
Setibanya di kantor Citra dan Bella bergegas masuk. beberapa pegawai yang sempat berjumpa dengan mereka pun menunduk hormat kepada keluarga bos nya itu.
hingga mereka tiba di depan ruangan Marcello.
tok tok tok..
tanpa menunggu jawaban dari dalam, Citra dan Bella langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Marcello. "dad.. " panggil Citra yang melihat suaminya tengah duduk di kursi kebesarannya dengan pandangan tertuju pada keduanya.
"ada apa sayang, tumben kalian berdua tiba tiba datang kesini tanpa memberi kabar? " tanya Marcello
"Sebenarnya tadi Citra mau ngajakin daddy pergi ke butik tapi sepertinya daddy sangat sibuk jadi Citra urungkan. Citra mau minta izin sama daddy aja buat ajakin Bella ke butik untuk mencari gaun untuk lamaran Bella nanti. "ucap Citra setelah duduk di sofa bersama Bella.
Bella yang mendengar Citra ingin mengajak nya ke butik pun kaget, sebab ia juga tak kepikiran hingga kesana untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan saat lamaran. dan melihat betapa mommy nya sangat peduli padanya membuat Bella tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.
"daddy tidak sibuk, hari ini sudah tidak ada jadwal pertemuan hingga pulang nanti, dan pekerjaan di kantor hanya tinggal sedikit lagi, tunggulah 10 menit lagi, aku akan menyelesaikan semuanya" ucap Marcello yang pada akhirnya setuju dengan ajakan istrinya, kemudian ia melanjutkan pekerjaannya.
Citra yang mendengar jawaban dari suaminya pun tersenyum lebar, sembari menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya, ia memutuskan untuk mengumhubungi pak Ujang yang sedang menunggunya di parkiran untuk pulang saja, sebab ia dan Bella akan bersama suaminya.
10 menit berlalu, Marcello akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya tepat pada waktu yang ia katakan kepada istri nya.
"ayo kita berangkat sekarang " ucap Marcello kemudian melangkahkan kakinya menghampiri istri dan anaknya.
"sudah selesai dad? " tanya Bella
"sudah sayang, ayo daddy antarkan kalian ke butik" ucap Marcello.
kemudian ketiga nya melangkah beriringan keluar perusahaan.
20 menit perjalanan mereka pun sampai di sebuah butik mewah yang terkenal di kota itu.
"selamat datang tuan, nona" sapa pegawai itu ramah dan mempersilahkan mereka masuk.
"ada yang bisa kami bantu tuan, nona" ucap pemilik butik yang baru saja tiba menemui mereka.
__ADS_1
"saya sedang mencari gaun yang cocok untuk lamaran putri saya" jawab Citra.
"baik, kami ada beberapa koleksi terbaru yang sangat cantik, saya akan mrngambilkan dan anda bisa memilihnya nona" ucap pemilik butik kemudian berlalu
sembari menunggu gaun yang sedang di ambilkan oleh pemilik butik, Citra dan Bella memutuskan untuk melihat lihat deretan barang barang mewah mulai dari gaun, tas dan juga sepatu. hingga pandangan Citra tertuju pada sebuah gaun malam sabrina berwarna hitam panjang terlihat begitu elegan di pandangnya.
Sedangkan Marcello yang sedari tadi datang dan duduk di sofa memperhatikan istrinya yang tengah melihat lihat gaun disana, hingga istrinya berhenti di salah satu manekin yang terdapat gaun malam panjang, membuat Marcello menebak jika istrinya itu tertarik dengan gaun itu.
tanpa basa basi Marcello bergegas menghampiri istrinya dan bertanya "cantik, apa kamu menyukainya"
"iya, gaun ini terlihat simple namun sangat elegan " ucap Citra tanpa memandang suaminya.
"jika kamu suka, ambillah" ucap Marcello
Citra menoleh kearah suaminya. "tidak dad, lagi pula baju ini tidak akan bisa aku gunakan dengan keadaan perut ku yang buncit ini" ucapnya..
"tidak apa, kamu bisa memakainya setelah kamu melahirkan" ucap Marcello.
belum sempat Citra berkata, terdengar suara wanita yang tadi melayani mereka datang menghampiri mereka.
"kamu suka yang mana Bell ?" tanya Citra yang kini tengah memperhatikan beberapa gaun yang di perlihatkan.
Bella yang juga tengah memperhatikan gaun gaun itu pun menunjuk salah satu gaun berwarna peach panjang.
"menurutmu bagaimana kalau yang itu mom" ucap Bella.
"bagus, cocok denganmu Bell " ucap Citra.
"aku ambil yang ini saja kak" tunjuk Bella pada gaun yang sebelumnya ia tunjukkan kepada Citra.
"baik, ada lagi yang anda butuhkan nona? " tanya salah satu pegawai disana
"tolong sekalian bayar gaun hitan yang di pajang di sebelah sana" ucap Marcello tiba tiba sambil menunjuk kearah manekin itu berada.
__ADS_1
"baik tuan" ucap pegawai tersebut kemudian segera mempersiapkan pesanan mereka.
*****
2 hari kemudian acara lamaran Bella dengan Gilang akhirnya tiba.
kini Bella berada di dalam kamarnya di temani sang mommy. sedangkan Marcello berada di lantai bawah untuk menyapa beberapa kerabat yang ia undang.
acara lamaran di adakan di mansion miliknya, sesuai permintaan dari putrinya yang tak ingin terlalu di besar besarkan mengingat jika ini baru prosesi lamaran belum pernikahan. Marcello pun menyetujui permintaan putrinya tersebut dan hanya mengundang beberapa kerabat, ibu panti dan tak lupa juga dengan tuan Bagas dan istrinya.
pukul 19.00 rombongan dari pihak Gilang pun tiba, hal itu membuat Bella yang tadinya sedikit tenang, sekarang menjadi sedikit gugup. namun dengan adanya dukungan dari sang mommy, perlahan ia meredakan rasa gugupnya.
Gilang dan keluarga nya pun turun dari mobil dan di sambut hangat oleh keluarga Bella.
"silahkan masuk tuan nyonya... " ucap Marcello kepada kedua orang tua Gilang.
"terima kasih tuan Marcello " ucap Jonas papa Gilang.
setelah semua rombongan Gilang masuk ke dalam mansionnya, Marcello meminta bibi untuk memanggil Bella yang masih berada di dalam kamar untuk segera keluar.
tok tok tok
terdengar ketukan dari luar membuat Citra langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"nyonya, tuan meminta saya untuk memberitahu anda dan non Bella bahwa keluarga tuan Gilang sudah datang" ucapnya.
"baik bi, setelah ini kami akan turun" ucap Citra
setelah mendengar jawaban dari nyonya nya, kemudian sang bibi undur diri.
Citra langsung menghampiri Bella yang terlihat sangat gugup.
"tenanglah, semua akan berjalan dengan lancar"
__ADS_1
"sekarang kita turun, daddy sudah meminta kita untuk turun" ucap Citra kemudian menggandeng tangan Bella keluar kamar.