Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 54


__ADS_3

Citra dan Bella kemudian duduk disofa sedang berbagi tugas. Citra menyiapkan bumbu nya sedang kan Bella menyerut buah mangga nya.


setelah selesai mereka segera membersihkan meja yang kotor sebelum mereka memakan rujak tersebut.


"akhirnya selesai juga.. " ucap Bella sembari duduk di sofa.


"kemari lah dad, rujaknya sudah siap " ucap Citra kepada Marcello yang kini tengah fokus di meja kerjanya.


"sebentar lagi sayang, tinggal sedikit lagi. kamu sama Bella makanlah dulu saja tidak apa apa" ucap Marcello


"tidak, kami akan menunggu daddy sampai selesai saja, biar bisa makan sama sama.. " ucap Citra.


"baiklah.. " ucap Marcello segera menyelesaikan pekerjaannya.


"duduk sini dad.. " ucap Citra menepuk kursi kosong di sebelahnya setelah Marcello menghampirinya.


"baiklah." ucap Marcello


mereka bertiga pun memakan rujak tersebut dengan lahap, karena memang rasanya yang sangat enak.


"kalian bersih bersih lah, setelah ini kita akan berangkat ke restoran sebelum jam makan siang takut nanti macet " ucap Marcello memberi perintah.


Citra dan Bella pun mengangguk dan segera beranjak dari duduknya menuju kamar mandi.


setelah menunggu beberapa saat mereka bertiga keluar kantor memasuki mobil kemudian menuju ke restoran.

__ADS_1


20 menit perjalanan mereka kini telah sampai di restoran tempat mereka akan melakukan makan siang.


"selamat datang tuan Marcello, terima kasih sudah berkenan datang" ucap tuan bagas ketika melihat Marcello telah sampai di tempat tuan bagas dan istrinya duduk.


"sama sama tuan bagas" ucap Marcello menyalami tuan bagas.


Citra yang juga berada disana merasa ada yang aneh di hatinya setelah bertemu dua paruh baya itu. jantungnya berdetak tak karuan dan perasaannya menghangat ketika melihat wajah tuan bagas dan nyonya Sonya.


"terima kasih sudah bersedia bertemu dengan kami silahkan duduk" ucap nyonya Sonya kepada Citra. kemudian mengajak Citra dan Bella ikut bergabung dengan para lelaki.


setelah menunggu pesanan datang mereka sedikit berbasa basi sampai pesanan mereka tiba.


Citra yang tengah berbadan dua pun makan dengan sangat lahap bahkan porsi makannya kini bertambah. hal itu pun tak lepas dari pandangan ngonya Sonya yang sedari tadi memperhatikan Citra.


"ada apa tante? " tanya Citra yang tidak sengaja melihat nyonya Sonya memperhatikan dirinya.


"oh, seperti itu, silahkan di lanjut makan tante, nanti makanan nya keburu dingin " ucap Citra yang sebenarnya merasa risih jika di pandangi terus terusan.


"iyaa.. " ucap nyonya Sonya.


mereka pun makan dengan nikmat tanpa ada pembicaraan penting lagi hingga selesai makan.


"saya mdengar anda bersedia untuk tes DNA dengan kami nyonya " ucap tuan bagas pada Citra


Citra yang di panggil nyonya oleh orang yang lebih tua dari nya pun merasa risih.

__ADS_1


"Citra, panggil saya Citra saja tuan, nyonya. tidak perlu memanggil saya nyonya, sebab saya merasa risih jika di panggil seperti itu " ucap Citra canggung.


"baiklah, terima kasih Citra karena sudah berkenan mengikuti ajakan kami untuk melakukan tes DNA " ucap tuan bagas kembali.


"iya sama sama tuan " ucap Citra.


"lalu kapan kamu bisa tes DNA? saya akan mengikutinya " tanya tuan bagas.


Citra pun menoleh kearah suami serta anaknya dan di balas dengan anggukan oleh mereka.


"setelah ini pun saya tidak masalah tuan " jawab Citra sembari tersenyum manis.


"benarkah? " tanya tuan bagas memastikan


"iya tuan, bukankah lebih cepat lebih baik, terlebih hari ini ssya juga sudah free " ucap Citra.


"baiklah, bagaimana tuan Marcello, apa anda berkenan memberikan izin kepada istri anda? " tanya tuan bagas kepada Marcello .


"iya, saya tidak masalah tuan, saya sendiri yang akan mengantarkan istri saya kerumah sakit " ucap Marcello


"bagaimana kalau kita berangkat sekarang" tawar Marcello


"boleh, baiklah sekarang kita bersiap siap kita ke rumah sakit A saja tuan. " ucap tuan bagas.


"baiklah tuan.. " ucap Marcello.

__ADS_1


kemudian mereka memutuskan untuk ke rumah sakit A, untuk melakukan tes DNA.


__ADS_2