Duda Tampan Suamiku

Duda Tampan Suamiku
bab 79


__ADS_3

"bagaimana mas? " tanya Citra yang melihat suami nya menghampiri diri nya.


Marcello pun menghembuskan nafas nya pelan. "mereka semua ternyata sudah ada di luar sedari tadi " ucap Marcello


"kok bisa? " tanya Citra bingung


"hmm.. tadi bi ana yang ngabarin mereka, ternyata dari awal kita masuk, pak Ujang dan bi Ana sudah ada di depan ruangan ini nungguin kita" jawab Marcello.


setelah beberapa saat dokter pun menghampiri mereka . " tuan kami akan memindahkan nyonya Citra ke ruang perawatan"


"baik dokter, silahkan" ucap Marcello kemudian memberikan ruang untuk dokter dan suster.


Citra pun di bawa ke ruangan rawat menggunakan kursi roda yang di dorong oleh suster sedangkan Marcello memilih untuk mengikuti istri nya dari belakang.


ketika pintu ruang bersalin di buka, Citra melihat keluarga besar nya tengah duduk di kursi tunggu pun menyunggingkan senyumnya.


semua yang sedang duduk pun menoleh ke arah pintu dan melihat Citra yang tengah duduk di kursi roda dengan suster di belakang nya.


"ma, pa... " sapa Citra kepada kedua orang tua nya sembari tersenyum


"sayang, syukurlah kamu baik baik saja nak, lalu dimana cucu mama? " tanya mama Sonya


"ada di dalam, nanti suster yang akan membawanya ke ruangan ku" jawab Citra.


"maaf nyonya, kami akan membawa nyonya Citra ke ruang rawat nya terlebih dahulu" ucap suster kepada mama sonya


"ah baiklah, maaf mengganggu suster" ucap mama Sonya


"tidak apa apa nyonya " ucap suster kemudian melangkahkan kaki nya menuju ruang rawat Citra


keluarga besar Citra pun akhirnya mengikuti langkah suster dengan mengekor di belakang nya sedangakn Marcello memilih untuk menunggu putra nya di depan ruang bersalin.


kini Citra telah merebahkan tubuh nya di brangkar kamar vvip yang luas tentu dengan mama, papa, dan Bella yang mengelilingi brangkar Citra.


"bagaimana keadaanmu sekarang sayang? " tanya mama Sonya sembari mengelus kepala Citra


"alhamdulillah, sekarang lebih baik dari pada tadi sebelum melahirkan ma, bahkan rasa sakitnya pun seakan hilang ketika putra ku lahir" jawab Citra.


"syukurlah... "


"mommy sudah siapkan nama buat adek bayi? " tanya Bella


"sudah, tapi biarkan daddy mu yang mengumumkan namanya kepada kalian" ucap Citra.


"kamu istirahat lah nak, kamu pasti kelelahan, biar kami yang menjaga mu disini" ucap papa Bagas kepada Citra.

__ADS_1


"hmm. baiklah pa. " ucap Citra. iya pun benar benar mulai memejamkan mata nya yang sedari tadi ingin terpejam.


"kamu tidur lah di brangkar satu nya nak, ingat kamu sedang hamil, jangan terlalu lelah dan kurang tidur. sekarang berbaringlah disana" ucap papa Bagas kepada Bella.


"baiklah opa, kebetulan Bella juga sangat mengantuk" ucap bella sembari menyengir kemudian berjalan kearah brangkar kosong kemudian segera berbaring.


Suster yang membawa bayi Citra pun perlahan masuk bersama dengan Marcello dan juga gilang di belakang nya.


mama Sonya dan papa Bagas yang melihat suster membawa box bayi pun segera berdiri dari duduk nys kemudian melangkah menghampiri suster yang membawa cucu nya mendekati Citra.


"pa, cucu kita pa.. " ucap mama Sonya sembari meneteskan air mata bahagia nya.


"iya ma, lihatlah dia sangat tampan sekali." ucap papa Bagas.


beberapa saat kemudian mama sonya, papa Bagas, Gilang dan Juga Marcello pun duduk di sofa menemani Bella, Citra dan juga putranya yang tengah tidur.


"kapan mereka bisa pulang? " tanya papa Bagas


"jika kondisi Citra sudah benar benar pulih, kata dokter mungkin besok sudah boleh pulang pa"


"ma, pa boleh saya meminta tolong? " tanya Marcello


"tentu saja, katakan" jawab mama Sonya


"baiklah mama sama papa akan menyiapkan semua nya, kamu fokus saja dengan Citra, karena biasanya wanita setelah menikah tentan terkena baby blues. " ucap mama sonya.


"baik, terima kasih sebelumnya ma"


Tak terasa pagi pun telah tiba, matahari mulai menampakan dirinya dengan cahaya terangnya. Citra yang tengah tertidur pun mulai mengerjap kan mata nya dan melihat sekitar.


"mas.. " panggil Citra kepada suami nya yang tengah duduk di sofa sembari memain kan ponsel nya.


Marcello pun mendekat "kamu sudah bangun sayang "


"haus.. " ucap Citra, kemudian marcello langsung mengambil gelas berisi air minum yang tersedia di atas nakas lalu memberikan nya kepada istri nya.


Citra pun menerima gelas tersebut dan langsung meminumnya hingga tandas.


"sejak kapan bayi nya ada disini mas? " tanya Citra setelah menghabiskan minumnya.


"waktu kamu baru saja terlelap, suster membawanya Kesini" jawab Marcello


"lalu yang lain nya mana? " tanya Citra yang tak melihat keluarga nya yang semalam menemaninya.


"mama dan papa baru saja pulang tapi nanti mama kesini lagi, Gilang dan Bella sedang mencari sarapan di kantin dan pak ujang dan bibi ana tadi setelah kamu tidur mereka langsung pulang" jelas marcello

__ADS_1


"oh.. pantesan sepi" gumam Citra.


tok tok tokk


terdengar ketukan pintu dari luar


"masuk " ucap Marcello


"permisi tuan, kami ingin mengecek keadaan nyonya Citra" ucap salah satu perawat yang datang bersama dokter


"silahkan sus" marcello mempersilakan perawat tersebut.


suster dan dokter itupun mulai mengerjakan tugas nya, dan beberapa kali mengajukan pertanyaan kepada Citra.


setelah selesai mengecek keadaan Citra, kemudian dokter pun berbicara kepada Marcello


"dilihat dari perkembangan nyonya Citra yang tidak ada keluhan apapun dan juga karena melahirkan secara normal, nanti sore pasien sudah di perboleh kan pulang tuan, dan setelah ini suster akan membawa bayi anda untuk di bersih kan terlebih dahulu kemudian nyonya Citra bisa menyu sui nya" ucap dokter tersebut menjelaskan.


"baiklah, terima kasih dokter" ucap Marcello.


kemudian dokter dan perawat itu pun pamit undur diri serta membawa bayi nya untuk di bersihkan di ruang bayi.


sedangkan marcello kini membantu istri nya untuk membersihkan diri sembari menunggu putra nya selesai di bersihkan.


"mas kamu keluarlah aku bisa sendiri kok" ucap Citra yang baru saja di duduk kan di atas kloset oleh suami nya.


"no, biar aku yang membantu mu, kamu masih sangat lemah sayang" ucap Marcello.


"tapi aku malu mas," ucap Citra sebab dirinya tengah dalam masa nifas


"jangan malu, sudah diam lah aku akan membantu mu membersihkan diri" ucap Marcello


"hmm. baiklah kalau kamu memaksa" ucap Citra pasrah.


di ruangan Citra, bella baru saja kembali dari kantin dan langsung masuk ke dalam ruangan mommy nya pun kebingungan karena tak mendapati satu orang pun disana.


kemudian pandangan Bella tertuju pada pintu kamar mandi yang tertutup, itu berarti mommy nya ada disana.


"mom, dad.. " panggil Bella dari luar


"iya, ada apa sayang" teriak marcello dari dalam kamar mandi.


"oh tidak, aku hanya memastikan kalau mommy dan daddy belum pergi, ini aku juga bawain sarapan buat daddy sama mommy, aku tunggu disini" jawab Bella sedikit berteriak.


"iya, terima kasih. sebentar lagi kami selesai" ucap Marcello.

__ADS_1


__ADS_2