Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 114


__ADS_3

Di dalam Aula


Satu persatu mahasiswa yang kini akan melaksanakan wisuda telah duduk di kursi masing masing, begitu juga dengan Citra dan Bella yang memutuskan untuk duduk berdampingan.


10 menit kemudian acara pun di mulai, satu persatu daftar acara pun telah terlaksana, kini giliran Marcello selaku pemegang saham terbesar disana memberi kan sepatah kata untuk para mahasiswa yang baru saja lulus.


"acara selanjutnya adalah sambutan dari bapak Marcello Steven Smith selaku pemegang sekaligus pemilik kampus ini, untuk bapak Marcello, waktu dan tempat kami persilahkan" ucap Pembawa acara tersebut.


Marcello yang masih menemani anak anak nya pun menyudahi nya kemudian segera berdiri merapikan pakaian nya dan berjalan ke podium untuk memberikan sambutan sesuai permintaan pembawa acara tersebut.


"selamat siang semua nya, baik dalam kesempatan pada hari ini saya hanya ingin mengucapkan selamat untuk wisudawan wisudawati yang kini telah lulus, saya berharap kalian semua dapat mengamal kan ilmu kalian sebijak mungkin dan bisa bermanfaat untuk orang lain ........." Marcello menyampaikan selamat sekaligus bekal untuk para mahasiswa yang kini tengah wisuda agar dapat bermanfaat untuk orang lain sekitar 10 menit dirinya berbicara di depan para mahasiswa kini dirinya mulai menutup pidato singkat nya.


"sekian yang ingin saya sampaikan, ingat pergunakan ilmu yang kalian miliki saat ini dengan baik dan bijak, sekian dari saya, terima kasih dan selamat siang" ucap Marcello menyudari pidato nya kemudian menyapu seluruh pandangan ke arah para wisudawan yang sedang memberikan tepuk tangan untuk nya, setelah beberapa saat Marcello pun turun kemudian berlalu menghampiri anak anak nya.

__ADS_1


"laki lo makin hari makin tambah cakep aja Cit, pasti tiap hari dapet vitamin ya. .." celutuk teman di sebelah Citra dengan gemas.


"apaan sih mel.." ucap Citra malu pada teman di sebelah nya yang biasa di panggil Mellan/Mellani


Bella yang mendengar suara Mellani pun menoleh ke arah nya.


"bapak gue udah ada yang punya Mell, ingat kalau lu udah punya Doni, jadi jangan berani berani nya lu deketin bapak gue atau nggak gue gibeng nih" seru Bella mengancam, tentu saja ancaman itu hanyalah sebuah gurauan sebab ia tahu teman nya itu memang suka bercanda.


"ah ilah si eneng mah nggak bisa di ajakin bercanda.. cinta ku tuh tetep sama ayang Doni seorang, lagipula mana berani aku deketin orang yang sudah punya pasangan, takut di uleg sama istri nya ih" ucap Melanni begidik ngeri.


"iya iyaa.. " jawab kedua nya berbarengan.


acara pun terus berlanju dengan meriah, pukul 12.30 wib acara pun selesai, Citra dan Bella yang tadi nya duduk terpisah dengan keluarga nya pun mulai berjalan menyusul mereka yang sedang menunggu nya di tempat yang tak jauh dari tempat kedua nya saat ini berada.

__ADS_1


"mas.. " panggil Citra kepada suami nya sembari terus berjalan mendekat ke arah Marcello. sedangkan Marcello yang memang sejak tadi memperhatikan kedua nya dari kejauhan, ketika mereka akan sampai, Marcello segera merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut istri serta putri nya.


dengan segera Citra dan Bella memeluk erat tubuh lelaki yang mereka jadikan pelindung. "makasih ya dad, atas semua yang telah daddy berikan untuk Bella, meskipun aku sering membuat daddy repot, tetapi daddy tak pernah marah, justru selalu memberikan yang terbaik untuk ku, terima kasih untuk semua kasih sayang yang telah daddy berikan untuk Bella ya dad, aku sayang daddy" ucap Bella yang masih berada di pelukan daddy nya,


sedangkan Citra nampak diam mendengarkan ungkapan hati Bella untuk daddy nya.


"kamu putri ku dan akan tetap menjadi putri kecil ku, jangan menganggap diri kamu sebagai beban tentu saja itu tak benar sayang, daddy menyayangi kamu setulus hati daddy, seharusnya daddy yang harus Berterima kasih sama kamu sebab tanpa ada dirimu mungkin daddy tak akan bisa berdiri tegak seperti sekarang ini" ucap Marcello menengangkan putri sulung nya.


kemudian keduanya pun melerai pelukan nya dan beralih ke keluarga yang lain nya, Bella menghampiri suami nya kemudian memeluk nya erat begitu juga dengan Citra, ia langsung memeluk dua wanita paruh baya itu secara bersamaan, membuat papa Bagas mendengus kesal terhadap Citra.


"apa kalian akan terus berpelukan seperti itu? " tanya papa Bagas dengan pandangan tidak suka.


Citra yang mengetahui papa nya kesal pun melerai pelukan nya dan berjalan ke arah papa nya krmudian memeluk lelaki paruh baya tersebut dengan erat.

__ADS_1


"kalian bertiga adalah orang tua terbaik ku" ucap Citra.


__ADS_2