
Gilang segera melajukan kendaraannya menuju ke mansionnya, ia memutuskan untuk segera membicarakan soal pertunangan nya dengen Bella kepada kedua orang tua nya, baru kemudian ia pergi ke kantor.
setelah 25 menit berkendara ia pun sampai di pelataran mansionnya yang sangat megah itu.
"ma.. mama dimana.." teriak Gilang memasuki rumahnya.
"kebiasaan kalau masuk rumah nggak salam dulu malah teriak teriak " gerutu sang mama
"papa mana ma? " tanya Gilang yang kini telah bertemu mama nya.
"papa ada di belakang, ada apa, tumben nyariin papa, apa ada masalah di kantor? " tanya sang mama.
"bukan, nggak ada masalah apa apa di kantor ma, ini bukan perihal kantor yang ingin Gilang sampaikan. " ucap Gilang
"ya sudah, biar mama panggil papa dulu, papa mu kalau sudah berada di belakang pasti nggak akan kedengeran kalau di panggil dari sini" ucap sang mama kemudian melangkah meninggalkan Gilang.
Gilang memutuskan untuk menunggu kedua orang tua nya duduk di ruang keluarga.
tak berselang lama kemudian mama dan papa nya datang dengan sangat berisik. mungkin saja papa nya merasa terganggu akan aktifitasnya di belakang bersama hewan peliharaannya yang di kacaukan oleh istrinya itu.
"ada apa sih pa, kok ribut ribut? " tanya Gilang kepada papanya
__ADS_1
"mama mu nih, manggil papa sambil ngagetin, akhirnya terlepas kan burung papa" dengus sang papa yang nampak sangat kesal kepada istrinya itu.
"sudah lah pa, ikhlaskan saja, lagipula burung itu tak ada apa apanya di bandingkan dengan hal penting yang ingin aku sampaikan kepada mama dan papa" ucap Gilang
"maksudmu? " tanya sang papa bingung
"duduklah dulu pa, ma. baru aku akan cerita" ucap Gilang mempersilahkan kedua orang tua nya untuk duduk.
tanpa menunggu lama mereka berdua langsung duduk di hadapan Gilang. sebelum duduk pun mereka masih sempat sempat nya untuk berdebat memperebutkan sofa di depan Gilang, padahal disana ada beberapa sofa yang masih kosong.
"ih, papa apaan sih, kan mama duluan yang berjalan, kenapa main serobot aja" ucap sang mama
"lagian mama jangannya lambat kayak keong. " ucap sang suami.
"begini ma, pa. Gilang sudah memantapkan diri untuk segera menikahi Bella, putri dari tuan Marcello dan Gilang harap papa dan mama mau membantu Gilang untuk mempersiapkan semuanya untuk acara lamaran 2 hari kedepan" ucap Gilang sontak membuat sang mama dan papa terkejut.
"Apaa.. " pekik keduanya kaget
"yang benar saja kamu nak, kenapa baru bicara sekarang, kita kan harus mempersiapan semuanya dengan sempurna" ucap mama Miranda
"iya, seharusnya kamu bicarakan hal ini jauh jauh hari, supaya kami bisa memberikan yang terbaik untuk mantu kami" ucap papa Jonas.
__ADS_1
"papa dan mama tahu kan kemarin aku sempat teleponan sama Bella, dan salah satu percapkapan kami adalah aku menyanggupi untuk datang kerumah nya. dan tadi pagi pagi sekali papa dan mama melihat aku keluar dengan pakaian rapi. sebenarnya tadi aku datang kerumah Bella untuk meminta restu kepada daddy nya. sebab Bella merasa ragu akan restu dari daddy nya. tapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya, beliau malah langsung memberikan izin, bahkan meminta untuk disegerakan." jelas Gilang.
"makanya setelah pulang dari rumah Bella, Gilang langsung kesini untuk memberi tahu mama dan papa, kalau Bella dan keluarganya menerima lamaran dadakanku, dan mereka juga menunggu kunjungan dari mama dan papa" sambungnya.
"baiklah, sekarang mama mengerti. kamu tenang saja biar mama dan papa yang mengatur dan mempersiapkan semuanya. benar begitu kan pa?" ucap mama Miranda menatap suaminya.
"iya dong ma, terlebih untuk calon mantu harus di persiapkan dengan matang" ujar papa Jonas.
"sekarang kamu pergilah ke kantor selesaikan pekerjaanmu, untuk masalah lamaran serahkan sama mama dan papa" ucap mama Miranda.
"terima kasih ma, pa. kalau begitu Gilang pamit ke kantor" pamit Gilang memberi salam kemudian melangkah pergi.
mama Miranda pun langsung menyambar ponselnya di meja dan langsung menghubungi seseorang.
ia kini tengah berbicara dengan salah seorang pemilik toko berlian kemudian memesankan beberapa set perhiasan yang di peruntukkan untuk calon mantunya itu
setelah selesai ia pun menghubungi beberapa kolega nya untuk mencari seserahan yang lainnya. hingga 2 jam kemudian semua urusan beres. ia kini tinggal menunggu barang barang yang ia pesan untuk dikirim ke mansionnya.
sedangkan sang papa kini sedang menghubungi beberapa saudara terdekat mereka agar bisa ikut bergabung mengantarkan putra mereka meminang gadis pujaannya.
'kamu tak perlu khawatir, *s**emua sudah beres sayang* ' Begitulah isi pesan yang dikirim mama Miranda untuk putra nya.
__ADS_1
Gilang yang baru saja selesai meeting pun melihat ponsel nya, dan melihat bahwa sang mama mengirim pesan untuknya.
'*t**erima kasih banyak ma*' balas Gilang untuk mama Miranda