Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 85


__ADS_3

Mobil hitam itupun berhenti tepat di samping mereka, kemudian keluarlah wanita paruh baya yang sangat mereka kenali.


"wah cucu sama cicit oma lagi ngapain nih di luar? " tanya mama Sonya sembari melangkahkan kaki nya menghampiri Al dan juga Cia


ya, mama Sonya dan papa Bagas sore ini tengah berkunjung ke kediaman putri nya sebab mereka sudah beberapa hari ini tak berkunjung hal itu membuat kedua nya merindukan cucu serta cicit nya itu.


"tuan, nyonya.." sapa kedua pengasuh itu dan di balas dengan senyuman serta anggukan kepala keduanya


"kami sedang mengajak keduanya untuk menikmati udara sore hari tuan, nyonya. apalagi tadi baru saja gerimis jadi hawanya sedikit sejuk" ucap pengasuh Al.


"oh begitu, boleh oma menggendong Al? "


"tentu saja nyonya" ucapnya sembari menyerahkan Al kepada oma nya begitu juga dengan papa Bagas yang meminta baby Cia untuk ia gendong. tak lama setelah itu mereka semua pun memutuskan untuk masuk ke dalam sebab hari sudah sangat petang.


"kita ajak masuk saja pa, hari sudah mulai gelap " ujar mama Sonya kepada Suaminya.


sementara di dalam mansion, Citra dan Marcello telah selesai membersihkan diri kemudian memutuskan untuk keluar, kedua nya berjalan beriringan menuruni anak tangga di susul dengan Bella yang berada di belakang mereka.


"siapa yang datang mom? " tanya Bella yang mendengar ada suara selain pengasuhnya.


"seperti nya itu suara mama dan papa deh, coba kita lihat saja" ucap Citra kemudian menghampiri asal suara tersebut.


"ma, pa.. " panggil Citra kemudian mengampiri kedua orang tua nya lalu mencium punggung tangan keduanya.


"iya sayang" jawab mama Sonya kemudian melanjutkan bermain dengan Al.


"sudah lama datangnya ma? " kini giliran Marcello yang bertanya


"kami baru saja datang, tadi begitu kita sampai di rumah, mama langsung mengajak papa datang kemari" jawab papa Bagas.

__ADS_1


"apakah urusan papa sudah selesai? bagaimana hasilnya? " tanya Marcello


"alhamdulillah sudah, kami sudah mengambil kesepakatan nya dengan cara mengambil jalan tengahnya, makanya kami bisa cepat kembali ke kota ini" jawab papa Bagas.


"alhamdulillah, syukurlah kalau begitu pa, "


setelah beberapa saat berbincang, terdengar lah suara adzan maghrib, akhirnya mereka memutuskan untuk sholat berjama'ah.


"sudah adzan, kita sholat berjama'ah saja ma, pa setelah itu kita lanjut untuk makan malam" ucap Marcello.


"baiklah.."


20 menit kemudian, mereka telah menyelesaikan sholat maghrib kemudian mereka langsung menuju ruang makan bersama sama. sedangkan Al dan juga Cia kini tengah tertidur setelah kedua nya menghabiskan minum susu nya.


*****


di tempat lain


dialah Angel, sudah 2 tahun ini dirinya mendekam di penjara akibat ulah nya yang menabrak putri Marcello karena rasa sakit hati nya yang tak pernah bisa mendapatkan Marcello. ketika Angel mendekati Marcello diri nya selalu bilang jika putri nya tak suka dengan dirinya, terlebih Angel adalah sahabat mendiang istri nya, itulah sebab nya dia ingin melenyapkan Bella, namun keberuntungan masih berpihak pada Bella waktu itu karena sebelum benar benar tertabrak dia sudah sadar jika ada mobil yang mendekat membuat dia bisa menyelamatkan diri walaupun diri nya masih ter serempet mobil yang di kendarai Angel.


kini di dalam otak Angel hanyalah balas dendam, jika dia tak bisa memiliki Marcello maka orang lain pun tak bisa memiliki dirinya. sumpah serapah ia tujukan untuk Marcello terlebih dirinya baru saja mengetahui ternyata Marcello telah menikah, ia bersumpah akan menghancurkan Marcello dan keluarga nya sekaligus.


ia teringat beberapa waktu yang lalu kedua orang tua Angel datang membesuk dirinya, kedua orang tua nya selalu mengeluh karena mereka telah bangkrut, usaha yang mereka rintis dari awal lenyap begitu saja, ia marah terhadap putri nya ia juga marah terhadap Marcello yang seenak nya menjatuh kan orang lain. karena itu lah mereka memilih untuk penjadi penguntit keluarga Marcello untuk memantau aktivitas mereka agar mereka dapat merencanakan sesuatu dengan sempurna, namun mereka tak bisa langsung membalaskan dendam nya sebab mereka tak mempunyai kekuatan apapun, mereka harus menunggu putri nya agar dapat membatu mereka membalaskan dendam nya.


"jika aku tak bisa memiliki kamu maka orang lain pun tak boleh memiliki kamu Marcello.


aku akan membalas rasa sakit ku dan kedua orang tua ku" gumam Angel tersenyum devil.


*****

__ADS_1


setelah selesai makan malam, Marcello dan keluarga nya pun duduk di ruang keluarga sembari menonton tv dan bercengkrama bersama.


"oma sama oma nginep disini saja ya" tanya Bella


"opa sih tergantung oma, kalau oma mau tidur disini opa akan ngikutin oma tidur disini" jawab papa Bagas.


"iya boleh, kebetulan oma masih merindukan mereka" jawab mama Sonya


Citra yang baru saja dari dapur pun kembali membawa satu buah nampan berisikan minuman dan juga beberapa camilan.


"silahkan diminum ma, pa" ucap Citr sembari meletakkan gelas di meja.


terima kasih sayang" ucap papa Bagas.


"sama sama pa"


mereka pun melanjutkan mengobrol santai sesekali mereka tertawa hingga membuat Al dan Cia yang di tidurkan di kasur yang berada di ruang keluarga pun menangis karena kaget mendengar tawa mereka.


"maaf sayang, kami terlalu keras ya tertawa nya, uuhh cup cup cup" ucap Citra menimang nimang Al, begitu juga dengan Bella menimang Cia sambil memberikan dia ASI


setelah beberapa saat di timang timang kedua nya pun terlelap kembali, Citra dan Bella pun memutuskan membawa mereka ke kamar agar mereka dapat tidur dengan nyenyak


"Citra dan Bella ke kamar atas dulu ma, pa sekalian nidurin anak anak " pamit Citra.


"iya nak, kasihan kalau mereka terbangun lagi karena mendengar suara kami" ucap mama Sonya.


Citra dan Bella pun mengangguk dan segera menuju kamar mereka masing masing. malam ini Citra membawa Al ke kamar nya sebab Citra ingin malam ini tidur bersama putra nya yang setengah hari lebih ia tinggal kuliah.


"aku masuk dulu ya Bell" ucap Citra ketika sampai di depan pintu kamar nya.

__ADS_1


"iya mom, "


hari ini Bella memutuskan untuk menginap di kediaman daddy nya, karena sang suami sedang melakukan perjalanan bisnis nya ke luar kota, meskipun di mansion nya juga ada art yang dapat menemani nya namun hari ini ia memilih untuk menginap di rumah dady nya sembari melepas rindu dengan kamar tidur nya.


__ADS_2