Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 64


__ADS_3

Pagi pagi sekali Tuan bagas dan nyonya Sonya bergegas untuk ke rumah sakit guna mengambil hasil tes kemarin, sebenarnya ia bisa saja meminta sang asisten untuk mengambil nya, namun ia ingin mengambil nya sendiri tanpa perantara orang lain.


hingga tiba lah mereka kini di rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan tempat ia melakukan tes kemarin, memang sebelum pergi, asistennya telah memberi tahu pihak rumah sakit bahwa tuannya akan datang, jadi tuan Bagas bisa langsung mengambil tanpa harus mengantri.


tibalah mereka di ruangan dokter.


"jadi bagaimana hasilnya dokter? " tanya tuan Bagas setelah ia masuk keruangan pak dokter dan di persilahkan duduk.


Dokter itu pun mengeluarkan amplop putih yang masih tersegel kemudian menyerahkan amplop tersebut kepada tuan Bagas.


"bukalah tuan, kita akan bisa mengetahui hasil nya " ucapnya.


tuan Bagas pun menerima amplop putih itu kemudian segera membuka nya.


"99.99 % " gumam tuan Bagas kemudian menyerahkan hasil tersebut kepada dokter.


"bisa dokter jelaskan semua ini? "


"baik tuan, dari hasil tes DNA yang anda lakukan itu berarti DNA anda dengan yang bersangkutan 99.99 % positif tuan. " jelas sang dokter.


"jadi benar, Citra adalah putri ku, putri ku yang hilang 18 tahun lalu " ucap tuan Bagas dengan tubuh bergetar, sedangkan nyonya Sonya sedari tadi sudah menangis.


"pa, akhirnya putri kita kembali pa" ucap nyonya Sonya di sela sela tangisnya.


"iya ma, baiklah kita tak usah menunda lagi, sekarang kita segera menemui Citra ma" ucap tuan Bagas.


"terima kasih atas bantuan nya dok, kalau begitu kami permisi dahulu" pamit tuan Bagas.

__ADS_1


"iya, sama sama tuan Bagas, " sahut sang dokter.


Tuan Bagas dan nyonya Sonya pun langsung menuju mansion Marcello. hingga 30 menit kemudian kedua nya telah sampai di halaman mansion milik Marcello.


Citra yang kebetulan berada di depan rumah sembari menyirami tanaman nya memperhatikan mobil yang tengah berhenti tak jauh dari tempat ia berdiri.


Kemudian turun lah wanita paruh baya yang Citra kenali. wanita itu menangis menatap Citra, kemudian segera menghampiri Citra dan memeluknya erat.


"Yoona anak mama"


"maafin mama baru bisa menemukan kamu sekarang nak" ucap nyonya Sonya tergugu.


Citra yang mendengar ucapan nyonya Sonya pun terpaku, jadi benar ia adalah putri kandung mereka, pikirnya.


"jadi.... Citra benar benar putri kalian? " tanya Citra memastikan.


"Yoona, namamu Yoona sayang" ucap nyonya Sonya menangkup kedua pipi Citra.


"Yoona anak papa, maafin papa yang waktu dulu kurang maksimal mencari keberadaanmu " ucap tuan Bagas


"boleh papa memelukmu nak? " tanya tuan Bagas.


Citra pun mengangguk kemudian segera memeluk papa nya erat, jujur dirinya sudah sejak lama merindukan pelukan hangat sebuah keluarga, namun mungkin Tuhan punya rencana lain, hingga baru hari ini mereka di pertemukan.


"Citra sangat merindukan kalian" ucap Citra setelah melepas pelukan dari sang papa.


Di dalam mansion Bella yang sedari tadi tak melihat momny nya pun mulai mencari cari keberadaan nya. hingga setibanya diri nya berada di pintu, ia melihat nyonya Sonya tengah memeluk Citra. akhirnya Bella pun memutuskan untuk segera menghubungi daddy nya yang mungkin baru saja tiba di kantor.

__ADS_1


tut tut tut


setelah menunggu beberapa saat, panggilannya pun di terima


"hallo dad... " ucap Bella.


"iya sayang ada apa, daddy baru saja tiba di kantor" tanya Marcello di seberang sana.


"tante Sonya datang bersama dengan suaminya dad, Bella melihat tante Sonya menangis tersedu sedu memeluk erat mommy" ucap Bella


"tuan Bagas sudah di mansion? kenapa dia tidak memberi kabar sama sekali" ucap Marcello


"sudah dad, kalau daddy tidak sibuk, pulang lah sebentar dad, seperti nya Mereka ingin bicara hal serius. " ucap Bella.


"baiklah, daddy akan pulang sekarang. kamu temani mommy, jangan biarkan mommy mu terlalu lama menangis, daddy khawatir nanti mommy mu bisa drop sayang" ucap Marcello kemudian mematikan sambungan teleponnya.


setelah sambungan telepon di matikan oleh sang daddy, Bella kemudian memutuskan untuk keluar menghampiri mommy nya.


"mom... " panggil Bella, membuat Citra menoleh kerah nya.


"eh ada tante Sonya sama om Bagas" sambung Bella kemudian mencium punggung tangan kedua nya.


"iya sayang tante sama om memang sengaja datang kesini nak" sahut nyonya Sonya.


"ya sudah, lebih baik kita masuk dan bicara di dalam saja tante ," ucap Bella


setelah mempersilahkan kedua paruh baya tersebut memasuki mansionnya, Bella menatap mata mommy nya yang memerah setelah menangis

__ADS_1


"bell... " panggil Citra lirih.


"akhirnya aku memiliki keluarga lengkap bell, aku bahagia sekali hari ini " ucap Citra memeluk anak sekaligus sahabatnya itu.


__ADS_2