Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 44


__ADS_3

kini Citra dan Bella sudah sampai di Mall terdekat, mereka kemudian masuk dan pergi mencari baju yang mereka butuhkan.


"kita kesana dulu yuk Bell, sepertinya bagus bagus.. " ucap Citra kepada Bella ketika melihat store pakaian dengan berbagai macam dress yang cantik.


semenjak hamil memang citra lebih nyaman mengenakan dress dari pada celana. ditambah perutnya yang buncit, mengenakan dress selutut adalah pilihan yang pas menurut Citra.


kini mereka telah masuk ke store tersebut dan memilih milih pakaian yang cocok untu ia kenakan.


"Bell menurutmu yang ini bagaimana? " tanya citra kepada Bella sembari menunjukkan model dress yang ia bawa.


"bagus mom, itu cocok untukmu.cantik simple dan tidak norak" ucap Bella mengacungkan dua jempolnya


"pilihlah yang banyak mom, aku tahu bajumu sebentar lagi banyak yang tidak muat, aku juga akan memilihkan untukmu" ucap Bella yang masih melihat lihat dress yang ada disana.


*****

__ADS_1


sementara di tempat lain,


kini Marcello dan tuan Bagas telah selesai makan siang, kemudian tuan Bagas segera memulai pembicaraan intinya.


"maafkan saya jika saya mengganggu waktu anda tuan marcell, tapi hal ini benar benar membuat saya tidak tenang jika saya tidak segera bertemu dengan anda.. " ucap tuan Bagas kepada Marcello.


"maksud anda tuan.? " tanya Marcello yang tidak paham


"begini tuan, " ucap tuan Bagas terjeda, ia menarik napas panjang lalu menghembuskan pelan.


"ini adalah kalung milik istri saya, dulu ketika saya tahu bahwa istri saya mengandung bayi perempuan, saya berinisiatif untuk membuatkan kalung liontin untuk kedua wanita berharga saya. dan ketika putri kami lahir, saya segera memasangkan kalung tersebut, dan seperti yang pernah saya ceritakan dulu kepada anda tuan, bahwa selang beberapa hari setelah ia dilahirkan, putri kami di culik hingga sampai saat ini kami masih belum bisa berjumpa dengan putri kami, kami berharap putri kami masih hidup.


dan dari pertama kali kami melihat istri anda, hati kami merasa hangat, terlebih kami melihat ia memakai liontin yang sama persis seperti yang istri saya miliki, kami berharap besar jika memang istri anda adalah putri kami yang hilang tuan. " ucap tuan Bagas menitikkan air mata, sungguh ia sangat merinduka. putrinya itu.


Marcello mendengarkan penuturan tuan Bagas secara seksama, ia jadi teringat waktu di mana malam sebelum pesta di mulai, ia begitu mengagumi kecantikan istrinya itu.

__ADS_1


#flashback on


"sayang kamu cantik sekali " puji Marcello kepada istrinya yang kini mengenakan gaun super mewah dengan riasan yang terlihat natural.


kemudian pandangan matanya tertuju pada kalung yang berada di leher putih istrinya.


"sepertinya aku tak pernah membelikan kalung yang seperti ini sayang " ucap Marcello menunjuk kalung Citra


"ini kalung Citra sendiri dad, waktu dulu Citra dan Bella pergi ke panti, bu fatma memberikan kalung ini ke Citra, katanya kalung ini sudah bersama Citra semenjak Citra pertama kali di temukan oleh bu fatma" jelas Citra


"bolehkan aku memakai ini ?" tanya Citra.


"iya pakailah, kamu semakin cantik dengan kalung ini sayang " ucap Marcello kemudian mencium kening Citra .


#flashback off

__ADS_1


__ADS_2