
Citra yang mendengar penuturan Marcello pun diam tak percaya, tetapi air matanya luruh begitu saja.
jika memang itu benar maka doa yang Citra panjatkan setiap malam akhirnya terkabulkan, dan Citra akan sangat bahagia bila bisa bersama keluarganya.
"lalu sekarang apa yang akan daddy lakukan? " tanya Citra.
"apa kamu bersedia melakukan tes DNA bersama dengan tuan Bagas, itu adalah salah satu cara agar dapat mengetahui kebenarannya " ucap Marcello
"jika memang itu yang terbaik, maka mari kita lakukan dad " ucap Citra.
"apa kamu benar benar yakin sayang? " tanya Marcello
"ya, Citra yakin dad, lagipula dad kan suami Citra, itu berarti daddy pasti sudah memikirnya mana yang baik dan mana yang buruk untuk citra bukan " seru Citra.
"jika daddy mempercayai tuan Bagas, maka Citra pun turut yakin dengan daddy " sambungnya
"jika nanti hasilnya baik, apa kamu akan marah terhadap kedua orang tua kamu sayang, mengingat kamu sejak bayi sudah barada di panti" tanya Marcello khawatir
"jika memang mereka adalah orang tua Citra, Citra akan menerima takdir Citra ini dad, apalagi mendengar cerita mereka, mana mungkin aku bisa marah, mungkin memang ini garis kehidupan Citra dad. "
"baiklah, jika kamu memang bersedia untuk tes DNA, aku akan menghubungi tuan bagas untuk memberikan kabar ini untuknya " ucap Marcello kemudian berdiri mengambil ponsel nya yang ia letakkan di meja untuk menghubungi tuan Bagas.
__ADS_1
Bella mendekati Citra kemudian menepuk pundak nya.
"kamu nggak apa apa mom? " tanya Bella yang merasa khawatir setelah mendengar penuturan dari daddy nya, kini raut wajah Citra terlihat sendu.
"iya aku baik baik saja " jawab Citra dengan senyum di paksa kan.
"jangan berbohong, aku ini anak sekaligus sahabat kamu, aku tahu kamu sedang menyimpan perasaan mu sendiri kan, ada apa, bicaralah padaku " ucap Bella perhatian
"aku baik baik saja kok Bell, hanya saja aku masih tidak menyangka, setelah belasan tahun, kini aku bisa menemukan sedikit tittik terang menengai asal usul ku, meskipun itu masih belum pasti benar atau tidak nya " ucap Citra.
"kamu tenang saja, apapun yang terjadi berjanjilah pada ku, kamu tidak akan sedih jika nanti hasilnya tidak menyenangkan, ingat kamu sekarang juga sudah memiliki keluarga mom, aku sama daddy akan selaku ada untukmu" ucap Bella kini memeluk Citra.
"makasih ya Bell, jika bukan karena mu, aku tidak mungkin merasakan kebahagiaan berlipat lipat ini " ucap Citra tulus
"sekarang sudah malam, tidurlah mom, jangan tidur larut malam, kasihan adek bayi ku kalau mommy nya kurang tidur" ucap Bella kemudian menarik tangan Citra untuk menuju kamarnya.
Disisi lain Marcello sedang berada di teras rumahnya sedang menghubungi tuan Bagas.
"halo tuan bagas " ucap Marcello setelah sambungan teleponnya di terima
"halo tuan Marcello, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya tuan Bagas
__ADS_1
"maaf mengganggu waktu anda malam malam seperti ini, begini saya hanya ingin memberi kabar, bahwa istri saya bersedia melakukan tes DNA. apa anda berkenan menemui istri saya sebelum melakukan tes DNA, karena biar bagai mana pun ini juga untuk kebaikan anda sendiri tuan. " ucap Marcello
"syukurlah, baiklah tuan, saya dan istri saya akan menemuinya, bagaimana jika besok sekalian kita makan siang tuan? " tanya tuan bagas
"baik tuan bagas, nanti saya akan beritahu istri saya, nanti saya akan mengabari anda lagi. terima kasih atas waktunya tuan " ucap Marcello
"iya sama sama tuan " ucap tuan bagas
tut tut tut.
sambungan di akhiri.
"siapa yang telepon pa? " tanya Sonya ketika melihat suaminya selesai menelepon.
"tuan Marcello ma, besok kita akan makan siang dengan keluarganya " jawab tuan Bagas.
"benarkah? " tanya Sonya memastikan dengan mata berbinar
"iya ma, dan juga tuan Marcello berkata jika istrinya bersedia untuk tes DNA " ucap tuan Bagas.
"syukurlah pa, semoga dia memang benar benar putri kita ya pa" ucap Sonya.
__ADS_1
"iya ma, aamiin"