedikit bermain tak masalah"


"baiklah tuan, kalau begitu saya akan segera melakukan nya, ada lagi yang anda ingin kan tuan? "


"sudah tidak Ada, aku tunggu kabar baik dari mu Yoga"


"siap tuan"


tutt tutt..

__ADS_1


Marcello mematikan sambungan telepon nya kemudian segera menyusul sang istri merebah kan tubuh nya di atas brangkar.


baru saja ia merebahkan tubuhnya dan memeluk istri nya, tiba tiba pintu ruangan nya terbuka.


"Assalamualaikum... " salam Bella setelah membuka pintu dan mempersilahkan oma serta pengasuh Al dan Cia masuk.


"ups.. " Bella menutup mulut nya ketika melihat adegan di depan mata nya.


"tak bisa kah kau ketuk pintu dulu sayang" ucap Marcello kemudian segera duduk.


Bella hanya cengegesan melihat daddy nya yang tengah melotot ke arah nya. "ya kan ini di rumah sakit dad, mana aku tahu kalau daddy bakalan ehemm" Bella berdehem.


"baru juga sehari dad, masak udah nggak tahan sih" ucap Bella menggoda sang daddy.


"jangan memikir kan yang aneh aneh, mommy kamu sedang tidur, seperti nya tadi malam dia kurang tidur makanya daddy meminta mommy untuk tidur disini" ucap Marcello.


mama Sonya yang sejak tadi diam pun menengahi "sudah sudah biarkan dulu Citra beristirahat, kamu benar Marcell, tadi malam seperti nya Citra tak tidur makanya sekarang jadi pules begini, kita duduk disofa aja yuk, nunggu momny kamu bangun dulu baru lanjutin ngobrol nya" ucap mama Sonya mengajak Bella untuk duduk di sofa bersama putri nya.


Bella pun mengangguk, ia juga melihat wajah lelah mommy nya dan tak ingin mengganggu tidur nya yang nyenyak kemudian ia bergegas mengikuti oma nya.


"tadi di antar pak Ujang, tapi mama udah minta pak Ujang buat pulang dulu, kamu butuh sesuatu? " tanya mama Sonya.


"ah, tidak ma" ucap Marcello, sejujurnya ia menginginkan satu makanan, tetapi mana mungkin dirinya akan meminta mama mertua nya untuk mencari kan, tapi dirinya sangat ingin makan makanan tersebut, entah lah mungkin dirinya kini tengah mengidam. akhirnya dengan segala tekad yang ia punya, Marcello pun mengutarakan keinginan nya.


"ehem.. " Marcello berdehem.


"ada apa dad? " Bella yang mendengar deheman daddy nya pun menoleh, terlihat sang daddy tengah ingin mengatakan sesuatu.


"Bella sayang, bisakah kamu keluar mencari kan daddy rujak, engtah mengapa daddy saat ini ingin sekali makan makanan itu" ucap Marcello.


"daddy lagi ngidam ya.. hm seperti nya tadi aku juga melihat pedagang rujak di luar, kalau begitu boleh lah. mau berapa bungkus dad?" tanya Bella lagi


"kalau daddy hanya ingin satu saja, tapi kamu belikan yang lain nya juga, jadi jangan beli satu saja"

__ADS_1


"hm baiklah, kalau begitu Bella keluar dulu"


"oma aku titip anak anak ya, biasa bayi gede nya mommy lagi ngidam" ucap Bella tanpa rasa segan.


"hm, hati hati, ajak lah salah satu suster biar kamu tidak sendirian"


Bella pun mengangguk, kemudian menghampiri pengasuh Cia, "mbak lia, bisa ikut trmani saya sebentar"


"baby Cia bagaimana nyonya? " tanya suster lia


"titipin oma saja tidak apa apa"


"baiklah" ucap suster Lia, kemudian segera menyerahkan baby Cia kepada pengasuh Al.


"oma Bella pergi dulu yal, oma titip sesuatu? "


"tidak, oma tak ingin apapun, kamu pergilah, hati hati ya"


"iya oma"


setelah berpamitan Bella dan suster Lia pun bergegas keluar untuk mencarikan rujak buah pesanan daddy nya.


Citra yang mendengar suara orang orang yang tengah berbincang pun segera membuka mata nya.


"eeuugghhh" lenguh Citra sambil mengucep mata nya.


kemudian ia segera mencari sumber suara, hingga ia melihat mama dan juga putra nya tengah bermain bersama. "ma, sejak kapak disini, kenapa tidak membangun kan Citra.


"kamu sudah bangun sayang, mama baru sampai 15 menitan yang lalu seperti nya, mama tahu kamu tadi malam tidak tidur, maka dari itu mama biarkan kamu tidur " jawab mama Sonya.


hmmm...


Citra yang sudah lebih enak pun segera turun dari branngkar kemudian begegas ke arah mommy dan yang lain yang sedang duduk di sofa. "sebentar ya mas, aku ke mama dulu. "ucap citra dan Langsung beranjak.

__ADS_1


"pelan pelan sayang" ucap marcello memperingati istri nya agar tidak terburu buru.


__ADS_2