Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 38


__ADS_3

Bella pun mengikuti langkah Gilang dengan wajah yang masih terlihat sedikit kesal.


"udah jangan cemberut gitu, yang penting kan aku dateng dan acaranya juga belum selesai kan" ucap gilang yang tahu bahwa kekasihnya tengah merajuk.


"baiklah, karena hari ini adalah hari bahagia, aku tak akan kesal lagi" ucap Bella dengan senyum lebarnya.


kemudian Gilang dan Bella masuk kedalam ballroom dan menghampiri Marcello dan Citra yang tengah menyalami beberapa tamu undangan.


"tuan Marcello.. " seru gilang sedikit kaget melihat ternyata suami dari Citra adalah rekan bisnisnya. ia pun tak menyangka jika Marcello adalah daddy nya Bella karena dari awal mereka kenal, Bella sama sekali belum bercerita tentang daddy nya yang ia tahu bahwa daddy nya seorang pengusaha seperti dirinya.


"wah tuan gilang, terima kasih sudah berkenan hadir di pesta kami.. " ucap Marcello


"sama sama tuan, kebetulan istri anda adalah teman masa kecil saya, bahkan saya tak menyangka ternyata anda lah suami dari citra. " ucap Gilang menjelaskan.


"terima kasih sudah hadir kak" ucap Citra memandang Gilang, kemudian pandangannya beralih ke tangan Gilang yang memegang erat tangan Bella, ia pun tersenyum ingin sekali Citra menanyakan tentang keduanya tetapi ia urung kan, ia akan menunggu Bella menjelaskan semuanya.


"iya sama sama, semoga pernikahan mu dengan tuan Marcello langgeng ya Citra. " ucap Gilang tulus.


"aamiin, terima kasih kak" balas Citra.

__ADS_1


Gilang dan Bella pun meningalkan Citra dan Marcello disana. ia menarik tangan Bella menjauh dari kerumunan.


di taman mereka duduk berdua menikmati udara malam yang terasa dingin itu.


"aku baru tahu kalau tuan Marcello adalah daddy kamu sayang " ucap Gilang memecah keheningan.


"kamu nggak nanya jadinya aku nggak kasih tahu, toh kamu sekarang tahu kan siapa daddy ku " ucap Bella.


"hmm.. melihat mereka duduk di pelaminan, aku jadi nggak sabar buat segera melamar kamu " ucap Gilang


"eh apasih, jangan bercanda deh. kita aja baru kenal masak mau nikah cepet sih" ucap Bella tak percaya.


"aku serius Bella, bukankah dulu Citra dengan daddy mu juga begitu. awalnya mereka tak saling kenal, tapi tiba tiba menikah, tapi aku juga tak ingin egois, semua keputusan ada pada dirimu, tapi kalau boleh aku jujur, aku beneran ingin menikahi mu segera" ucap Gilang sungguh sungguh.


"tapi aku masih belum yakin, kita jalani saja dulu hubungan ini, sembari kamu mendekatkan dirimu pada daddy, karena restu daddy nanti adalah jawabanku" jawab Bella


"baiklah jika itu maumu aku tak akan memaksa, aku akan mencoba meyakinkan dirimu dan keluarga mu bahwa aku bersungguh sungguh ingin menikahimu. " ucap Gilang.


kemudian mereka mengobrol lama disana, saking asiknya mengobrol mereka pun jadi lupa waktu.

__ADS_1


"oh astaga, sudah malam ternyata, pesta nya akan segera selesai, aku kita masuk dulu, nanti mommy sama daddy nyariin" seru Bella sembari berdiri dan menarik tangan Gilang.


"iya sayang.. " sahut Gilang kemudian mensejajarkan langkahnya dengan Bella


*****


di tempat lain.


Sepasang suami istri paruh baya tengah berada diruang tamu selepas pulang menghadiri undangan.


"paa.. " panggil wanita paruh baya yang bernama Sonya


"ada apa maa " jawab Bagas sang suami.


"pa, papa tadi lihat tidak, kalung yang di pakai sama istri dari tuan Marcello, kenapa kalung itu sangat mirip dengan kalung milik yona putri kita pa" ucap Sonya.


"papa tak melihatnya ma, apa mama yakin kalau kalung itu mirip dengan kalung milik putri kita? " tanya Bagas


"iya beneran pa, dan mama berharap wanita itu beneran yona putri kita pa " ucap Sonya berderai air mata.

__ADS_1


"mama tenang kan diri dulu, biar papa yang akan mencari tahu, jika memang dia adalah yona putri kita yang hilang, papa akan mempertemukan mama dengan dia. " ucap bagas.


'jika memang gadis itu adalah putriku, aku akan sangat sangat bersyukur bahwa putriku masih hidup " ucap Bagas dalam hati.


__ADS_2