Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 74


__ADS_3

Citra meneruskan langkah nya menuju ruang kelas nya yang berjarak 2 ruangan dari tempat ia berdiri saat ini.


Sedangkan di kantor, beberapa saat kemudian Marcello memasuki kantor nya dan langsung berjalan menuju ke ruangan nya.


"tuan 10 menit lagi rapat pagi akan segera di mulai, setelah rapat selesai pukul 10 nanti anda ada pertemuan bersama kolega kita yang berasal dari singapura untuk membahas kerja sama yang anda rencanakan bersama tuan Reyhan" ucap Yoga membacakan agenda Marcello hari ini.


"baiklah, kita ke ruang rapat sekarang" ucap Marcello kemudian segera berdiri dan berjalan ke arah pintu. padahal ia baru saja duduk 5 menit setelah ia sampai di kantor.


"lalu dimana pertemuan ku dengan tuan Reyhan berlangsung? " tanya Marcello yang masih terus merjalan kedepan menuju ruang rapat.


"ia telah memberi tahukan bahwa pertemuan kali ini di laksanakan di cafe Star Vip no 2 tuan, beliau memilih tempat itu sebab cafe itu milik keluarga nya sendiri. " terang Yoga yang terus mengikuti langkah Marcello tuan nya.


Marcello hanya mengangguk kemudian segera melanjutkan langkah nya menuju ruang rapat.


satu setengah jam kemudian rapat pagi hari ini telah selesai dengan hasil rapat yang sesuai dengan apa yang Marcello ingin kan meskipun di tengah tengah rapat ada berdebatan kecil, namun bisa teratasi dengan baik.


Marcello bergegas keluar dari ruang rapat menuju ke ruangan nya sebelum ia pergi untuk menghadiri pertemuan nya dengan tuan Reyhan.


"Yoga nanti siang tolong kau atur tempat untuk makan siang ku dengan istri ku, " ucap Marcello setelah sampai di rungan nya bersama Yoga


"baik tuan, ada lagi yang anda ingin kan? " tanya Yoga


"tidak ada, hanya itu saja. sekarang kau boleh kembali ke ruangan mu" ucap marcello kemudian membuka laptop nya.


"baik tuan" Yoga pun mengangguk kemudian keluar dari rusngan bos nya itu.


*****


Di kampus Citra nampak tak semangat sebab tak ada Bella yang mrnemani nya, sebenarnya ia berteman baik dengan teman sekelasnya namun sedekat dirinya dengan Bella.


waktu break tiba, Citra memutuskan untuk pergi sendirian ke kantin agar tak terlalu kesepian.

__ADS_1


sesampainya di kantin ia pun bergegas memesan beberapa makanan kemudian ia menduduk kan dirinya di kursi panjang di kantin tersebut sambil menunggu pesanan nya di antar.


di saat ia tengah menunggu pesanan nya, Rangga tiba tiba mendekat kearahnya kemudian duduk di kursi depan Citra.


""boleh aku duduk Disini" ucap Rangga basa basi sebab ia dari awal datang sudah duduk di kursi tersebut.


"boleh kok, lagian kamu juga udah duduk kan" ucap Citra.


"makasih ya, oh iya. Bella cuti berapa hari memangnya? " tanya Rangga


"1 minggu sih kata nya, minggu depankan kan kita ada ujian, jadi dia nggak bisa lama lama cuti nya" jawab Citra.


tak berselang lama kemudian semua pesanan Citra pun telah di antarkan.


"silahkan di nikmati " ucap penjual tersebut kepada Citra.


"terima kasih bu"


Rangga yang melihat ada beberapa macam makanan yang di tersaji di depan mata nya pun melotot "kamu yang memesan semua ini Citra? " tanya nya heran


"kamu yakin bisa ngabisin semua nya? " tanya Rangga kembali.


"kan disini ada kamu, jadi bisa dong bantuin aku ngabisin makanan ini" ucap Citra tanpa rasa bersalah.


"kau ini " ucap Rangga menggeleng kan kepala nya.


"kamu ambil lah, seperti nya aku tak akan sanggup menghabis kan semua nya. tadi nya aku berfikir dengan memesan banyak makanan kemudian memakan nya semua, fikiran ku tentang Bella akan di alih kan, tapi setelah melihat banyak nya pesanan ini, kepala ku jadi tambah pusing. makanya bantuin habisin nya ya" ucap Citra tanpa rasa bersalah.


dengen berat hati Rangga pun menuruti keinginan Citra, lagi pula sangat disayangkan jika banyak pesanan yang Citra pesan namun tak di makan akan jadi mubazir.


merek berdua pun menghabis kan makanan nya, kini kedua nya tengah dilanda rasa begah di perut nya karena terlalu banyak makanan yang masuk.

__ADS_1


"kita duduk disini aja dulu nunggu makanan nya turun" ucap Citra yang juga merasa kekenyangan.


"lagian kamu sih, bisa bisa nya satu orang memesan banyak sekali makanan" gerutu Rangga.


"ya maaf, kan aku tadi juga udah ngejelasin sama kamu" ucap Citra.


15 menit lagi kelas di mulai lagi, jadi masih ada beberapa waktu kita untuk istirahat sebentar disini" ucap Rangga.


Rangga kini menemani Citra duduk di kursi kantin.


mungkin dulu ia sangat menyukai Citra sebab kelembutan hati nya, namun kini ia telah benar benar moveon dari Citra dan menganggap Citra hanya sebatas teman kampus saja. terlebih sekarang Citra yang tengah mengandung, ia yakin bahwa Citra telah bahagia dengan orang yang tepat.


10 menit kemudian setelah mereka beristirahat kemudian kedua nya bergegas masuk ke dalam kelas. tetapi sebelum itu Citra telah menghubungi suami nya via pesan agar suami nya tak berpikir aneh aneh terhadap nya, sebab Citra yakin bahwa suami nya itu memberikan pengawalan yang tak di sadari oleh Citra.


maka dari itu sebelum semua terlambat dan suami nyasalah paham dengan nya, Citra memutuskan untuk segera memberi kabar suami nya perihal dirinya bersama dengan Rangga itu tak lebih hanya meminta bantuan menghabis kan makanan yang ia pesan.


"mas aku baru saja selesai makan, tadi ada rangga yang datang menghampiri ku, kemudian aku meminta bantuan dirinya untuk menghabis kan beberapa pesanan ku yang sudah aku pesan, nanti aku akan menjelaskan detail nya ketika kita bertemu" send Citra


*****


tring


bunyi dari ponsel Marcello menandakan 1 pesan masuk. dengan segera ia membuka ponsel nya kemudian membuka pesan yang dikirim olrh sang istri.


awal nya ia sedikit marah ketika istri nya sedang bersama pria lain di kampus, namun ia mencoba untuk meredakan emosi nya sebab ia tak ingin rasa cemburu nya membuat dirinya dengan sang istri menjadi bertengkar.


ia juga percaya bahwa istri nya mampu menjaga diri serta hati nya hanya untuk suami nya.


"tidak apa apa, aku percaya dengan mu sayang" send Marcello


balas Marcello kepada istri nya kemudian ia segera menyelesaikan pekerjaan nya sebelum ia bertemu dengan tuan Reyhan.

__ADS_1


*****


di kampus Citra kembali bersemangat sebab suami nya mempercayai nya, dirinya pun merasa sangat bersyukur memiliki suami seperti Marcello, suaminya itu mampu menempatkan dirinya di segala situasi, seperti saat ini ketika mereka berjauhan hanya rasa saling percaya yang membuat hubungan mereka semakin hangat. meski ia tahu suami nya bisa saja cemburu namun ia yakin suami nya lebih bisa menahan amarahnya dan berpikir jernih.


__ADS_2