
ceklek
Citra pun membuka pintu kamar tersebut, "Selamat malam" ucap para pria itu kemudian tersenyum.
"oh iya selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu? " tanya Citra kepada para polisi yang datang ke tempat nya.
"nyonya Citra? " tanya salah satu polisi tersebut
"iya benar pak, saya Citra"
"kami ingin menyampaikan hal penting kepada anda dan juga tuan Marcello selaku korban tadi Sore"
"kalau begitu kita masuk dulu pak, kebetulan suami saya baru saja siuman" ucap Citra kemudian mempersilahkan para polisi itu untuk masuk.
"begini nyonya, kami dari pihak kepolisian telah menangkap 2 diantara 4 preman yang tadi sore menyerang mobil anda, namun setelah di interogasi mereka mengatakan jika mereka hanyalah bawahan yang di suruh bos nya, sedangkan bos nya adalah salah satu preman yang kabur dan belum kami temukan, namun kami akan tetap mengusahakan agar mereka semua tertangkap dan menyelidiki dalang terhadap kasus pengeroyokan ini" ucap pak polisi.
" jadi mereka yang tertangkap tidak mengetahui siapa yang meminta mereka untuk menyerang kami? " tanya Citra
"anda benar nyonya, semoga saja tim kami dapat dengan segera mengangkap preman tersebut dan juga pelaku utama nya"
"baiklah, saya serahkan semua nya kepada pihak berwajib, semoga mereka yang berniat jahat terhadap suami saya segera di tangkap ya pak"
"iya nyonya, baik lah begitu saja yang ingin kami sampaikan, maaf mengganggu istirahat anda tuan" sambil mengarahkan pandangan nya kr arah Marcello.
"tidak apa apa pak" ucap Marcello
"baiklah kami izin undur diri tuan nyonya" ucap polisi tersebut kemudian bergegas keluar.
di pintu ternyata Bella dan Gilang bertemu dengan para polisi yang baru saja keluar.
"ada apa mom? " tanya Bella yang baru saja masuk
"tadi pak polisi ngasih kabar kalau preman yang tadi udah angkap, tapi cuma 2, yang 2 belum karena waktu pengejaran mereka berpencar, kita berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai Bell" ucap Citra.
__ADS_1
"miii miii... " teriak Al dalam gendongan Gilang ketika melihat mommy nya.
"hai boy, maafin mommy ya karena tadi nggak nemenin kamu main sama adik Cia" ucap Citra kemudian mengambil alih gendongan Al.
Bella mendekat ke arah daddy nya yang telah siuman namun masih terbaring di atas brankar "syukur lah daddy sudah sadar" ucap Bella mengelus tangan sang daddy yang tidak terinfus.
Marcello tersenyum kemudian mengelus pipi putri nya, "jangan khawatirkan daddy, bukan kah dulu waktu kamu kecil kamu sendiri yang bilang jika daddy adalah superhiro yang kuat, lihatlah daddy baik baik saja " ucap Marcello menghibur putri nya.
Bella tersenyum" daddy dan mommy adalah segala nya buat Bella, jadi jangan pernah lagi terluka dad, karena Bella tak akan sanggup melihatnya"
"iya sayang, daddy akan selalu ingat kata kata mu"
Bella menoleh ke arah mommy nya yang sedang duduk di sofa bersama Al dan juga Gilang.
"oma sama opa kapan sampainya mom? " tanya Bella
"kurang tahu Bell, mungkin sebentar lagi karena setelah aku mengangkat telepon mama dan memberi tahu hal ini, mama langsung bergegas kemari"
"oh begitu, lalu,. " ucap bella terpotong karena mendengar ketukan dari luar
Pintu di ketuk dari luar, Gilang yang memang tak melakukan apapun segera beranjak dari duduk nya kemudian bergegas membukakan pintu, ceklek
"oma opa, silahkan masuk" sapa Gilang ketika melihat oma opa mertua datang kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk.
"terima kasih nak" ucap papa Bagas.
mereka pun masuk ke ruangan Marcello yang luas itu, Citra dan Bella yang melihat keluarga nya datang pun segera menghampiri mereka kemudian mencium punggung tangan mereka bergantian.
"mama, papa, ibu, mbak ayu kok bisa bareng gitu datengnya... " tanya Citra.
"iya tadi waktu kamu baru saja ngasih kabar ibu, mama kamu telfon ibu, dan bilang kalau dia sedang menuju ke panti sekalian berangkat bersama katanya, " jawab bu Fatma.
"ya sudah, itu mas Marcell sudah siuman" ucap Citra sambil menunjuk suami nya yang tengah berbaring di brangkar.
__ADS_1
keempat orang itu pun mendekat kearah Marello dengan diikuti Bella Citra dan Gilang.
"bagaimana keadaanmu saat ini? " tanya papa Bagas.
"sudah jauh lebih baik pa, mungkin dalam satu dua hari lagi bisa pulang" jawab Marcello
"apa sudah ada titik terang dari siapa pelaku yang menyerang kalian? " tanya papa Bagas yang kini sudah mengetahui alasan istri nya buru buru mengajak dirinya pergi ke rumah sakit
"belum ada pa, "
"apa kamu mempunyai musuh atau orang yang pernah kamu sakiti secara tidak langsung? " tanya papa Bagas lagi.
"aku merasa tidak lernah mempunyai musuh pa, tapi kata istri ku beberapa hari ini dia melihat ada orang mencurigakan di sekitar kediaman kami" jawab Marcello
sementara Marcello dan papa Bagas melanjutkan pembicaraan nya, para wanita termasuk juga Gilang kembali duduk di sofa
"mama ada bawa banyak makanan untuk kalian, mama tahu pasti kalian belum sempat makan jadi mama bawa semua makanan di rumah, makanlah" ucap mama Sonya sembari menyodorkan 2 buah tantang berukuran besar kemudian meminta yang berada disana untuk makan termasuk bu Fatma dan juga mbak Ayu.
"ayo bu Fatma, mbak Ayu di makan. ini saya sendiri loh yang masak" ucap mama Sonya.
"iya, terima kasih nyonya atas makanannya" ucap Bu Fatma.
"bu Fatma jangan memanggil saya seperti itu ibu itu juga ibu nya Citra, anggaplah saja saya adik bu Fatma, jadi bu Fatma cukup panggil saya Sonya atau mama Citra begitu".
"baiklah.." ucap Bu Fatma pada akhirnya.
mereka pun mulai mengambil makanan yang mereka mau yang kini tersaji di atas meja. Citra yang memang sedari tadi lapar pun sengan segera mengambil nasi dan juga lauk pauk mya kemudian segera menyantap nya.
"Alhamdulillah... " ucap mereka satu persatu yang telah menyelesaikan makan malam nya.
"terima kasih ma
terima kasih oma
__ADS_1
terima masih sonya"
ucap mereka yang hampir bersamaan karena baru saja menyelesaikan makan nya dan kini perut mereka semua terisi penuh dengan makanan yang di bawa mama Sonya.