Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 45


__ADS_3

Marcello masih nampak berfikir, di satu sisi ia bahagia jika memang tuan Bagas adalah orang tua dari istri nya itu berarti istrinya masih mempunyai keluarga yang utuh, tetapi di satu sisi ia juga merasa takut, takut jika nanti istri nya malah kecewa terhadap orang tuanya.


lama Marcello bergelut dengan pikirannya sendiri, kemudian tersadar setelah Yoga menepuk pelan pundaknya untuk menyadarkan ia dari lamunannya.


"apa anda benar benar yakin jika istri saya adalah putri anda yang telah lama menghilang itu tuan? " tanya Marcello kepada tuan Bagas.


"saya belum seratus persen yakin tuan, sebab itulah saya meminta bantuan anda untuk membantu saya memastikan kebenaran ini, jujur saya dan istri saya akan sangat bersyukur jika memang istri anda adalah putri kami yang hilang, itu berarti kami masih di beri kesempatan Tuhan untuk kembali bertemu putri kami " ucap tuan Bagas .


"baiklah, saya akan mencoba untuk mencari tahu semua ini, ini juga saya lakukan demi istri saya, sebab ia juga pasti sangat merindukan orang tuanya dan berharap bisa bertemu dengan orang tuanya kembali "


"apa sebaiknya kita segerakan saja melakukan tes DNA saja dulu, jadi nanti kita bisa tahu hasil akhirnya seperti apa, baru kita fikirkan bagaimana menjelaskan semuanya kepada istri saya jika memang hasilnya sesuai yang inginkan agar ia bisa menerima semua ini" ucap Marcello memberi saran


"tapi apakah nanti istri anda tidak merasa di bohongi tuan, saya takutkan jika nanti istri anda malah berfikir kalau anda menyimpan rahasia di belakang dia, sebab tanpa sepengetahuan anda kita melakukan tes DNA nya, itu malah akan membuat nya semakin kecewa tuan" ucap tuan Bagas.


"oh astaga, anda benar tuan Bagas, kenapa saya tidak berfikir sampai kesana ." ucap Marcello sembari meraup wajahnya kasar.


"baiklah saya akan berbicara pelan pelan kepada istri saya dan nanti saya akan fikirkan lagi kedepannya seperti apa" sambung Marcello


"terima kasih banyak tuan Marcello anda telah membantu saya untuk menyelesaikan semua ini " ucap tuan Bagas


"sama sama tuan Bagas " jawab Marcello.


selang beberapa menit, mereka menyudahi pertemuan tersebut, Marcello pun memutuskan untuk segera kembali ke kantor.


*****

__ADS_1


Di lain tempat


Citra merasa telah cukup karena sudah mengambil beberapa potong dress pun mencari keberadaan Bella yang sedari tadi berpencar dengannya.


"Bell,.." panggil Citra ketika melihat Bella berada di depannya dengan posisi membelakanginya.


"mom, sudah selesai ?" tanya Bella


"sudah, ayo sekarang kita ke kasir " pandangan Citra beralih ke tangan Bella yang membawa banyak dress itu


"kamu borong semua Bell? " tanya Citra


"iya mom, apasih yang nggak buat mommy ku tercinta.. " jawab Bella di sertai kekehan kecil.


"mbak tolong bantu saya bawa ini ke kasir ya" ucap Bella kepada pekerja disana


"nggak usah beli banyak banyak Bell, beli secukupnya aja" ucap Citra.


"nggak banyak mom, itu cuma sedikit. lagi pula mommy harus mengganti semua pakaian mommy dirumah sebab itulah aku mengambil beberapa potong dress lagi, agar momny ku nggak kebingunan cari bajunya " jawab Bella enteng


"haish, nih anak satu susah bener di kasih tahu nya " ucap Citra namun tak di sahuti Bella. Bella langsung menarik Citra menuju kasir.


setelah melakukan transaksi, Bella meminta pegawai tersebut mengantarkan barang belanjaannya ke rumah.


"mbak, kalau saya minta tolong untuk membawakan belanjaan saya ke mobil bisa " tanya Bella pada pegawai disana.

__ADS_1


"bisa nona, mari " ucap pegawai tersebut setelah mengambil alih belanjaan Bella.


setelah mengantarkan pegawai tersebut menemui pak ujang, untuk menyerahkan belanjaannya, Citra dan Bella tak langsung pulang, mereka ingin mengisi perut mereka yang sudah sejak tadi berdemo ingin diisi.


di tengah perjalanan mereka menuju ke restoran Citra tak sengaja melihat suaminya yang keluar dari restoran yang ingin Citra dan Bella datangi.


"itu bukannya daddy ya Bell? " tanya Citra sembari menunjuk kearah Marcello berada.


"lah iya, itu memang daddy mom, tumben daddy makan siang disini?" ucap Bella.


"mungkin sedang ada pertemuan dengan klien kali bell, kita samperin aja yuk" ajak Citra


"yuk.. " sahut Bella kemudian melangkah menghampiri Marcello


"dad.. " panggil Citra kepada Marcello


"hei sayang, kalian disini " tanya Marcello


"iya dad, habis belanja terus lapar " jawab Citra mengelus perutnya.


"terus mana barang belanjaannya? " tanya Marcello lagi.


"udah tadi di bawa ke mobil dulu baru kesini" jawab Citra.


"yaudah, maaf dad nggak bisa nemenin kalian makan, hari ini kerjaan kantor sangat banyak, dad langsung kembali ke kantor ya" ucap Marcello sembari mengelur perut istrinya.

__ADS_1


"iya dad, nggak apa apa, pergilah. hati hati dijalan ya dad" ucap Citra kemudian mencium punggung tangan suaminya, Bella pun melakukan hal yang sama.


__ADS_2