Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 90


__ADS_3

Sore hari nya


Citra dan Marcello tengah bersiap siap untuk pergi ke kediaman orang tua nya, meski pi un mama nya mengundang untuk datang di waktu makan malam tetapi Citra memutuskan untuk berangkat sore hari nya sebab ia juga ingin membantu mama nya menyiapkan makan malam dan juga supaya mereka bisa lebih lama disana.


"mas tolong telfon kan Bella, katakan kalau kita akan berangat sore ini, kalau dia msu ikut sama kita nanti kita tunggu, kalau mau datang malam juga tak masalah" ucap Citra kepada suami nya.


"baiklah, kamu teruskan saja dulu dandanmu aku akan menelepon Bella" ucap Marcello kemudian segera menelepon Bella.


*****


"Ya halo dad, ada apa? " ucap Bella di seberang sana


"iya, mommy kamu ingin pergi ke rumah oma sore ini, kamu mau ikut kita sekalian atau nanti malam? " tanya Marcello langsung pada poin nya


"emm, sebentar aku tanya kak Gilang dulu soalnya dia baru saja pulang dad, tunggu dulu" ucap Bella diseberang sana kemudian segera menemui suami nya.


sedangkan Marcello masih stay menunggu jawaban putri nya.


setelah beberapa saat, Bella pun krmbali membuka suara


"halo dad, daddy masih disana? " tanya Bella


"iya masih, lalu bagaimana sekarang mau berangkat bersama atau tidak? "


"iya dad, kita berangkat bersama saja, tunggu aku akan siap siap dulu dad"


"hm iya, ya sudah daddy matikan telepon nya"


"iya dad"


tutt tutt


setelah mematikan telepon nya Marcello mendekat ke arah istri nya yang tengah duduk di depan meja rias.


"sudah" ucap Marcello singkat


"bagaimana, apa dia akan berangkat bersama kita? " tanya Citra


"ya, dia meminta kita untuk menunggu dia karena ingin datang bersama dengan kita"


"baiklah, kita tunggu di bawah saja mas, aku juga sudah selesai semua nya"

__ADS_1


kedua nya pun keluar dari kamarnya, tak lupa Citra juga mampir ke kamar putra nya untuk melihat apakah putra nya sudsh selesai mandi atau belum.


ceklek


"Al sudah siap atau belum sus? " tanya Citra pada pengasuh Al


"sudah nyonya, hanya tinggal mengemas perlengkapan Al saja"


"ya sudah biar Al aku bawa ke bawah jadi suster bisa mengemas nya" ucap Citra kemudian membawa Al keluar kamar bersama suami nya.


kini Citra dan Marcello tengah menunggu Bella dan suaminya sembari duduk di ruang keluarga.


beberapa saat kemudian Bella dan juga suami nya telah sampai di kediaman prang tua nya.


"mom, dad.. maaf menunggu lama" ucap Bella sambil nyengir


"tak masalah, ayo kita berangkat sekarang" ajak Marcello.


sesampainya di teras, Bella dan Gilang yang hendak menuju mobil nya di tahan oleh Citra..


"kenapa kita nggak satu mobil saja, biar Al juga ada temannya main di mobil " ucap Citra


mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menembus macet nya jalanan karena bertepatan dengan jam pulang kerja. di karenakan mobil mereka berjalan pelan akibat macet, Gilang pun menawarkan untuk memakai jalan lain, setelah semua setuju Gilang mulai putar arah untuk mencari jalan yang lenggang, hingga beberapa saat akhirnya mereka keluar dari kemacetan, dan berjalan menyusuri jalan yang senggang cenderung agak sepi.


Di perjalanan tak ada kendala sama sekali setelah kemacetan tersebut, hingga 2 motor mendahului mereka kemudian tanpa aba aba berhenti tepat di depan mobil yang di kendarai Gilang membuat nya mau tak mau harus menekan rem nya dengan spontan.


ckiittt..


hal itu membuat Citra dan Marcello yang kebetulan duduk di belakang terjangkit kaget sebab mobil nya berhenti mendadak


"mereka siapa kak? " tanya Bella yang duduk di samping gilang, melihat ada 4 orang yang tiba tiba mencegat mereka dengan mengendarai motor.


"ada apa Lang? " tanya Marcello.


"maaf dad, tapi itu ada 4 orang pakai motor tiba tiba berhenti di depan mobil kita" ucap Gilang.


disisi luar, 4 orang berpenampilan sangar itu pun turun dari motornya dan berjalan mendekat ke arah mobil yang di kemudikan Gilang.


tok tok tok


dengan tak sabar kedua nya mengetuk kaca mobil nya sambil berteriak "keluar, keluar kalian sekarang" teriak salah satu preman itu

__ADS_1


"siapa sebenar nya mereka mas, kenapa mereka menyeram kan seperti itu" tanya Citra.


"entah lah aku juga tidak tahu, biar aku keluar dulu kamu dan Bella tetap di mobil apapun yang terjadi jangan lupa kunci pintu mobil nya, " ucap Marcello.


sedangkan preman yang ada di luar masih terus saja mengetuk dan berteriak meminta mereka untuk keluar.


"aku akan keluar, kalian di sini saja" ucap Marcello


"aku juga akan ikut keluar dad" ucap Gilang.


"iya"


kedua laki laki itu pun keluar, setelah itu Citra dan Bella segera menjalankan perintah Marcello untuk mengunci pintu mobil nya.


sedangkan di luar, "siapa kalian dan untuk apa kalian mengentikan mobil kami? "tanya Marcello datar.


"tak perlu tahu siapa kami, yang terpenting adalah menghabisi nyawa mu" ucap salah satu preman tersebut kemudian langsung mendekat dan menghajar Marcello.


dengan gerakan cepat Marcello dapat menghidari pukulan preman itu, begitu juga dengan Gilang yang mencoba untuk menghindari pukulan preman tersebut, hingga kejadian saling pukul itu pun terjadi 2 lawan 1. untung saja Marcello dan Gilang mempunyai ilmu bela diri yang lumayan jago sehingga dapat mengimbangi para preman yang terus ingin menghajar mereka,


sedangkan di dalam mobil Bella tengah menelepon polisi agar dapat membantu mereka dari para preman.


bugh..


bugh...


pukulan demi berhasil Marcello hindari namun lama kelamaan karena lawan yang tak sepadan membuat Marcello kehilangan fokus hingga membuat salah satu preman tersebut tersenyum smirk kemudian mengeluarkan pisau lipat dari salah satu saku jaket nya, Marcello yang masih melawan salah satu preman tak menyadari jika salah satu dari kedua preman yang melawan dirinya tengah berencana buruk terhadapnya hingga tiba tiba.


jleb


'aarrgghh' pisau itu menancap di perut sebelah kiri Marcello membuat darah segar keluar tak berselang lama kemudian polisi datang membuat para preman itu pergi untuk melarikan diri.


Citra dan Bella yang mengetahui polisi datang akhirnya dapat bernafas lega kemudian bergegas keluar menghampiri Marcello yang bersimbah darah, dengan deraian air mata Citra menghampiri suami nya dan menepuk pelan pipi suaminya agar tetap sadar.


"mas.. bangun mas, jangan tidur" ucap Citra.


"permisi nyonya, biarkan kami membawa korban ke rumah sakit, " ucap salah satu polisi tersebut.


kemudian beberapa polisi yang tadi datang pun segera membawa Marcello ke rumah sakit sedangkan beberapa lagi mengejar para preman tersebut.


sedangkan di mobil Bella dan Gilang mencoba untuk menghibur Citra yang masih terus saja menangis, "tenang lah mom, kita doakan yang terbaik buat daddy" ucap Bella

__ADS_1


__ADS_2