
2 hari setelah pemulihan nya di rumah, kini kesehatan Marcello sudah lebih baik. pagi ini Marcello tengah bersiap siap di bantu sang istri untuk pergi ke kantor di karenakan pekerjaan nya yang menumpuk.
"mas benar benar akan pergi ke kantor, apa luka nya sudah tak terasa sakit lagi? " tanya Citra yang kini tengah memakaikan dasi suami nya.
"iya sayang, aku sudah tidak apa apa, pekerjaan kantor sedang menunggu ku kasihan juga Yoga jika harus menghandle semua sendirian, pasti ia sangat kerepotan" jawab Marcello.
"ya sudah, tapi jangan terlalu di forsir ya mas, kamu baru saja sembuh"
"pesan mu akan selalu ku ingat sayang. "
beberapa saat setelah semua nya selesai mereka berdua memutuskan untuk langsung pergi ke ruang makan, sebab Yoga sang asisten sudah menunggu Marcello.
"selamat pagi tuan nyonya" sapa Yoga sembari menunduk kan kepala nya kepads bos nya.
"pagi.. " ucap kedua nya
"ayo kita sarapan bersama Yoga " ajak Citra
"ah tidak perlu nyonya, kebetulan saya sudah sarapan tadi, kalau begitu saya akan menunggu tuan di depan saja" jawab Yoga.
"hm, ya sudah kalau begitu. kami akan sarapan dulu" ucap Citra kemudian berlalu, begitu juga Yoga, setelah bos nya pergi ia pun bergegas keluar.
15 menit Yoga menunggu di teras akhirnya Marcello pun keluar. ia segera membukakan pintu untuk bos nya "silahkan tuan"
"terima kasih Yoga" ucap Marcello.
Yoga pun mengangguk kemudian ia segera membuka pintu depan kemudi karena dirinya sendiri yang akan membawa mobil tersebut.
"hati hati mas" ucap Citra ketika suami nya sudah masuk ke sdalam mobil
"iya sayang" jawab Marcello.
mobil pun perlahan meninggalkan kediaman Marcello, sedangkan Citra memutuskan untuk masuk ke dalam mencari Al yang sedang di asuh pengasuhnya di halaman belakang.
__ADS_1
Di perjalanan Marcello nampak mengutak atik ponsel nya, kemudian ia membuka suara.
"bagaimana Yoga? " tanya Marcello
"sesuai rencana tuan"
"baiklah, kita tak perlu ke kantor dulu, kita ke tempat itu sekarang" titah Marcello
"baik tuan" Yoga pun segera melesatkan mobil nya ke tempat tujuan.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menitan mereka kini sampai di sebuah gudang terbengkalai.
"kita sudah sampai tuan" ucap Yoga
Marcello bergegas keluar tanpa menunggu Yoga membukakan pintu kemudian ia segera berjalan menuju gudang tersebut di ikuti oleh Yoga di belakangnya.
"dimana mereka?" tanya Marcello kepada bawahan nya
"ada di dalam tuan, mari saya antarkan" ucap anak buah nya tersebut.
bawahan nya pun membuka pintu ruang paling pojok itu kemudian mempersilahkan untuk marcello masuk. "silahkan tuan"
Marcello pun memasuki ruangan itu bersama Yoga, ia dapat melihat Wanita muda bersama dengan 2 orang paruh baya tengah terduduk di lantai dengan tatapan kosong.
Marcello semakin mendekat hingga membuat wanita itu tersentak kaget ketika Marcello berdiri di hadapan nya. dengan ekspresi ketakutan dia memohon kepada Marcello untuk membebaskan dirinya.
"Marcello aku mohon ampuni aku Marcell, aku mengaku aku salah tapi aku mohon sekali ini saja, ampuni aku.. " ucap wanita itu dengan deraian air mata nya memeluk kaki Marcello
kedua orang paruh baya itu pun juga memohon kepada Marcello agar dapat mengampuni dan memaafkan mereka
sedangkan Marcello menyunggingkan senyum sinis nya lalu berkata" bukan kah aku pernah memberi mu kesempatan untuk merenungi perbuatan mu, lalu kenapa tak kau lakukan hal itu, kau malah semakin menjadi jadi " ucap Marcello penuh penekanan.
setelah berkata seperti itu Marcello bergegas pergi dari ruangan tersebut, Yoga yang melihat tuan nya pergi pun mulai mendekati wanita itu "bagaimana? mau di lanjutkan sesi terapi nya? " tanya Yoga kepada wanita itu, membuat wanita itu bergetar ketakutan.
__ADS_1
ya, beberapa hari ini Yoga memang melakukan terapi untuk mereka bertiga, namun terapi ini bukan semata mata untuk menyembuhkan sakit saja, tetapi terapi ini justru membuat mereka kehilangan akal jika mereka tak bisa menguasai emosinya, ketiga orang tersebut pun memohon kepada Yoga agar tak melakukan hal itu lagi.
"Jangan.. aku mohon jangan lakukan itu, lebih baik aku menyerah kan sendiri diri ku kepada polisi dari pada ku harus melakukan hal itu" ucap wanita itu sambil menangis.
Yoga tak lagi menghiraukan ucapan wanita itu, ia bergegas pergi menghampiri tuan nya yang kini tengah menunggu nya di mobil.
sesampainya di mobil
"seperti nya Angel dan kedua orang tua nya sudah mulai putus asa tuan, apa tidak sebaik nya kita serah kan mereka kepada pihak berwajib agar Mereka mendapat kan hukuman nya " ucap Yoga.
"hm, kamu benar, tapi jangan kita yang menyerah kan mereka keapda polisi, biarkan mereka yang kesana dan mengakui perbuatan mereka" titah Marcello
"baik tuan, akan saja laksanakan" ucap Yoga
wanita itu adalah Angel serta kedua orang tua nya yang berhasil di aman kan anak buah Marcello sebelum mereka berhasil melarikan diri.
#flashback on
setelah mendapatkan perintah untuk melanjutkan tugas nya, Yoga segera menghubungi bawahan nya yang ia suruh untuk memata matai Angel.
"halo bos" sapa pria di seberang sana.
"bagaimana? apa ada gerak gerik nya yang mencurigakan? " tanya Yoga
"seperti nya mereka akan pergi dari rumah itu bos, terlihat tadi mereka tengah berkemas"
"baiklah, jika ada kesempatan, culik dan bawa mereka ke markas" ucap Yoga memberi perintah bawahan nya.
"baik bos"
tutt tutt..
setelah mematikan sambungan telepon nya, Yoga melanjutkan pekerjaan kantor nya yang sempat tertunda. sembari menunggu kabar dari anak buah nya kembali.
__ADS_1
#flashback off