
2 minggu kemudian.
Pagi hari di kediaman Marcello telah ramai dengan suara riuh anak anak juga para orang tua, mama Sonya, papa Bagas dan juga ibu Fatma pun turut ada di sana setelah kemarin sore di minta Marcello untuk datang ke Mansion dan tidak di perkenan kan untuk pulang setelah nya.
begitu juga dengen Bella dan Gilang, meskipun rumah mereka berdekatan, akan tetapi Marcello tidak memberikan mereka izin untuk pulang,
pada akhir nya mereka semua pun pasrah untuk tidak pulang dan memilih menginap di sana setelah acara makan malam mewah di kediaman Marcello untuk menyambut acara kelulusan istri serta putri nya selesai.
"mas ...." setelah selesai mandi pagi Citra menghampiri Marcello yang sedang duduk di sofa dalam kamar. kemudian ia juga ikut menduduk kan diri nya di sofa disamping suami nya.
Marcello pun menoleh kemudian tersenyum "ada apa sayang? " tanya Marcello pelan.
"terima kasih sudah memberikan kebahagiaan untuk ku selama ini, juga berkat mas aku bisa bertemu dengan keluarga ku kembali " ucap Citra kemudian memeluk pinggang suami nya dan membenam kan wajah nya di dada bidang suami nya ketika mengingat kenangan demi kenangan yang ia ciptakan bersama suami nya
"tak usah berterima kasih sayang, aku pun ikhlas melakukan semua nya untuk mu, aku juga turut bahagia ketika berkali kali kebahagiaan menghampiri mu juga diri ku, aku juga bersyukur dengan kejadian yang lalu dimana Bella meminta aku untuk menikah lagi, jujur waktu itu aku sama sekali tak kepikiran untuk menikah lagi karena aku takut tak bisa adil kepada Bella ataupun istri ku nanti apalagi aku harus menikah dengan sahabat nya, yang berarti menikah dengan seorang gadis seusia putri ku, tentu aku sangat menolak keras permintaan nya, tapi setelah aku menimbang nimbang semua keinginan Bella, aku juga merasa jika dirinya pasti sangat merindu kan sosok ibu yang mampu membuat dirinya merasa nyaman,
__ADS_1
dan di puncak nya ketika Bella Terkena musibah waktu itu, aku merasa seakan menjadi daddy yang buruk untuk nya, tak mampu melindungi jiwa raga nya, pasti waktu itu perasaan nya sangat hancur. maka dari itu terpaksa dulu aku mau menerima permintaan Bella yang menurut ku konyol dan sangat tidak mungkin terjadi, tapi ..."
belum sempat Marcello meneruskan perkataan nya, Citra lebih dulu merenggang kan pelukan nya kemudian menatap Marcello dengan melotot.
Marcello yang menyadari istri nya hendak protes pun segera mendekap nya lagi " jangan protes dulu, aku belum selesai bicara"
kemudian Marcello melanjut kan perkataan yang sempat ia tunda tadi.
" tapi meskipun aku tak menyukai perjodohan yang di rencanakan Bella, aku akan tetap menerima dengan lapang dada, mungkin memang ini sudah di garis kan yang di atas untuk ku, setiap malam aku mencoba untuk meminta, jika memang kamu yang terbaik aku tak akan menyia nyia kan kamu dan akan memperlakukan kamu dengan baik, meskipun tanpa nafkah batin, karena aku yakin kamu pasti juga akan enggan menikah dengan lelaki tua ini. semakin mendekati hari dimana kita akan menikah, semua terasa begitu cepat tanpa ada suatu halangan apapun, dan itu sudah membuktikan jika Allah telah menjawab semua doa doa ku, setelah kata SAH terucap, aku berjanji kepada diri ku sendiri akan selalu menjaga mu dan melindungi mu walau pun nanti kamu akan tetap menganggap aku 'om'orang tua dari Bella,
aku juga seharus nya dulu berterima kasih kepada Clara, sebab jika bukan karena dia mana mungkin aku bisa sedekat ini sama kamu, mempunyai bayi bayi lucu dan merasa awet muda begini. " kata Marcello di akhiri dengan kalimat narsis.
"terima kasih sudah mau menerima pinangan lelaki tua ini untuk menjadi suami mu, aku yakin dulu di awal awal kita menikah kamu pasti juga merasa seperti apa yang aku rasa, canggung, malu dan tidak enak. tetapi setelah malam itu, kita bisa menjalin hubungan layak nya suami istri, terima kasih dulu tak menolak untuk mengobati ku sehingga kita bisa sedekat ini dan menjalani hidup betumah tangga dengan bahagia" ucap Marcello.
Citra pun masih diam mendengar kata demi kata di ucap kan oleh suami nya, ada rasa lega setelah mendengar semua isi hati suami nya yang sejak dulu ingin Citra dengar mengenai dulu di awal mereka akan menikah hingga saat ini baru bisa ia dengar.
__ADS_1
"terima kasih mas, terima kasih untuk semua nya, " ucap Citra mengerat kan pelukan nya.
"seharus nya kita berterima kasih kepada Bella juga mas, sebab jika bukan karena dia, kita tidak akan mungkin bisa bersama" ucap Citra setelah melonggar kan pelukan nya.
"ya, kita memang harus berterima kasih kepada dia sayang " ucap Marcello.
"aku sudah memesan kan tiket bulan madu kedua nya untuk nya ke turki dan beberapa negara lain, aku sudah berbicara hal ini kepada Gilang, dan dia juga menyetujui nya. tinggal menunggu memberi tahu Bella saja, tapi aku yakin dia pasti juga akan sangat menyukai nya, sebab dari dulu dia berencana untuk berkeliling dunia, maaf baru memberi tahu mu sekarang" sambung Marcello
"tak masalah mas, aku turut bahagia mendengar nya. " ucap Citra sembari memberikan senyum termanis nya
"jangan tersenyum seperti itu, atau aku akan memakan mu saat ini juga" ucap Marcello.
Citra yang melihat gelagat aneh susmi nya pun segera beranjsk sebelum suami nya benar benar akan memakan nya
" eh mau apa, ingat setelah ini kita harus berangkat ke kampus untuk acara wisuda ku, jadi jangan macam macam, mas juga tak boleh terlambat, sebagai pemilik kampus dan akan memberikan pidato nya tentu mas harus berangkat lebih awal " ucap citra mencari cari alasan yang tepat.
__ADS_1
tetapi Marcello seadan tuli dan tak mau mendengar ucapan istri nya, ia mulai mendekati Citra dengan pandangan sayu nya. "sekali saja sayang" ucap nya lirih, sangat lirih membuat bulu kuduk Citra meremang.
ia mulai mendekat kan bibir nya ke arah bibir sang istri hingga jarak nya hanya 5cm, namun tiba tiba..