
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Marcello segera masuk ke dalam rumah untuk menemui istrinya, dilihatnya ruang keluarga yang nampak kosong ia bergegas menuju ke kamar nya.
sesampainya di kamar ia melihat istrinya yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan baju tidur, kemudian ia menghampiri dan mencium kening istri nya dengan penuh kasih sayang.
"apa kau sengaja ingin menggoda ku sayang? " bisik Marcello tepat di samping telinga Citra.
"enggak kok dad, memangnya kenapa? " tanya Citra
"lalu untuk apa kamu memakai pakaian ini jika tidak ingin menggoda ku hm? " tanya Marcello,
entah mengapa semenjak istrinya hamil, Marcello semakin panas dingin ketika di dekat Citra terlebih ketika Citra memakai pakaian tidur yang tipis.
"apa daddy lupa, jika semua baju tidurku telah dad ganti dengan pakaian kurang bahan ini " ucap Citra cemberut.
"pakaian ini jauh lebih cocok untukmu dari pada baju tidur lamamu itu sayang, masak kamu udah gede masih saja pakai baju tidur piyama tokoh kartun, itu mah lebih cocok untuk anak anak sayang " ucap Marcello.
Marcello menatap lekat netra istrinya, bisa Citra lihat suaminya tengah berperang dengan nafsunya.
tanpa bicara apapun Citra langsung mencium singkat bibir suaminya, membuat Marcello membelalakkan matanya tidak menyangka, bawasanya istri kecilnya mengetahui keinginannya.
Marcello yang paham kode dari istrinya pun dengan senang hati melakukan penyatuan. hingga 1 jam mereka bergelut di bawah selimut akhirnya mereka menyelesaikan pertempuran nya.
__ADS_1
padahal di awal, Marcello menghampiri istrinya ia ingin menyampaikan sesuatu, namun karena melihat istrinya yang sangat terlihat ****y di depannya, ia pun menunda untuk membicarakan hal tersebut.
dengan nafas uyang masih naik turun, Marcello merebahkan tubuhnya di samping Citra,
"terima kasih sayang.. " ucap Marcello lirih menoleh kearah citra. dan hanya di balas dengan anggukan oleh Citra.
"sebenarnya tadi ada suatu hal yang ingin aku tanyakan dan aku sampaikan pada mu sayang" ucap Marcello
"apa itu dad? " tanya Citra
"besok kamu kuliah kan? kira kira bakal sampai sore tidak? " tanya Marcello
"syukurlah, tadi tuan Bagas ingin mengajak kita besok untuk makan siang, itupun jika kamu tidak keberatan sayang " ucap Marcello .
"oh, tidak kok dad, kita makan siang saja, lagipula Citra juga penasaran akan tuan Bagas dan istrinya itu. " jawab Citra.
"baiklah besok setelah kuliahmu selesai, aku sendiri yang akan menjemputmu dan Bella, .
ya sudah sekarang tidurlah, terima kasih untuk vitaminnya malam ini " ucap Marcello
"makasih dad, dad juga tidurlah jangan begadang" ucap Citra kemudian meringsut ke dalam dekapan suaminya.
__ADS_1
*****
Pagi harinya seperti biasa mereka sarapan tanpa obrolan. setelah makan barulah mereka saling bicara.
"Bell nanti kamu ikut aku sama daddy ya" ajak Citra
"mau kemana mom? " tanya Bella yang belum mengetahui ke mana mereka pergi.
"tuan bagas dan istrinya mengajak kita sekeluarga untuk makan siang bersama, jadi kamu ikut ya" ucap Citra.
"sebentar aku berfikir dulu " ucap Bella
"baiklah mom, berhubung kali ini aku free, aku akan ikut dengan mom, tapi apa mom sudah yakin ingin bertemu mereka? tanya Bella..
"in syaa Allah yakin Bell, lagipula sebentar lagi kami akan tes DNA, jadi tak ada salahnya kan untuk bertemu langsung sebelum tes supaya lebih bisa legowo gitu. " ucap Citra.
"baiklah, apapun keputusanmu nanti, aku akan tetap menjadi sahabat sekaligus anak yang baik untuk mu mom" ucap Bella
"sudah sudah, pagi pagi jangan mellow " ucap Marcello yang sedari tadi menyimak.
tak berselang lama mobil yang di tumpangi Marcello keluar mansion di susul dengan mobil Bella.
__ADS_1