
Pagi ini kediaman Marcello nampak sangat ramai orang berlalu lalang mempersiapan acara untuk putra nya, mulai dari dekorasi, hingga hidangan yang sedang di buat di dapur nya.
sedangkan Citra sedang bersama Bella di dalam kamar nya tengah menemani putra nya yang masih tidur, sedangkan marcello berada di luar bersama mertua nya sedang sibuk mengurus banyak hal.
"mom, kasih bocoran sedikit dong, siapa sih nama dede bayi nya, masak kakak nya sendiri nggak di kasih tahu sih" ucap Bella cemberut.
"bukannya nggak mau kasih tahu Bell, cuma daddy mu aja yang mau nya ngasih tahu namanya nanti sekalian acara akikahan, entah lah apa maksud daddy mu itu aku juga nggak paham, sabar, sebentar lagi kan bakalan tahu" jawab Citra terkekeh.
"ish menyebalkan sekali " gerutu Bella kemudian merebahkan tubuh nya dikasur disamping adik nya.
Acara akan di adakan setelah dhuhur membuat Citra dapat untuk merebahkan tubuhnya sebentar, meskipun tak membantu menyiapkan persiapan acaranya, tetapi akibat terlalu sering begadang membuat dirinya merasa lelah dan mengantuk.
akhirnya Citra pun ikut merebahkan tubuhnya di samping sang anak kemudian ikut terlelap. kini ketiga orang itupun terlelpa bersama hingga beberapa saat.
1 jam kemudian
pintu kamar Citra pun di buka, marcello melangkahkan kaki nya masuka kedalam kamar lalu menghampiri istri nya yang tengah terlelap bersama anak anaknya sembari membawa nampan berisikan makanan.
"pantas saja tidak ada yang keluar kamar dari tadi, ternyata mereka tidur bersama" gumam marcello sambil menggeleng kan kepalanya.
kemudian marcello membiarkan mereka untuk tidur dan ia memutuskan untuk keluar sembari membawa kembali nampan yang ia bawa tadi.
sampai di lantai bawah, marcello bertemu dengan menantu nya dan menanyakan keberadaan Bella istri nya.
"dad, apakah daddy bertemu dengan Bella? sebab aku mencari nya dari tadi bahkan di kamarnya pun tidak ada" tanya Gilang
"Bella sedang tidur di kamar atas bersama dengan mommy dan adiknya, biarkan saja seperti nya mereka sangat mengantuk, sebab waktu aku masuk mereka sama sekali tak terusik "
"syukurlah, aku sempat khawatir sebab tadi dia tak mengatakan apapun ketika aku keluar kamar, kalau begitu aku kedepan dulu dad"
"iya.. "
Marcello pun melanjutkan langkahnya menuju ke dapur untuk mengembalikan nampan yang tadi ia bawa.
__ADS_1
"bi tolong simpan lagi makanannya " ucap Marcello kepada bi ana
"baik tuan" bibi ana langsung mengambil nampan yang ada di tangan tuan nya.
siang hari nya selepas dhuhur, anak anak panti yang di undang marcello pun telah sampai di pelataran mansion mewah marcello bersama mbak Ayu dengan mengendarai mini bus yang di sewa oleh mama Sonya
"wah bagus banget rumahnya"
"ini rumah apa istana"
"taman nya bagus sekali, banyak bunga berwarna warni"
"lihat ada kolam ikan disana"
anak anak panti yang baru daja tiba dan keluar mini bus itupun mengedarkan pandangan nya sembari berceloteh mengungkapkan kekaguman nya terhadap mansion marcello.
"anak anak ingat sama pesan bu Fatma tadi?" tanya mbak ayu kepada anak anak panti.
"ingat mbak, kami dilarang untuk berpencar dan membuat kegaduhan" ucap anak anak panti tersebut.
mereka pun melangkah kan kaki nya menuju pintu, ternyata disana sudah ada mama Sonya dan juga papa Bagas yang sedang menunggu mereka datang
"nah itu mereka datang" seru papa Bagas bahagia
"ayo ayo sini masuk " ajak mama Sonya ketika mereka telah sampai di depan pintu yang terbuka.
"terima kasih oma opa" seru anak anak panti kemudian mencium punggung tangan mereka dengan takzim lalu satu persatu dari mereka mulai masuk ke dalam mansion.
*****
sedangkan Citra di dalam kamar tengah bersiap siap bersama suami nya, "bagaimana mas?" tanya Citra kepada suami nya mengenai penampilan nya saat ini.
"masyaAllah sayang kamu cantik sekali, apalagi dengan memakai hijab ini" seru Marcello kagum melihat penampilan berbeda dari istrinya.
__ADS_1
Marcello menatap istri nya tak berkedip, kini istrinya tengah memakai gamis putih di padu padankan dengan pashmina berwarna pink membuat penampilan citra berubah.
"ku harap kamu bisa segera mengenakan nya setiap hari" ucap Marcello pelan.
"aamiin, doakan Citra agar bisa istikhomah ya mas" ucap citra kemudian memeluk suami nya.
"iya sayang"
kemudian mereka pun keluar kamar dengan marcello yang menggendong putra nya.
"wah ternyata sudah pada datang ya mas" seru Citra kepada suami nya sambil melihat kearah anak anak panti.
"iya sayang"
"ma, pa... " seru Citra melihat kedua orangtua nya yang tengah menyambut tamu yang datang
"iya sayang, kamu duduklah disana, biar mama sama papa yang mrnyambut para tamu" ucap kedua nya sembari tersenyum manis dan menunjuk kursi yang sudah di sediakan untuk nya
"terima kasih ma, " kemudian Citra segera menuju ke kursi untuk duduk bersama suaminya.
tak lama kemudian acara akhikahan pun di mulai, para tamu undangan mulai membacakan doa untuk bayi nya dengan di pimpin oleh ustadz.
kini acara akikahan telah terlaksana dengam khidmat, dan kini saat nya marcello mengumumkan nama dari putra pertama nya itu.
"terima kasih untuk semua para tamu undangan yang sudah berkenan hadir di acara kami, sekarang kami akan mengumumkan nama dari anak kedua kami yaitu,
"ALDRICH CADEE SMITH, yang artinya pemimpin yang bijaksana dan baik hati. "ucap marcello lantang
"semoga putra kami menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tua juga berguna bagi orang lain, aamiin"
"aamiin" semua yang berada di sama pun mengamin kan doa Marcello.
acara pun telah selesai, kini para tamu di persilahkan untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.
__ADS_1
sementara Citra dan keluarga nya memilih untuk duduk bersama sambil menemani baby Al yang tengah tertidur di pangkuan bu Fatma sambil berbincang bincang ringan.
tanpa mereka sadari bahwa di luar mansion Marcello ada 2 pasang mata yang melihat acara di kediaman Marcello dengan keadaan merah menahan amarah bahkan mereka sudah disana sejak beberapa hari yang lalu, "aku bersumpah akan menghancurkan keluargamu " gumam nya, namun mereka tak dapat berbuat apa apa selain hanya menyaksikan dari kejauhan.